
Setelah Gabriel duduk, Tasya tanpa menunda waktu mulai menjelaskan perihal hubungannya dengan Kevin yang merupakan hubungan masa lalu saja.
"Aku dan kak Kevin sebenarnya udah saling kenal sejak lama. Bahkan pernah menjalin hubungan waktu kami SMP. Tapi tak lama setelah itu kak Kevin malah menghilang, entah apa yang menjadi penyebab dia menghilang secara tiba-tiba aku juga gak tau. Tapi setelah masuk SMA dan kenal dengan Rissa, aku baru ketemu dengan orang yang sama untuk pertama kalinya. Awalnya aku kaget pas ketemu dan bersikap seolah-olah aku baru bertemu pertama kalinya" Penjelasan Tasya membuat Gabriel merasa tercubit hatinya.
"Ternyata dugaan aku benar. Kalo Tasya dan juga Kevin memang memiliki sebuah hubungan" Monolog Gabriel dalam hati.
"Sekarang perasaan kamu ke dia gimana Sya?" Gabriel merasa sudah cukup penjelasan Tasya. Dia tidak ingin membahas kelanjutannya. Yang ingin dia ketahui untuk sekarang adalah perasaan Tasya pada Kevin.
"A a aku gak tau gimana perasaan aku ke dia sekarang gimana. Tapi satu hal yang perlu kak Biel tau kalo aku gak akan pernah ngehianatin sahabat aku sendiri. Apalagi sampai merebut kak Kevin dari Rissa. Aku lebih memilih korbanin perasaan aku ketimbang harus kehilangan Rissa" Jelas Tasya pada Gabriel yang menatapnya dengan intens.
Awalnya Gabriel merasakan sakit di hatinya karena berpikir Tasya masih ada perasaan pada Kevin, tetapi setelah mendengar perkataan selanjutnya Gabriel langsung tersenyum lebar. Itu artinya dia mempunyai peluang besar untuk menjadikan Tasya sebagai pacarnya dan berjanji akan menghapus perasaan Tasya pada Kevin jika memang masih ada.
"Kak Biel harus percaya sama aku. Dan juga kak Biel harus janji gak akan ngasih tau ataupun menceritakan hal ini pada Rissa. Kalo sampe kak Biel ngelakuin itu, aku bakal marah dan juga bakal menjauh dari kak Biel" Tukas Tasya dengan nada ketus sambil memberi peringatan yang berupa ancaman kepada Gabriel.
"Kkkkkk. Aku janji gak bakal cerita ke siapa pun. Asalkan kamu juga janji gak boleh ada perasaan lagi pada Kevin" Janji Gabriel sambil menatap ke dalam manik mata Tasya dengan intens.
Tasya yang mendapati perkataan Gabriel sedikit kaget. Tapi setelah itu dia mengembalikan kesadarannya dan langsung mengangguk pasti pada Gabriel. Dia sudah memang harus mulai melupakan perasaannya pada Kevin mulai sekarang.
"Dihh malah ngatur perasaan orang lagi" Sengaja Tasya berkata seperti itu karena ingin menggoda kakak kelasnya itu.
"Ya harus seperti itu. Kan sebentar lagi perasaan kamu hanya untuk aku seorang" Imbuh Gabriel dengan senyum manisnya.
"Yee apaan sih kak Biel. Mulai tu sifat jahilnya keluar" Sela Tasya dengan memalingkan wajahnya ke arah lain karena saat ini dia merasa kedua pipinya menjadi merah.
Gabriel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, segera saja dia membawa tatapan keduanya bertemu karena saat ini tangannya tanpa sadar menangkup kedua pipi Tasya untuk dibawah menghadap ke arahnya. Untuk beberapa lama tatapan keduanya terkunci. Jangan tanyakan jantung dia makhluk itu. Baik Gabriel maupun Tasya sama-sama merasakan debar yang sangat kuat, rasanya mau copot saja jantung keduanya.
"*Ya ampun ini jantung gak bisa diem bentar apa! Kenapa kamu bisa se menggemaskan ini sih Sya?" Monolog Gabriel dalam hati.
"Tenang Sya. Kak Biel ganteng banget sih. Ini juga sejak kapan jantung aku bisa berdetak seperti ini? Aku gak boleh kayak gini. Gimana kalo kak Biel udah ada pacar? Aku gak boleh terlalu berharap" Monolog Tasya dalam hati setelah itu malah menggelengkan kepalanya*.
"Kamu kenapa Sya? Ada yang sakit?" Tanya Gabriel setelah tersadar dari aktivitas tatap menatap itu.
"Eumm itu,, a a aku gapapa" Gugup Tasya yang langsung menundukkan kepalanya.
"Hmm?" Jawab Tasya yang masih menunduk. Dia tidak berani menatap Gabriel untuk saat ini. Katanya tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
"Liat aku Nathasya Putri Danegar" Ucap Gabriel dengan menyebut nama Tasya secara lengkap sambil memasang senyum manisnya.
"Kenapa sih kak Biel?" Sergah Tasya yang kini memberanikan diri untuk menatap Gabriel.
Deg,,, Deg,,, Deg
Suara jantung Tasya mungkin bisa didengar oleh Gabriel jika saat ini Gabriel memeluknya.
Tasya malah terlena melihat senyum Gabriel. Entah kenapa akhir-akhir ini dia bisa semakin dekat saja dengan Gabriel.
"Mau gak jadi pacar aku?"
Blush,,, Bisa dipastikan saat ini muka Tasya sudah semerah apa. Tanpa menjawab apapun, Tasya berdiri dari duduknya dan langsung masuk kerumah tanpa berpamitan sedikitpun dengan Gabriel.
Gabriel malah kaget sendiri ketika mendengar suara pintu yang ditutup dengan kasar oleh Tasya. Dia ikut berdiri dari duduknya itu dan segera meninggalkan rumah Tasya dengan senyum yang semakin lebar. Dia tidak marah perihal Tasya yang main pergi meninggalkan dia sendirian. Setidaknya dari wajah Tasya tadi dia bisa tau jawaban Tasya apa. Tapi tetap dia akan menunggu sampai Tasya sendiri yang menjawabnya.
Flashback Off
.....
Hehe kesampaian juga kan perasaan Biel. Meskipun belum ada jawaban dari Tasya😁
See you next part guys
Sehat selalu kalian semua😇
Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤️