Love Hurts

Love Hurts
Agam vs Tasya



Bel istirahat telah berbunyi pertanda waktu istirahat baru saja dimulai. Banyak anak-anak langsung berkeluyuran ke kantin karena sudah tidak bisa menahan rasa lapar dan juga haus. Bahkan kini Tasya dan juga Rissa sedang dalam perjalanan menuju kantin.


"Jalannya bisa dicepetin dikit gak sih?!. Gak sabar pengen denger cerita kamu tau" Celoteh Rissa sambil menarik pelan tangan Tasya agar bisa berjalan sedikit lebih cepat.


"Gak sabar banget sih neng" Goda Tasya disertai kekehannya.


Rissa hanya bisa membrengut kesal karena digoda sahabatnya ini. Karena kesal Rissa akhirnya berjalan lebih dulu meninggalkan Tasya yang hanya melongo melihat kelakuan Rissa yang barusan.


Tepat ketika Tasya hendak memasang ancang-ancang untuk mengejar Rissa, tubuhnya malah tak sengaja menabrak seseorang yang barusan berjalan dari tangga.


Bugh


Hap


Hampir dua menitan, Tasya tidak merasakan sakit di area bokongnya. Apakah dia sudah tidak bisa diselamatkan? Ataukah dia sudah kembali ke surga? Berbagai pertanyaan dalam benak Tasya bermunculan satu persatu.


"Mau sampe kapan lo nutup matanya?" Tanya orang yang masih setia memegang kuat pinggang Tasya agar tidak jatuh.


Deg


Dengan hati gelisahnya, Tasya memberanikan diri membuka matanya. Dalam sekejab matanya membulat dengan sempurna. Bukan Gabriel, melainkan teman dari pacarnya itu.


Sontak Tasya langsung membenarkan kembali posisinya. Dengan rasa was-wasnya Tasya memberanikan diri untuk mengucapkan terimakasih dan juga permintaan maafnya.


"Makasih kak Agam udah mau bantuin Tasya. Dan juga maaf karena udah nabrak kakak"


Untuk sesaat Agam terpaku menatap Tasya. Mata bulat lucu dan juga pipi chubby yang sedikit memerah karena takut atau karena malu dia tidak tahu. Tetapi satu kata yang terlintas dalam otak Agam "Gemas".


" Lain kali gak usah lari-lari dalam area sekolah. Nanti nyusahin orang lain" Niat hati mau berkata seadanya, Agam malah seperti mengomeli Tasya.


Tasya hanya bisa menunduk takut setelah mendengar perkataan Agam yang barusan. Dia bingung harus bersikap seperti apa pada kakak kelasnya yang satu ini.


"Mmm baik Kak. Sekali lagi maafin aku dan juga makasih udah bantu aku. Duluan ya Kak" Ujar Tasya yang langsung bergegas pergi tanpa menunggu balasan dari Agam.


Setelah Tasya pergi, Agam sedikit merasa bersalah karena sudah mengomelinya.


"Mulut lo minta di jahit apa gimana ni Bim?!" Kesal Agam sambil melotot menatap Bima.


"Kalo minta makan bisa gak?" Tawar Bima dengan wajah sumringahnya.


"Nyesel gue temenan sama lo" Ujar Agam sambil menoyor kepala Bima dengan kesal.


Tanpa menghiraukan kedua orang tersebut, Gabriel dan Geri langsung melangkah pergi menuju kantin. Melihat kepergian keduanya, Agam dan juga Bima spontan menghentikan adu mulutnya dan bergegas mengejar Gabriel dan juga Geri.


...


"Yok ke kantin yo" Ajak Alan dengan bersemangat.


"Sehari lo gak makan bisa gak sih Lan?" Tanya Vino dengan sedikit penasaran itu.


Bukan baru kali dia bertanya, sudah berulang kali dia bertanya, tapi jawaban yang sama selalu dilayangkan oleh Alan. Tetapi kali ini dia benar-benar penasaran dengan jawaban sebenarnya.


"Mau jawaban yang seperti biasanya atau jawaban yang baru?" Tanya balik Alan.


"Reseh banget lo jadi orang. Tinggal dijawab aja harus make pilihan" Kesal Vino sambil memutar matanya malas.


"Yaudah terserah lo" Balas Alan tak mau kalah.


"Lo berdua udah mirip orang pacaran tau gak? Dikit-dikit marahan, dikit-dikit emosian" Imbuh Kevin yang sudah tidak tahan mendengar celotehan kedua sahabatnya itu.


Perkataan Kevin barusan langsung dihadiahi oleh tatapan tajam Vino dan juga Alan. Bukannya takut, Kevin langsung berdiri dan berjalan keluar meninggalkan kedua manusia yang masih kesal dengannya.


Melihat Kevin pergi, Vino dan juga Alan spontan ikut berdiri dan bergegas mengejar Kevin yang sepertinya belum sampai di area kantin.


....


See you next part ya guys


Sehat selalu kalian semua😇❤️