
Mungkin malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan oleh kedua pasangan serasi. Kevin senang karena sudah mendapatkan izin berpacaran dari kedua orangtua Rissa, sementara Gabriel dan Tasya senang karena akhirnya bisa memiliki status yang jelas.
"Yaudah kalo gitu aku balik ya? Keburu di kunciin sama bunda dari dalam" Ucap Gabriel
"Hmm. Bawa motornya jangan ngebut ya Kak. Hati-hati juga, kalo udah nyampe rumah langsung kabarin aku" Balas Tasya dengan suara lembutnya.
"Iya sayang. Nanti aku kabarin" Ujar Gabriel dengan senyum manisnya itu.
Blush. Kesekian kalinya pipi itu memerah. Yap, pipi Tasya merona karena panggilan sayang yang diucapkan oleh Gabriel barusan. Jika yang memanggilnya adalah keluarga Tasya sendiri pasti rasanya biasa-biasa saja, lain halnya jika panggilan sayang itu terucap dari bibir Gabriel rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan dalam perutnya.
"Kkkk. Gemes banget sih kamu" Decak Gabriel yang tidak bisa menahan rasa gemasnya itu.
"Salah kak Biel sendiri" Celetuk Tasya dengan menahan rasa malunya.
"Hehe. Besok aku jemput mau nggak?" Tanya Gabriel sebelum meninggalkan rumah Tasya.
"Emangnya gak repotin kak Biel?" Bukannya menjawab, Tasya malah balik bertanya.
"Gapapa cantik. Yaudah ya, besok aku kesini biar berangkat sekolahnya bareng sama aku" Putus Gabriel tanpa bisa dibantah oleh Tasya.
"Iya iya terserah kak Biel aja" Balas Tasya dengan wajah pasrahnya.
"Balik dulu ya cantik" Ujar Gabriel yang hanya dibalas anggukkan kepala oleh Tasya.
Setelah motor Gabriel keluar dari gerbang rumahnya, Tasya pun segera masuk ke dalam rumahnya atau lebih tepatnya lagi langsung menuju ke kamarnya. Dia harus segera menyelesaikan tugasnya.
.....
Tak terasa waktu sudah berganti menjadi pagi, setelah semalam mendapat kabar dari sang kekasih, tak lama setelah itu Tasya langsung tertidur.
Pagi ini tak ada angin tak ada hujan, Tasya akhirnya bangun tidur tanpa perlu dibangunkan oleh mamanya. Entah apa yang begitu membuat dia bersemangat sampai-sampai bangun pun tanpa perlu bantuan dari mamanya.
"Hoammm. Jam berapa sih ini?" Tanya Tasya pada dirinya sendiri.
Setelah melihat jam dan menunggu beberapa waktu, barulah Tasya beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk segera bersiap ke sekolah.
Ting,,, tong (anggaplah seperti itu bunyi bel rumah😆)
"Eh pagi juga nak Biel, ayo masuk dulu. Kita sarapan bareng" Balas Diana yang menyambut kedatangan Gabriel.
"Memangnya boleh Mah? Takutnya gak cukup sarapannya kalo Biel ikutan" Celetuk Gabriel dengan pertanyaan sembrononya itu.
"Kamu ini ada-ada aja. Mau kamu bawa ke sekolah juga boleh" Jawab Diana sambil memukul pelan tangan Gabriel.
"Oh oke Mah. Kalo gitu bungkus satu ya" Iseng Gabriel.
Diana hanya bisa menggelengkan kepalanya pasca mendengar penuturan Gabriel. Meski begitu Diana menyukai Gabriel karena sifatnya yang tidak canggung dan cepat akrab dengan keadaan di sekitarnya.
Kedua langsung berjalan menuju dapur, disana sudah duduk ketiga penghuni utama dalam rumah tersebut.
"Selamat pagi Pah, kak Nathan" Sapa Gabriel diselingi dengan senyumnya.
Nathan hanya menatap Gabriel tanpa berniat untuk membalas sapaannya.
"Pagi juga Biel. Langsung duduk saja" Balas Mikhael dan ikut mempersilahkan Gabriel.
Setelah duduk disamping Tasya, Gabriel membisikkan kalimat sapaan yang hanya bisa di dengar oleh Tasya sendiri.
"Selamat pagi kesayangan"
Tasya hanya bisa mengulum senyum dan menahan rasa malunya, karena takut ketahuan oleh orang-orang yang sedang duduk itu. Hanya mendengar sapaan Gabriel saja sudah membuat dia merona, jantungnya bahkan sudah berdisko sedari tadi.
.....
Akhirnya bisa update juga😁
Maaf ya baru bisa update sekarang🙏😣
Sehat selalu kalian semua😇
See you next part ya guys❤️