Love Hurts

Love Hurts
Penjelasan I



Cukup lama mereka terdiam. Walaupun sedikit ragu, akhirnya Tasya memberanikan diri untuk berbicara duluan.


"Eumm, kak Kevin" Panggil Tasya sambil menatap ke arah Kevin.


Kevin yang tadinya melamun, tiba-tiba langsung tersadar ketika mendengar Tasya memanggilnya.


"Kog malah bengong sih Kak" Kesal Tasya.


"Hehee maaf Sya" Cengir Kevin.


Malah terdiam lagi.


"...." (Ya ampun malah diam lagi,, kan akunya jadi bingung kalo kayak gini. Mau ngomong tapi takut salah, kalo diam terus kapan selesainya sih) Gerutu Tasya dalam hatinya.


Kevin yang melihat Tasya seperti memikirkan sesuatu, malah tersenyum kecil. Dia tau kalo sebenarnya Tasya itu sedang mengomelinya di dalam hati.


"Udah gak usah ngomelin aku" Kata Kevin kepada Tasya yang langsung menatap Kevin dengan tatapan kesalnya.


Hufffttt, setelah menarik napas yang cukup panjang, akhirnya Kevin mulai menjelaskan perihal kepergiannya yang tiba-tiba itu.


"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu Sya,, Maaf udah pergi tanpa pamit, maaf juga gak ngabarin kamu barang sekali aja,," Kevin hendak melanjutkan kata-katanya tapi terpotong oleh Tasya.


"Maaf Kak? Setelah hampir 3 tahun kak Kevin hilang tanpa kabar dan sekarang setelah kita udah bertemu kak Kevin bersikap seolah-olah kita baru pertama kali bertemu??" Potong Tasya dengan mata berkaca-kaca.


Runtuh sudah pertahanannya ketika mendengar permintaan maaf Kevin. Rasa rindu, bahagia, kecewa, sedih, marah menjadi satu di dalam lubuk hati Tasya. Bahkan dia sendiri menjadi bingung dengan perasaannya itu. Mau marah tapi rindu, mau sedih tapi bahagia.


"Sakit kak,,, kalo aku ada salah dulu sama kak Kevin setidaknya kasih tau aku kak, bukannya malah pergi terus hilang tanpa kabar" Lanjut Tasya


Kevin yang mendengar kata-kata Tasya semakin merasa bersalah. Dia seperti orang linglung yang tiba-tiba kehilangan kata-kata. Melihat Tasya dengan mata berkaca-kaca membuat Kevin merasakan nyeri di hatinya.


"Aku memang bersalah Sya, aku memang gak pantes buat minta maaf sama kamu. Aku nyesel gak pernah ngabarin kamu barang sekali aja" Sesal Kevin dengan suara lirih.


"Tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku sampai pergi tanpa mengabari kamu Sya" Lanjut Kevin sambil menatap ke arah Tasya.


Tasya yang tadinya melihat ke arah lain kini kembali menatap ke arah Kevin dengan wajah bertanya-tanya. Kevin yang peka langsung melanjutkan pembicaraannya.


"Kakek"


Satu kata dari Kevin itu kini membuat Tasya sedikit mengerti.


Tanpa Tasya ketahui bahwa kebaikan kakek Kevin padanya hanyalah topeng saja untuk menutupi rasa ketidaksukaan kakek kepada Tasya sendiri. Jika Tasya sampai tau, makan percayalah rasa kecewanya sangatlah besar.


Seakan tau pertanyaan Tasya dalam hati, Kevin langsung menjawab tanpa ragu.


"Yaa,, itu ulah kakek. Aku minta maaf atas nama kakek aku Sya. Aku terlalu pengecut untuk saat itu Sya" Kini giliran Kevin yang matanya berkaca-kaca. Bila mengingat masa itu, hatinya sakit bagai ditusuk ribuan pisau.


Tasya yang melihat itu tanpa sadar malah menggenggam tangan Kevin. Kevin yang mendapati perlakuan seperti itu langsung meneteskan air matanya. Untuk sesaat dia merasakan kenyamanan dari genggaman Tasya pada tangannya.


Sementara Tasya yang melihat Kevin menangis malah merasakan nyeri dihatinya. Dia tidak tau apa yang sudah dilalui oleh Kevin selama tiga tahun ini, tetapi ketika dia melihat mata Kevin, dia bisa merasakan rasa kecewa, sedih, marah, dan penyesalan di matanya.


"Pasti berat ya Kak?" Pertanyaan Tasya setelah melihat Kevin sedikit lebih tenang.


Tiba-tiba saja, dia tidak ingin membahas permasalahannya dengan Kevin. Malah dia merasa kasihan dengan keadaan Kevin yang seperti mengalami tekanan batin.


"Maafin aku sekali lagi ya Sya" Bukannya menjawab pertanyaan Tasya, Kevin malah kembali meminta maaf.


"Udah kak gak apa-apa. Maaf jika kata-kata Tasya tadi malah semakin membuat kak Kevin terbebani" Pungkas Tasya dengan wajah sedihnya.


Kevin yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa dia tidak menyalahkan Tasya atas perkataannya. Bukannya dia memang salah karena sudah meninggalkan Tasya begitu saja??


"Kamu gak salah Sya, aku aja yang terlalu pengecut saat itu" Kevin mengatakan itu sambil tersenyum kecut.


Tiba-tiba saja suasana yang tadinya sudah mencair malah menjadi tegang ketika seseorang memanggil Tasya dengan suara keras seperti menahan emosinya.


"Tasyaaa"


....


Segini dulu ya buat part kali ini


Kira-kira siapa ya yang manggil Tasya?🤔


See you next part guys☺


Sehat selalu kalian semua😇