
Tak jauh berbeda dari Kevin dan Rissa, kini kendaraan roda dua milik Gabriel juga sudah sampai di depan rumah Tasya.
Setelah memarkirkan motor dan menaruh helmnya, Gabriel segera menyusul Tasya yang saat ini sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Ayo masuk Kak. Nanti langsung duduk aja, aku mau ke kamar bentar" Ajak Tasya yang langsung bergegas masuk.
"Iya Sya. Lagian pasti bakal ditemenin sama mama kamu" Jawab Gabriel yang mengekor dibelakang Tasya.
"Udah tau juga kenapa harus bilang coba?!" Balas Tasya sambil mendelik ke arah Gabriel.
Gabriel hanya bisa tertawa karena mendapati perlakuan Tasya yang barusan. Dan tanpa menunggu lama Tasya langsung menuju kamarnya tanpa menyapa sang bunda yang saat ini sedang berjalan mendekat ke arah keduanya.
"Jangan lama-lama ya Sya. Nanti tolong panggilin papa di ruang kerjanya Sya" Pinta mama Diana sambil mengingatkan sang anak.
"Iya mama cantik" Jawab Tasya sambil menggoda sang bunda.
"Astaga anak itu. Duduk Biel jangan berdiri terus, tante lagi gak punya hutang sama kamu" Canda Diana ketika melihat Gabriel yang masih anteng berdiri.
"Tante bisa aja sih" Setelah mengatakan itu Gabriel segera duduk disusul dengan mama Diana yang juga langsung duduk.
"Tasya sering ngerepotin kamu ya Biel?" Tanya Diana setelah hening beberapa saat.
"Gak juga tante. Malahan aku yang sering buat dia kesel sama cemberut" Jujur Gabriel tanpa takut akan di marahi oleh camernya. Iya camer menurut Gabriel😂😂
"Eh ternyata Biel sefrekuensi sama Nathan dong. Suka ngejahilin Tasya" Tambah Diana yang ikut tertawa ketika mendengar Gabriel tertawa karena perkataannya itu.
"Sefrekuensi apa sih Ma?" Tanya Nathan yang tiba-tiba sudah berada tepat di belakang sofa yang sedang diduduki oleh mamanya itu.
Nathan yang tadinya hendak ke dapur untuk mencari mamanya malah tidak sengaja mendengar suara obrolan dari arah ruang tamu, otomatis dia berjalan mendekat agar bisa mendengar dan mengetahui dengan siapa mamanya berbicara.
"Nathan ihh. Ngagetin aja. Sini duduk, temenin mama ngobrol sama Biel. Kita tunggu adek kamu yang lagi bebersih dikamarnya setelah itu baru kita makan siang. Sekalian Biel juga ikut makan aja, kebetulan tante masaknya banyak hari ini" Tutur Diana yang kemudian diangguki oleh Gabriel dan juga Nathan.
Setelah Nathan duduk, ketiganya mulai mengobrol dengan santai. Sampai tak terasa dari arah ruang kerja terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.
"Mama, Nathan. Asik banget sih ngobrolnya" Suara papa Mikhael mengagetkan ketiga orang tersebut.
"Tadi Nathan sekarang malah papanya lagi. Habis ini pasti Tasya" Ungkap Diana sambil mengusap pelan dadanya.
"Duduk sini Pah. Kebetulan ada Biel, jadi sekalian papa kenalan. Kan udah pernah tuh mama ceritain sama papa perihal Gabriel" Rayu Diana yang mengingatkan sang suami akan perkataannya tempo hari.
Gabriel dan Nathan hanya jadi pendengar yang baik tanpa mau menyela sebelum di persilakan. Pandangan keduanya bertemu, dari sorot matanya Nathan, Gabriel bisa menangkap maksud Nathan agar baik-baik saja dan jangan khawatir pasal apapun apalagi perihal papanya.
"Halo om" Sapa Gabriel ketika Mikhael sudah anteng disamping isterinya.
"Hm. Jadi kamu yang namanya Gabriel itu ya?" Tanya Mikhael yang menatap penuh selidik ke arah Gabriel.
Gabriel yang ditatap seperti itu sempat merasa kikuk, tetapi tak lama dia berusaha mengembalikan ekspresinya agar terlihat tidak kikuk lagi. Memang ini pertemuan yang pertama dengan papa Tasya jadi dia sedikit merasa was-was saja.
"Eh, iya om. Saya Gabriel, tapi om bisa panggil saya dengan Biel. Itu pun kalo om mau" Jawab Gabriel dengan tersenyum canggung.
"Gak usah sampe segitunya juga Pah liatinnya. Udah kayak mau nelen Biel aja" Cerocos Diana karena kesal dengan tatapan mata suaminya itu.
Nathan yang mendengar ocehan mamanya langsung tertawa kuat, memang paling bisa mamanya kalo soal bercanda dengan papanya.
Gabriel hanya bisa menahan suara tawa dengan kuat agar jangan sampai kelepasan, bisa-bisa dia tidak mendapat restu dari pamernya ini. Iya pamer menurut Gabriel😪
"Ya ampun sayang, aku bukan manusia yang makan manusia ya" Timpal Mikhael yang langsung merubah raut wajahnya menjadi lebih bersahabat, tidak sama seperti yang awal tadi.
"Nah itu tau, makanya jangan kayak gitu lagi. Gak enak sama anak tetangga" Lagi dan lagi Diana membuat lelucon yang semakin menyulut suara tawa dari Nathan.
"Sayang apa sih hubungannya tatapan aku sama anak tetangga. Ada-ada aja" Ujar Mikhael usai mendengar perkataan isterinya yang barusan.
Mama Diana hanya mengedikan bahunya tanda bahwa dia juga tidak tau hubungannya apa dan dimana. Sementara Nathan hanya bisa memegang perutnya yang mulai merasa sakit karena terlalu tertawa. Lain hal dengan Gabriel yang juga memerah mukanya karena menahan suara tawanya itu.
.....
Oke segini dulu untuk part kali ini, semoga kalian suka ya😌
See you next part guys
Sehat selalu kalian semua😇❤️