Love Hurts

Love Hurts
Jantung Yang Berdetak



Nathan berdiri dekat jendela sembari melihat-lihat pemandangan diluar. Hari ini dia tidak memiliki agenda apapun, dia hanya ingin beristirahat dari hiruk pikuk aktivitasnya yang semakin padat karena sebentar lagi akan ada penerimaan mahasiswa baru di kampusnya.


Drrtt, drrtt, drrtt


Suara yang berasal dari handphone Nathan, pertanda ada menghubunginya.


"Halo Nau, tumben nelpon. Ada apa?" Pertanyaan pertama ketika Nathan menjawab panggilan tersebut.


"...."


"Sekarang banget ya?" Tanya Nathan.


"...."


"Emm, boleh deh. Sekalian juga gue mau ke toko buku" Jawab Nathan dengan tenang.


"...."


"Iya-iya. Bawel banget sih nih anak. Oke gue siap-siap dulu, Lo juga siap-siap gih. Males gue kalo harus nunggu lagi" Canda Nathan yang sukses membuat Naura di seberang sana cemberut menahan kesal.


"...."


Tanpa menunggu persetujuan Nathan, Naura yang sudah merasa kesal langsung mematikan telfonnya tanpa mendengar balasan Nathan yang akan berujung membuatnya semakin kesal.


Sementara Nathan hanya mengulum senyumnya, merasa gemas akan sikap cemberut Naura yang sebelas duabelas dengan adiknya itu.


Tanpa membuang waktu lagi, baik Nathan dan juga Naura langsung bergegas untuk beberes.


...


Sementara itu Kevin dan Raisa juga sedang melakukan olahraga kecil di taman yang sama dengan Gabriel dan kawan-kawannya.


"Udah capek? Mau istirahat bentar gak?" Tanya Kevin yang melihat Raisa seperti sudah merasa kelelahan.


Raisa yang mendapat pertanyaan itu spontan menganggukkan kepalanya, tidak ada suara yang keluar dari bibir tipis itu.


Kevin menuntun Raisa agar duduk di kursi taman yang tak berada jauh dari tempat mereka. Usai duduk, Kevin menyodorkan botol air mineral yang sudah dilonggarkan penutupnya agar memudahkan sang kekasih dalam meminum air tersebut.


"Makasih ya kak. Akhirnya gak haus lagi" Kata Raisa usai menutup botol air minumnya itu.


"Sama-sama Sa. Habis ini nemenin aku latihan basket ya" Pinta Kevin dengan suara lembutnya.


"Iya kak, kan tujuan awalnya emang gitu. Kak Kevin aja yang bawel, segala mau aku juga ikut olahraga" Cecar Raisa setelah tersadar akan tujuannya datang kesini.


Kevin hanya terkekeh pelan usai mendengar ocehan sang kekasih.


"Masa datang kesini cuma mau liat aku main doang sih,,kamu juga harus olahraga biar nanti pas lomba kamu ada tenaga buat nyemangatin aku" Jelas Kevin sambil mencubit pelan hidung sang kekasih.


Raisa yang diperlakukan seperti itu malah merona dikedua pipinya. Bahkan jantungnya pun ikut berdetak dua kali lebih cepat.


"Lah nih anak malah merona gini. Gemes banget sihh" Kevin malah menangkup kedua pipi chubby Raisa menggunakan tangannya.


Raisa hanya bisa mematung ditempatnya, tidak tau harus melakukan apa untuk menetralkan irama jantungnya yang kian berdentum seiring dengan perlakuan Kevin padanya.


Kevin yang tidak mendapati reaksi apapun dari sang kekasih malah dibuat terkekeh sekali lagi. Puas dengan aksi jahilnya, Kevin segera melepaskan pipi chubby Raisa meskipun rasanya sedikit tidak rela.


"Sayang banget sama kak Kevin" Cicit Raisa dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kevin.


"Makasih ya udah sayang sama aku. Maaf kalo awal-awal aku sering cuekin perasaan kamu" Sesal Kevin yang sudah tak berani menatap ke arah Raisa.


"Isssh gak gitu juga kak. Udah ih yang berlalu biar aja berlalu, setidaknya sekarang kak Kevin udah bisa nerima perasaan aku" Sanggah Raisa dengan cepat karena tidak ingin Kevin semakin merasa bersalah.


Mendengar ucapan sang kekasih, Kevin memberanikan diri untuk menatap ke arah mata Raisa. Tenang. Perasaan itu yang hinggap di hatinya usai menatap mata sang kekasih


"Udah kan istirahatnya? Sekarang nemenin aku latihan basket yuk?" Ajak Kevin dan hanya di angguki oleh Raisa.


Keduanya kini berjalan menuju lapangan basket yang sudah tidak berada jauh dari tempat keduanya duduk tadi.


.....


**Yeay up, maaf yaa aku updatenya lama banget🙏🙏 gak kerasa aja udah mau habis tahun ini, sehat terus ya kalian semua. Bentar lagi kita bakalan masuk tahun baru loh🤗


See you next part guys👋**