
Bugh
Bugh
"Udah Vin udah. Jangan diterusin, ntar bisa babak belur tuh muka" Cegat Vino yang dibantu oleh Alan untuk menahan Kevin.
Cuih
Kevin meludah darah yang keluar dari mulutnya akibat luka pica di dalam mulutnya itu.
"Dan untuk lo Kai, sumpah ya gue enek lia kelakuan lo tiap hari. Sehari lo gak gangguin kita bisa kan?! Lo cuma bisa buat masalah terus" Kesal Vino dengan tatapan tajamnya yang diarahkan pada Kai.
Bukannya takut, Kai malah membalas tatapan tajam Vino dengan raut wajah tanpa rasa bersalahnya itu.
"Suka-suka gue dong. Gue yang cari masalah kenapa lo yang sewot?" Balas Kai sambil mengusap sisa darah yang masih ada di sudut bibirnya.
"Nyokap bokap lo kasih makan apa sih sampe lo kayak gitu? Kurang kasih sayang kali yaa?" Semprot Alan yang sialnya malah membuat Kai kembali emosi.
"Gak usah bawa orangtua gue. Lo gak tau apa-apa soal gue" Sebisa mungkin Kai mengontrol emosinya yang kembali naik itu.
Adu argumen semakin menjadi dan baru terhenti ketika guru olahraga tiba dan segera menghentikan kedua kubu tersebut. Beliau sampai kewalahan mengurusi kedua tersangka utamanya.
.....
"Pulangnya bareng gue aja Ara" Ujar Nathan yang tanpa sengaja mendengar obrolan Naura barusan dengan papanya lewat telepon.
"Ihh Nathan. Suka banget sih buat orang kaget" Omel Naura sambil mengelus pelan dadanya.
Tanpa menghiraukan omelan Naura yang barusan, Nathan kembali menyuarakan ajakannya pada Naura.
"Baliknya biar gue anter. Gak usah mesen gojek apalagi mesen taksi" Timpalnya tanpa ingin dibantah.
Naura hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, kalau sudah seperti ini maka dia tidak akan bisa menolak ajakan Nathan.
"Pacaran mulu lo berdua, dosa jangan ditanggung. Nikah aja pak buk, biar halal sekalian juga gak sabar pengen gendong ponakan nih" Semprot Aldo yang muncul dari arah belakang dengan Vito, Devan dan Niko yang berjalan disisi kiri kanan Aldo.
Keenam orang tersebut memang sudah bersama sejak awal masuk kuliah hingga kini. Dan jangan lupakan Naura yang dijadikan bak ratu oleh kelima orang cowok tersebut.
"Kondisiin tuh muka. Ntar dikira kita ngapa-ngapain lo lagi" Cecar Niko yang sudah berdiri di samping Naura.
"Au ah males sama lo pada. Kerjaannya goda gue mulu" Cemberut Naura yang langsung berjalan meninggalkan kelima cowok tersebut.
"Ngambek dia bang" Kata Niko tanpa rasa berdosanya.
Tiba-tiba saja Niko merasa merinding, setelah membawa tatapan mata ke arah sahabat-sahabatnya, jantung Niko langsung berpacu dua kali lipat lebih cepat. Bagai pisau tajam yang siap menghunus jantungnya karena tatapan tajam ke empat cowok tersebut.
"Iya-iya ntar gue beliin makanan kesukaannya buat bujuk dia" Tanpa diperintah Niko langsung menyatakan rencananya itu agar tidak terkena sumpah serapah ke empat sahabatnya itu.
Tanpa menjawab, kelima cowok tersebut segera mencari keberadaan Naura yang entah berjalan kemana tadi.
.....
Di SMA Bintang Harapan, Tasya sedang dibuat malu oleh tingkah Gabriel. Bagaimana tidak malu, jika saat ini Gabriel bukannya menikmati makanan yang sudah tersaji di meja melainkan hanya memandang wajah cantiknya itu.
"Dimakan Kak makanannya. Jangan diliatin mulu pacarnya" Seru Rissa yang sudah jengah karena menjadi penonton gratis aksi tersebut.
Sontak suara batuk beriringan terjadi. Siapa lagi kalau bukan ketiga cowok yang saat ini langsung menganga usai terbatuk.
"Pacar? Tasya dan Gabriel? Serius?" Beo Bima tanpa sadar.
Tatapan penghuni meja tersebut langsung membawa tatapan mata mereka ke arah dia sejoli yang saat ini menjadi bahan pembicaraan tersebut.
.....
Sehat selalu kalian semua😇
Jangan lupa lika dan juga komennya yaa🤗
See you next part guys🥰