
Di kampus Wiratmadja atau lebih tepatnya kampus Nathan dan kawan-kawan menuntut ilmu, sedang ramai akan agenda setiap fakultas. Bukan tanpa sebab keramaian itu terjadi, menjelang masa penerimaan mahasiswa baru semua fakultas mulai sibuk menyusun strategi maupun rencana untuk menyambut bibit-bibit baru tersebut.
"Woii Nathan, dicariin tuh sama kak Julian. Katanya nanti samperin dia di ruang persiapan ketika lo dateng" Kata Vito yang baru saja melihat kedatangan sahabatnya itu.
"Yaelah gue baru nyampe aja udah dicariin. Baru sadar kalo gue sepenting itu ternyata" Dengan bangganya jawaban itu dilontarkan oleh mulut Nathan.
"Najis gue dengernya Than. Boro-boro penting, dateng aja suka telat. Buruan susul sono, sebelum kena hukum" Balas Vito dengan wajah kesalnya.
Tanpa membalas perkataan Vito, Nathan segera berlalu dari sana dan menuju ke tempat yang disebut oleh Vito barusan.
Sementara Vito juga segera melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dengan diiringi komat-kamit yang terlontar dari mulutnya.
"Kak Nathan" Cegat Celine yang berpapasan dengan Nathan.
"Iya Cel, kenapa? Ada yang bisa dibantu?" Balas Nathan dengan ramah.
"Eh enggak Kak. Nanti malem kak Nathan sibuk gak?" Tanya Celine dengan raut wajah penuh harapnya.
"Emm belum bisa dipastikan Cel. Kenapa emangnya?" Kata Nathan sembari balik bertanya.
"Oh gitu ya Kak. Yaudah lain kali aja Kak" Ujar Celine yang sebenarnya sedikit merasa kecewa tetapi tetap menyelipkan senyum manisnya.
Mendengar itu, Nathan merasa tidak enak hati dengan junior satunya itu. Memang pada dasarnya seperti itu, mau bilang tidak sibuk tetapi pasti ada suatu hal mendadak. Jadi lebih baik jawaban yang menurut Nathan pas adalah 'belum bisa dipastikan'.
"Gue masih ada urusan lain, jadi gue duluan ya Cel" Pamit Nathan yang hanya di balas anggukkan kepala dari Celine.
.....
"Oh jadi ceritanya kamu udah jadian sama kak Biel gitu yaa?!" Tanggap Rissa dengan cepat setelah mendengar penjelasan Tasya.
Tasya hanya bisa mengangguk pelan dengan wajah yang sudah merona.
"Yaelah neng gak usah merona gitu juga kali" Sewot Rissa.
Tasya hanya bisa mengatur degup jantungnya yang masih berdebar karena habis menceritakan perihal hubungannya dengan Gabriel yang baru mulai bersemi itu. Sementara Rissa sendiri sudah tidak kaget lagi, karena dia tahu bahwa pada akhirnya mereka akan memiliki hubungan yang jelas juga tanpa bantuannya.
Dari arah pintu masuk, keempat most wanted di SMA Bintang Harapan telah mencuri semua pandangan mata para anak cewek yang saat ini sedang berada di area kantin, tak terkecuali Tasya dan juga Rissa.
Karena untuk kali ini mereka benar-benar di pandang layaknya seorang artis yang baru saja merilis album terbaru dan siap untuk melakukan fanmeet.
Keempatnya segera mencari tempat duduk. Bukannya mencari, pandangan Gabriel dan Agam hanya tertuju pada satu orang cewek. Baik Gabriel dan Agam sama-sama tidak menyadari jika saat ini perilaku keduanya membuat Geri dan Bima jadi bertukar pandang.
"Duduknya dekat Tasya sama temennya aja yok" Ajak Bima pada ketiga orang tersebut.
Tersadar dari dunia perbucinannya, Gabriel sontak membawa tatapan matanya ke arah Bima yang dengan seenaknya menentukan tempat itu.
Bima sendiri tanpa rasa berdosa segera membawa langkah kakinya menuju meja Tasya dan juga Rissa meninggalkan sahabat-sahabatnya itu.
"Boleh duduk disini gak?" Tanya Bima sambil meminta izin pada kedua orang tersebut.
Sontak Tasya dan Rissa saling melempar tatapan dan dengan kompak melihat siapa orang yang baru saja bertanya.
"Eh kak Bima. Boleh Kak boleh. Silakan" Jawab Rissa setelah mengetahui siapa orang tersebut.
Tepat ketika Bima hendak duduk di samping Tasya, dengan sigap tubuhnya segera di dorong keras dari arah belakang agar bisa bergeser lebih jauh dari Tasya.
"******. Ngajak ribut nih orang" Umpat Bima karena merasa sakit habis di dorong keras.
"Yaudah gelud aja kita. Mau dimana tempatnya?" Tanya Gabriel dengan suara dinginnya.
Kaget? Tentu saja. Bima sampai tersedak air ludahnya sendiri pasca tahu siapa orang yang baru saja mendorongnya.
"Hehehe. Bercanda bang. Lagian lo kenapa gak bilang aja sih?! Gak perlu sampe dorong juga aela" Sembur Bima yang diselipkan dengan rasa kesalnya itu.
Tanpa menghiraukan ucapan Bima barusan, Gabriel langsung saja mendaratkan pantatnya disebelah gadis kesayangannya itu.
......
Sehat selalu kalian semua😇
Jangan lupa like bila perlu komennya ya🤗
See you next part guys🙏