Love Hurts

Love Hurts
Bertemu Ayah Arlo



"Kakak cantik" Girang Ella ketika melihat Tasya yang datang bersama dengan kakaknya.


Tasya yang memang kangen dengan bocil satu itu langsung tersenyum sumringah dan bergegas mendekat ke arah Ella.


"Aaaa kangen banget sama pipi bakpaonya" Ujar Tasya setelah membawa Ella kedalam gendongannya.


Ella yang ikut merasa gembira semakin tersenyum lebar. Bocah 3 tahun itu lantas mencium pipi Tasya dengan gemas.


"Dihh main cium-cium aja pacar kakak" Protes Gabriel pada sang adik.


"Emangnya kenapa kalo Ella nyium Tasya? Masalahnya sama kamu apa?" Tanya Aulia, bundanya Gabriel dan juga Ella.


"Izin dulu sama Biel. Sekarang Tasyanya udah resmi jadi pacarnya Biel" Jawab Gabriel dengan raut wajah bangga.


"Segala pake izin. Baru jadi pacar aja belagu" Semprot Aulia pada Gabriel.


Ibu dan anak itu sontak berhenti debat karena mendengar suara teriakan Ella.


"Aaaaa kak Aca jangan digigit pipinya Ella" Lirih Ella sambil membelai pelan pipinya yang sudah memerah akibat ulah Tasya.


"Hehehe maaf ya El, abisnya pipi Ella kayak bakpao" Balas Tasya yang kemudian ikut membelai pipi Ella dengan pelan.


"Pipi Ella gak jauh beda sama pipi kamu tuh sayang" Ceplos Aulia yang lantas mencubit pelan pipi Tasya.


Tasya sendiri hanya tersenyum lebar mendapati perlakuan tak terduga dari bundanya Gabriel.


"Tapi lebih gemes pipinya Ella sih Bun,,liat aja tuh letoy banget jadi pengen gigit lagi" Balas Tasya.


"Heh gak usah macem-macem, ntar pahlawannya muncul baru tau rasa kamu" Cecar Gabriel yang ikut nimbrung ke percakapan ketiga orang tersayangnya.


Belum sempat membalas ucapan Gabriel, suara seseorang berhasil mengalihkan atensi mereka semua ke arah suara tersebut.


"Wahh lagi ada tamu ya?"


"Ayahh" Panggil Ella yang langsung berlari ke arah ayahnya dan segera masuk kedalam gendongan sang ayah.


Tasya sontak merasa gugup. Baru pertama kali bertemu dengan ayahnya Gabriel.


"Iya nih Yah. Calon anak menantunya datang nih" Ucap Gabriel tanpa menghiraukan tatapan Tasya.


Gabriel yang paham akan kegugupan sang kekasih lantas menggenggam tangannya untuk menyalurkan rasa nyaman serta mencoba mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


Arlo mendekat ke arah ruang keluarga dan lantas langsung duduk di samping isterinya dengan Ella yang masih berada dalam gendongannya.


"Yah, Bun, Biel nitip calon menantunya bentar ya. Biel mau beberes dulu, udah gerah nih" Pamit Gabriel lantas segera berlalu dari sana meninggalkan Tasya dan hanya bisa terpaku dalam diamnya tanpa berani bersuara.


"Bunda tinggal bentar ya Sya, bunda ke dapur bentar ambil minum" Ujar Aulia dengan suara lembutnya.


Tasya yang sudah pasrah hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan bunda Aulia.


"E-eh iya om" Jawab Tasya dengan kikuk.


"Gak usah manggil om, panggil ayah aja biar sama kayak Biel dan juga Ella" Ujar Arlo terkekeh kecil.


"Emang boleh?" Tanya Tasya dengan wajah polosnya.


Melihat itu Arlo semakin dibuat terkekeh. Ternyata tingkah laku Tasya tak berbeda jauh dengan Ella. Sama-sama menggemaskan.


"Boleh dong. Tasya kan sekarang udah jadi pacarnya Biel" Seloroh Arlo dengan sisa kekehannya.


Mendengar ucapan frontal dari ayah Gabriel, sontak membuat kedua pipi Tasya memerah. Antara malu dan juga senang karena secara tidak sadar hubungan keduanya mendapat restu dari orangtua Gabriel.


"Yah, kenapa pipinya kak Aca memelah gitu?" Pertanyaan polos itu berasal dari mulut gemoynya si cantik Ella.


Bukan mereda ataupun hilang rona kemerahannya, yang ada semakin bertambah merah mungkin sudah seperti kepiting rebus pipi chubby Tasya.


.....


Ditempat lain, lebih tepatnya disebua restoran. Terdapat Kevin, Rissa, Vino, dan juga Alan yang sedang menikmati hidangan yang sudah tersaji di atas meja mereka.


"Gue gak nyangka ternyata orang yang selama ini Lo berusaha lupain malah muncul dengan tampang gak berdosanya" Celetuk Alan dengan kesal.


"Gue udah berusaha buat gak kelepasan tadi. Tapi emang dianya aja yang niat mau buat gue emosi terus" Gerutu Vino dengan mata penuh aura emosinya itu.


Rissa yang tidak paham akan cerita sebenarnya hanya bisa terdiam tanpa berani bersuara sedikitpun. Dia akan cari tahu nanti penyebabnya lewat sang kekasih.


Kevin yang dari tadi hanya menjadi pendengar akhirnya ikut bersuara.


"Dimakan dulu itu makanannya. Gak baik ngomel-ngomel didepan makanan. Ntar aja dibahas. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin, kalo pake emosi yang ada malah gak akan kelar ni masalah" Nasihat Kevin sambil menatap lurus kearah dua sahabatnya itu.


Vino dan Alan lantas mengangguk mengiyakan perkataan Kevin. Seharusnya memang begitu, tidak boleh dengan emosi tapi dengan kepala dingin.


Sementara Rissa malah menatap penuh bangga kearah Kevin. Ternyata pacarnya bisa sedewasa itu dalam menyikapi tingkah laku kedua temannya yang diliputi oleh rasa emosi.


"Dihh tambah cinta tuh dia sama Lo Vin" Ceplos Vino yang tak sengaja melihat raut wajah terpana Rissa yang tertuju pada Kevin.


"Sirik aja sih kak. Cari pacar gih biar gak reseh" Balas Rissa dengan tatapan kesalnya pada Vino.


Mendapati balasan tak terduga dari Tasya malah membuat Vino tak tau harus menjawab apa. Sedangkan Kevin dan Alan hanya bisa tertawa puas karena perkataan Rissa membuat Vino sang cerewet langsung bungkam seketika.


.....


Yeah updateee🤭


Sorry ya telat banget updatenya🙏


See you next part guys👋