
Sesuai dengan janjinya pada si cantik Naura yaitu menemaninya ke toko buku yang biasa di datangi oleh adiknya itu. Usai sarapan bersama di rumah Naura, keduanya langsung berpamitan kepada orangtua Naura dan yap sekarang keduanya sudah berada di dalam toko buku.
"Mau nyari buku apa sih Nau? Kasih tau gih biar gue bantu nyariin" Tanya Nathan yang lama-lama bosan sendiri karena tidak melakukan apapun selain mengikuti jejak Naura yang dari tadi sibuk mencari-cari.
"Ihhh gak usah, biar gue aja yang nyariin. Lo kalo cape ya tinggal duduk aja sana, gak usah cosplay jadi pengawal pribadi gue" Seloroh Naura dengan tanpa beban yang sukses membuat Nathan cemberut.
"Tinggal kasih tau judul bukunya aja susah amat sih neng" Gerutu Nathan dengan wajahnya yang sudah tertekuk karena cemberut.
Naura tidak peduli dengan gerutuan Nathan, bahkan menatapnya saja pun tidak. Baiklah sepertinya Nathan harus mengalah untuk kali ini, lain kali harus menyetok sabar dengan jumlah yang cukup banyak.
.....
Tasya merasakan aura intimidasi yang muncul tatapan Gabriel yang terarah kepada Agam. Ingin rasanya Tasya bertanya, tetapi mulutnya terasa keluh seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tidak bertanya saat ini.
"Gue harap sebelum perlombaan di mulai, Lo udah ngasih tau ke kita tentang masalalu Lo dan juga temannya Kevin itu. Gue gak mau hal-hal yang gak diinginkan terjadi pada saat perlombaan" Ujar Gabriel penuh penekanan pada Agam.
Mengerti dengan situasinya yang sudah tertangkap basah, maka mau tidak mau Agam harus menceritakan kejadian yang tidak bisa dilupakan oleh otaknya itu.
"Gue ngerti, nanti gue ceritain. Gak sekarang" Balas Agam sambil melirik kecil ke arah Tasya dan juga Rissa.
Paham akan maksud dari lirikan Agam, baik Gabriel, Geri dan juga Bima kompak mengganggukkan kepala. Mungkin selesai latihan atau besok juga tidak jadi masalah, asalkan Agam siap menceritakan kejadian apa yang membuat Vino sampai emosi seperti tadi.
"Aku mau kesana bentar ya Sya?!" Ujar Rissa yang sudah berdiri dan siap melangkah ke tengah lapangan untuk memberikan air mineral kepada Kevin dan kedua temannya itu.
Tanpa menunggu jawaban Tasya, Rissa sudah lebih dulu pergi meninggalkan Tasya beserta Gabriel dan teman-temannya yang hanya menatapnya sekilas.
"Mau langsung pulang atau kemana dulu?" Tanya Gabriel pada Tasya.
"Emang kak Biel udah selesai latihannya?" Bukan jawaban yang didapat, malah pertanyaan balik yang dilayangkan oleh sang kekasih.
"Udah selesai Sya. Jadi mau kemana habis ini?" Sekali lagi Gabriel bertanya sambil menatap mata cantik Tasya.
Gabriel mengikuti arah pandangan sang kekasih.
Mengerti akan arti tatapan Tasya pada teman-temannya, sontak membuat Gabriel tersenyum kecil. Ternyata Tasya peka dengan pembicaraan mereka tadi.
"Gak ada tuh. Mungkin besok atau sebentar malam juga bisa kog. Sama kamu aja dulu untuk hari ini" Ungkap Gabriel kemudian menatap ke arah Tasya.
Mendengar penuturan Gabriel barusan, membuat Geri dan Bima sontak tertawa bersama. Inilah sisi manis Gabriel yang jarang mereka lihat selain dengan adiknya itu. Dan terbukti hari ini mereka dapat menyaksikan hal manis itu secara langsung tapi dengan orang yang berbeda.
Agam sendiri merasa hatinya seperti dicubit sesuatu, tidak terlalu sakit tapi mampu membuatnya merasakan galau. Perasaan macam apa yang sebenarnya dia miliki untuk Tasya. Tidak mungkinkan jika dia menyukai apalagi sampai memiliki perasaan pada kekasih temannya itu?!
"Yaudah kalo gitu kita ke rumah kak Biel dulu, abis baru nentuin kita kemana. Kan kak Biel harus mandi dulu, tuh badannya pada keringetan semua" Omel Tasya menatap ke arah Gabriel setelah itu ke arah Geri, Bima, dan terakhir Agam.
Geri yang memang suka mengusili Tasya, sontak berdiri dan mencoba untuk mengusili Tasya. Tasya yang tidak siap menerima usilan Geri malah dibuat kaget karena aksi Geri yang terlalu tiba-tiba itu sontak ikut berdiri dan langsung berlindung di belakang Gabriel.
"Gak usah nyari masalah deh Ger, ada pawangnya tuh. Pawangnya galak loh" Nasihat Bima yang sudah berdiri dan bersiap untuk pulang.
Gabriel malah melotot ke arah Bima, tidak setuju akan perkataan Bima. Bisa-bisanya dia dikatakan galak, memangnya dia singa hah? Bukannya takut, Bima malah membalasnya dengan tersenyum tanpa dosa.
"Gue sama Agam balik duluan. See you besok di sekolah, jangan lupa nanti ngabarin kalo kumpul" Pamit Bima dan langsung bergegas dari sana dengan Agam yang berjalan disampingnya.
"Wehhh tungguin gue, jangan main pergi aja anak syaiton. Gue gak mau jadi nyamuk" Teriak Geri dan langsung berlari mengejar Bima dan Agam yang belum terlalu jauh itu.
Gabriel dan Tasya dan geleng-geleng kepala pada tingkah Geri. Ada-ada saja Geri ini, siapa juga yang mau menjadikan dia nyamuk coba🤦🤦
.....
Finally aku upðŸ¤
See you next part guys🥰