
Waktu berjalan dengan sangat cepat, sebentar lagi pertandingan basket antar sekolah segera dimulai. Latihan pun semakin serius, terbukti sekarang Gabriel dan teman-temannya sedang berlatih.
Setelah berlatih beberapa lama, akhirnya mereka bisa beristirahat. Terlihat dua sosok perempuan yang tengah berjalan kearah Gabriel dan teman-temannya.
"Ini kak minumannya, sekalian sama handuk juga" Ujar Tasya sembari memberikan barang-barang tersebut pada Gabriel.
"Makasih ya Sya" Balas Gabriel.
"Buat kita mana nih neng? Masa cuma buat Biel doang" Protes Geri.
"Nih, gak usah sirik sama pasangan lain. Mending kak Geri nyari pacar aja biar gak ribet" Oceh Rissa sambil memberikan minuman yang tadi dibawanya.
"Minta ditampol nih mulut Lo, mumpung gak ada pawangnya" Gerutu Geri sambil mendelik kesal ke arah Rissa.
"Dih kak Geri gak gentleman dong. Beraninya sama cewek" Balas Rissa tanpa takut sedikitpun.
Mendengar ucapan barusan membuat Geri sontak terdiam, wajahnya memerah lantaran lelah yang bercampur dengan rasa kesalnya yang tiba-tiba naik hanya karena ucapan frontal dari gadis yang menurutnya menyebalkan ini.
Gabriel dan yang lainnya hanya menjadi pendengar serta penonton aksi keduanya. Mereka bahkan tidak berniat sama sekali untuk melerai keduanya.
"Makasih ya Sa buat airnya" Suara Alan berhasil memutus tatapan mata antara Geri dan Rissa.
"Iya kak sama-sama" Balas Rissa dengan lembut.
Melihat tingkah Rissa yang menjadi lembut, membuat Geri langsung mendelik tak suka. Kenapa jika dengan orang lain, Rissa akan jadi lembut. Tak seperti dirinya, Rissa akan selalu berada dalam mode galaknya.
Melihat hal itu, membuat Rissa hanya bisa tersenyum kecil. Asik juga mengerjai kak Geri pikirnya.
"Kenapa kak? Cemburu ya?" Tanya Rissa sambil menatap penuh ke arah Geri.
"Dihh kepedean Lo. Ngapain juga gue cemburu, kagak dulu moon maap" Gerutu Geri tanpa berani menatap balik ke arah Rissa.
"Berarti besok-besok baru cemburunya dong?" Lagi Rissa layangkan pertannyaan yang semakin membuat Geri bingung harus memberikan jawaba yang bagaimana lagi.
"Nih anak kalo cowok udah gue patahin lehernya dari tadi. Diotak Lo isinya apa aja sih?! Gak abis-abis dah pertanyaan Lo" Protes Geri yang kemudian berdiri dari duduknya dan segera berjalan meninggalkan teman-temannya.
"Ihhh Rissa harus tanggungjawab,,,kak Gerinya ngambek tuh" Omel Tasya pada sahabatnya itu.
"Gak usah khawatir, Geri emang rada gitu. Ntar dia sendiri yang samperin kita kok" Jelas Gabriel dan hanya di angguki oleh Bima dan juga Agam.
Tasya dan Rissa hanya tersenyum sebagai tanggapan. Ketika sedang asyik ngobrol, suara seseorang berhasil membuat mereka menatap ke arah suara tersebut.
"Biel"
Jika Gabriel, Bima dan Agam menatap tak suka ke arah seseorang tersebut maka berbeda lagi dengan Tasya dan juga Rissa yang menatap penuh tanya ke arah seseorang itu.
"Gue bawain Lo air sama bekal buat makan siangnya. Gue baru belajar masak, dan Lo harus jadi cowok pertama yang harus ngerasain masakan gue" Ujar Laras, anak kelas XII-IPS³ yang sudah dari lama suka sama Gabriel.
"Makasih sebelumnya. Tapi gue udah minum, dan juga gue ada bekal dari rumah. Jadi ga perlu Lo ngasih gue tuh bekal" Tolak Gabriel dengan wajah tak tersenyumnya.
"Yahh padahal gue udah berusaha banget buat nih makanan" Lirihnya sambil menunduk.
Karena tak tega, akhirnya bekal itu diambil oleh Tasya.
"Yaudah aku yang ambil aja kak. Lidah aku juga gak kalah bagus kok buat ngerasain makanan" Kata Tasya setelah mengambil bekal tersebut.
Laras yang bingung lantas menatap ke arah Tasya yang sejak tadi tidak dia pedulikan.
"Lo berdua siapanya Biel? Sok akrab banget sih jadi orang" Omel Laras yang menatap tak suka ke arah Tasya dan Rissa.
"Kenapa emangnya kalo kita berdua dekat sama kak Biel?! Masalahnya sama kakak apa ya?!" Balas Rissa dengan ketus.
"Berani banget Lo. Mau gue hukum Lo berdua?!" Emosi Laras karena tak senang dengan jawaban Rissa.
Belum sempat membalas ucapan Laras, ketiga cowok yang dari tadi hanya jadi penonton sontak berdiri dari duduknya.
"Nyari mati Lo?! Udah ditolak baik-baik malah makin nglunjak aja Lo" Semprot Agam dengan tatapan tajamnya.
Melihat Agam membuat nyali Laras tiba-tiba menciut. Kali ini mungkin mereka lolos, tapi lain kali akan dia buat perhitungan pada kedua adik kelasnya.
.....
See you next part guys🤩