Love Hurts

Love Hurts
Mode Cool Gabriel



Hufftt. Pak Joni menarik napas panjang sebelum menceramahi Kevin dan Kai.


"Kalian ini seperti anak TK yang sedang memperebutkan mainan. Sekarang bapak tanya sama kamu Kai. Apa yang salah dari Kevin hingga kamu tidak suka jika Kevin menjadi ketua tim basket?" Omel pak Joni sekaligus melempar pertanyaan kepada Kai.


Bukannya menjawab, Kai hanya terdiam membisu. Bingung harus memberi jawaban yang bagaimana. Jika dia mengatakan Kevin lemah, maka bisa jadi pak Joni akan kembali menceramahinya. Pasalnya Kevin memang jago main basket. Kalaupun dia jawab dia hanya iri dengan kelebihan Kevin maka sama saja. Akhirnya jalan satu-satunya yaitu diam.


"Kenapa diam? Bukannya tadi kamu mengatakan jika kamu tidak setuju Kevin menjadi ketua tim basket?" Kembali pak Joni bertanya sambil menatap ke arah Kai.


Lagi-lagi tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kai. Sedangkan Kevin hanya duduk manis mendengarkan tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Bukannya bapak meragukan bakatmu. Hanya saja penilaian bermain basket tidak diukur dari jago dan tidaknya skill kamu. Tetapi diukur juga dari cara pandang kamu terhadap kerjasama tim itu seperti apa. Selama yang bapak lihat, skill kamu memang bagus, hanya saja kamu seperti bermain basket sendiri. Sementara tim teman-teman kamu yang lain nanti bagaimana jika melihat kamu seperti main sendiri" Nasihat pak Joni serta merta untuk menyakinkan Kai tentang keputusannya dalam memilih Kevin sebagai ketua tim basket.


Kai yang mendengar penjelasan dari sang guru pun, merasa tercubit dihatinya. Memang benar, jikalau sudah bermain basket, maka Kai seperti bermain seorang diri.


Setelah ceramah panjang lebar dari pak Joni, Kevin dan juga Kai sudah dipersilahkan untuk kembali ke kelasnya masing-masing.


***


"Ehhh tungguin. Aaah jangan ngambek, besok aku traktir deh" Bujuk Rissa setelah izin pada Gabriel untuk mengejar Tasya.


Tasya yang tidak bisa mendengar kata traktir tersenyum senang dalam hati. Dia memiliki ide jahil untuk sahabatnya itu dengan cara berpura-pura masih ngambek.


"Ihhh Tasya kog malah diem sih. Udah ya jangan ngambek lagi. Nanti aku traktir deh" Ucap Rissa sambil menggoyang pelan tangan Tasya.


"Aku mau ke kelas dulu. Udah males temenan sama kamu" Imbuh Tasya sambil berjalan meninggalkan Rissa yang langsung melongo mendengar penuturan Tasya.


"Ihh gak boleh. Kamu boleh marah sama aku, tapi jangan cari temen baru aaa" Rengek Rissa dengan mata berkaca-kaca yang sekali kedip langsung tumpah air matanya.


Tasya yang melihat itu menjadi tidak tega untuk melanjutkan ide jahilnya. Terlalu menggemaskan raut wajah Rissa yang seperti itu.


"Ya ampun, cup cup. Gak ihh aku becanda doang" Sesal Tasya karena sudah jahil sama sahabatnya itu.


"Hehehe, makanya lain kali jangan macem-macem sama aku" Cengir Tasya yang spontan menggandeng tangan Rissa.


Dari jarak kurang lebih lima meter, ada Gabriel yang menyaksikan interkasi keduanya dengan senyum kecil. Dia merasa takjub dengan kedua anak hawa itu, bisa-bisanya mereka se menggemaskan itu.


"Udah puas ngerjain sahabat sendiri hmm?" Sela Gabriel yang kini sudah berdiri tepat di belakang kedua sahabat itu.


Tasya dan Rissa yang tidak memedulikan keadaan disekitar, menjadi kaget tatkala mendengar suara seseorang.


"Astaga kak Biel, bisa gak sih kalo gak ngagetin orang?" Omel Tasya sambil menatap sebal kepada Gabriel.


"Gak ngagetin cantik. Kalian berdua aja yang terlalu fokus sama dunia sendiri" Bukannya marah, Gabriel malah tersenyum gemas pada Tasya.


"Astaga. Gara-gara kamu nih Sya" Timpal Rissa sambil menatap jengkel pada sahabatnya itu.


"Heh kog malah salahin aku sih? Kan kamu yang mulai" Tak terima disalahkan, Tasya malah balik menyalahkan sahabatnya.


Astaga bisa pecah kepala Gabriel jika tidak segera melerai kedua sahabat itu. Gabriel harus menggunakan mode coolnya agar keduanya bisa tenang.


"Mau ribut terus atau mau dihukum?" Suara datar Gabriel langsung membuat kedua anak hawa tersebut merasakan hawa dingin disekitarnya.


Tasya maupun Rissa tak berkutik sedikitpun setelah melihat aura yang dikeluarkan oleh Gabriel. Seketika suasana menjadi tegang. Bahkan anak-anak yang hendak melewati mereka, juga ikut merasakan aura dingin tersebut.


.....


Gabriel mode cool, Tasya sama Rissa jadi ketar ketir😁😁


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua πŸ˜‡πŸ₯°