Love Hurts

Love Hurts
Jawaban Kevin



Setelah menunggu dengan cukup lama, Kevin akhirnya bisa bernafas dengan lega. Terlihat dari arah gerbang Rissa datang sambil berlari kecil.


Ceklek. Suara pintu mobil Kevin yang di buka dari luar oleh Rissa ketika dia sudah berada tepat di samping mobil Kevin.


Setelah masuk dan duduk dengan tenang, Rissa menoleh sejenak ke arah Kevin.


"Maaf ya Kak, udah nunggu lama" Kata Rissa sambil memasang seatbelt.


"Gapapa kog sayang. Gak terlalu lama juga" Balas Kevin sambil mengelus pelan rambut Rissa.


"Ini mau langsung ke rumah atau mau makan dulu?" Tanya Rissa.


"Emm langsung ke rumah kamu aja. Siapa tau nanti di tawarin makan sama camer" Jawab Kevin di selingi dengan candaannya.


Rissa yang mendengar jawaban Kevin barusan malah merona di kedua pipinya. Bagaimana tidak merona, candaan Kevin yang barusan menyebut maminya sebagai camer alias calon mertua.


"Ehh kog malah merah sih mukanya. Aku gak lagi godain kamu loh" Tambah Kevin yang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini.


Blush. Semakin meronalah pipi Rissa. Bahkan ronanya sudah sampai ke area telinganya.


"Ya ampun gemes banget sih pacar aku" Imbuh Kevin yang kemudian membawa tangannya untuk meraih pipi Rissa agar bisa di cubit olehnya.


"Kak Kevin nyebelin. Suka banget ya isengin aku" Setelah berhasil menetralkan rasa malunya, Rissa akhirnya bisa membalas candaan Kevin dengan mengatakan rasa kesalnya itu.


Setelah puas menggoda Rissa, akhirnya Kevin melajukan kendaraannya menuju rumah Rissa. Seperti biasa, kali ini pun suasana di dalam mobil Kevin tidak bisa hening. Pasalnya Rissa akan menceritakan kesehariannya di sekolah dan sekali-kali dia akan menanyakan juga perihal keseharian Kevin. Bukannya merasa jengkel, Kevin malah sangat menyukai sifat cerewet Rissa yang seperti sekarang ini.


"Padahal aku udah janjian bakal pulang bareng sama Tasya hari ini. Eh tapi aku malah baru inget kalo hari ini aku udah ada janji juga sama kak Kevin" Tukas Rissa setelah menceritakan kesehariannya itu dan tiba-tiba malah ke ingat janjinya sama Tasya.


"Gapapa. Kan Tasyanya juga ngertiin kamu. Nanti hari senin juga bisa kan pulang bareng dia. Tasya orangnya gak akan marah cuma karena hal seperti itu" Balas Kevin dengan melirik ke arah Rissa setelah itu kembali fokus ke arah jalan.


Deg,, Deg,,


Tiba-tiba saja jantung Kevin berdetak dengan cepat. Sepertinya dia sudah salah memberikan tanggapan perihal perkataan Rissa yang tadi.


"Em,,itu,,ehh,,," Kevin bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin juga jika dia harus jujur.


"Ihh kog malah gitu sih jawabannya" Selidik Rissa yang kini sudah menatap ke arah Kevin.


Untung saja saat ini Kevin sedang mengendarai mobilnya. Jika tidak, maka bisa dipastikan Rissa akan menginterogasi Kevin.


"Yah kan masalah seperti itu sudah bisa ditebak jawabannya sayang. Gak mungkin juga kan Tasya bakal marah sama kamu karena kamu udah ada janji sama aku" Kilah Kevin dengan cepat karena tidak ingin membuat Rissa semakin mencurigainya.


"Humm iya juga sih" Ujar Rissa setelah mendengar jawaban Kevin yang masuk akal itu.


Kevin bisa bernafas dengan lega kali ini. Jika dia sampai salah tanggap lagi, maka bisa jadi bumerang untuk dia sendiri di kemudian hari.


.....


Halo guys,,,


Maaf banget ya karena baru up sekarang🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤️


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua😇