Love Hurts

Love Hurts
Perasaan Berkecamuk



Hari sabtu ini ternyata para guru sedang mengadakan rapat dadakan. Jadi seluruh kelas bebas melakukan apa saja. Ada yang langsung ke kantin, ada yang hanya dikelas mondar mandir gak jelas, ada juga yang tidur.


"Tasya" Panggil Rissa karena sedari mereka ketemu Tasya hanya melamun terus. Entah apa yang sedang dipikirnya saat ini.


"Hmm? Kenapa?" Jawab Tasya yang tersadar dari lamunannya karena dikagetkan oleh panggilan Rissa yang agak keras itu.


"Kamu yang kenapa. Dari tadi ngelamun mulu. Lagi mikirin apasih? Serius amat" Tanya Rissa langsung tanpa embel-embel ini itu.


"Oh itu,,, gak kog. Gapapa. Aku lagi gak mood aja hari ini" Alibi Tasya dengan senyum yang dipaksakan.


"Kamu gak pinter dalam hal bohong bestii" Ceplos Rissa sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Dihh sok tau kamu. Aku gapapa sumpah" Tukas Tasya dengan menunjukkan kedua jarinya membentuk huruf V sebagai pendukung bahwa dia tidak apa-apa.


"Yakin?" Ucap Rissa yang belum percaya sepenuhnya.


"Iya Rissa pacarnya kak Kevin" Jawab Tasya sambil memutar bola matanya karena merasa jengah.


Rissa yang mendengar jawaban Tasya malah tersenyum bahagia. Sementara Tasya malah terkekeh gemas, ternyata menyebut nama Kevin ampuh dalam membuat Rissa percaya padanya.


"Boleh ikut gabung gak?" Izin seseorang pada kedua sahabat itu.


Suara yang sudah dihafal oleh Tasya dan juga yang saat ini ingin dia hindari malah tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Lah sejak kapan kak Biel main izin ke kita? Bukannya langsung main duduk aja ya" Seloroh Rissa karena merasa Gabriel yang tiba-tiba menjadi sedikit lebih sopan itu. Menurut Rissa sih begitu.


Gabriel malah terkekeh kecil. Iya juga ya? Kenapa tiba-tiba malah minta izin sih? Biasanya juga main duduk aja. Mungkin setelah kejadian semalam kali ya pikirnya.


Tanpa menunggu perintah, Gabriel segera duduk disamping Tasya tanpa memperhatikan jika saat ini Tasya malah ketar ketir sendiri antara mau pergi atau terus duduk disitu.


"Kamu kenapa sih Sya? Kog malah kelihatan gugup gitu? Itu muka juga kenapa? Kog malah merah sih? Kamu sakit?" Tanya Rissa pada Tasya yang saat ini memang kelihatan sudah memerah mukanya.


"A a aku ga gapapa kog Riss. Emang muka aku semerah itu ya?" Jawab Tasya yang membawa tatapannya menatap Rissa.


Gabriel yang mendengar namanya disebut langsung menelisik ke arah Tasya yang berada di sampingnya saat ini. Senyum kecil tak bisa disembunyikan oleh Gabriel. Bisa-bisanya Tasya se menggemaskan begini. Mau dikarungin aja bisa gak sih? Pikir Gabriel dalam hatinya.


"Kkkk. Gak usah dijawab sekarang juga boleh kog Sya. Asalkan jangan terlalu lama ya? Aku gak bisa nahan soalnya" Kata Gabriel sambil memandang Tasya dengan senyum manisnya.


"Apaan sih kak Biel. Lagipula jawaban apa sih?" Elak Tasya sambil melihat arah lain karena untuk saat ini benar-benar jantungnya sedang berlomba.


"Yaudah kalo kamu lupa. Aku tanya lagi deh sekarang, mumpung lagi ada Rissa nih. Kamu mau gak jadi pa,,," Perkataan Gabriel malah terputus. Pasalnya saat ini Tasya sedang membekap mulut Gabriel dengan membawa tatapan intensnya menatap manik hitam pekat mata Gabriel.


Deg,,, Deg


Jantung keduanya kembali berpacu dengan cepat. Tatapan keduanya kembali terkunci. Gabriel merasa senang karena akhirnya Tasya mau menatap ke arahnya. Sedangkan Tasya sendiri malah dibuat terlena dengan tatapan teduh dan hangat dari mata Gabriel.


Ekhem,,, Ekhem


Dehem Rissa dengan suara yang sedikit kuat. Tampaknya kedua sejoli itu melupakan dirinya saat ini. Dan sepertinya mereka lupa jika saat ini mereka sedang berada di area kantin, dan sudah dipastikan ada beberapa mata yang sedang menatap ke arah mereka bertiga.


"E e eh maaf kak Biel. Aku gak bermaksud kayak gitu" Ungkap Tasya setelah tersadar dari dunianya bersama Gabriel.


"Oh jadi gitu ceritanya" Ceplos Rissa yang mengerti akan situasi saat ini. Dia bisa menangkap maksud dari perkataan Gabriel yang tadi meskipun tidak sampai selesai.


Gabriel masih tersenyum kecil menatap Tasya. Dia tidak mengubris perkataan Rissa yang barusan, sebab dia terlalu fokus dengan pacarnya ini. Eitt maksudnya calon pacar😁


.....


Gimana sama part kali ini?


Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤️


See you next part:)


Sehat selalu kalian semua😇