Love Hurts

Love Hurts
Kelegaan Kevin



Setelah memgemudi cukup lama, akhirnya mobil Kevin sampai juga di depan rumah Rissa.


"Akhirnya sampe juga. Ayo turun Kak" Ajak Rissa sambil membuka seal beltnya.


"Iya Sa" Kata Kevin yang juga segera membuka seal beltnya.


Setelah keluar dari mobil, keduanya langsung berjalan memasuki rumah Rissa. Kedatangan keduanya tidak luput dari pandangan seseorang yang saat ini sedang memperhatikan keduanya dari jendela ruang kerjanya.


"Kak Kevin duduk aja dulu. Aku mau panggilin mami bentar" Kata Rissa sambil mempersilakan Kevin untuk duduk sebentar.


"Hem" Dehem Kevin yang langsung duduk tanpa banyak bicara lagi.


Setelah itu Rissa bergegas menuju dapur, dia sudah tau jika sang mami sedang berada di dapur saat ini. Kevin sendiri hanya duduk diam sambil sesekali melihat-lihat rumah Rissa yang bisa dikatakan tidak kalah mewah dengan rumahnya.


"Mami" Panggil Rissa yang saat ini sudah berdiri di belakang bundanya.


"Sayang, baru pulang ya?" Tanya Amora sambil mencuci tangannya agar bisa memeluk putri satu-satunya itu.


"Humm. Mami udah selesai masak kan?" Jawab Rissa sekaligus bertanya.


"Udah dong sayang. Sini peluk mami dulu, abis itu langsung bersih-bersih baru setelah itu kita makan siang" Ujar Amora sambil menarik putrinya agar bisa dipeluk.


Rissa langsung membalas pelukan maminya. Setelah pelukan keduannya terlepas, Rissa langsung mengutarakan niatnya untuk mengajak sang mami bertemu dengan Kevin.


"Ikut aku ke ruang tamu yuk Mi. Aku datangnya sama seseorang, mau ngenalin mami sama dia dan juga biar mami nemenin dia selama aku mau bersih-bersih dulu"


"Eh? Rupanya lagi ada tamu toh. Yaudah yuk samperin, gak baik buat dia nunggu lama" Ucap Amora sambil merangkul Rissa dan segera berlalu dari dapur.


Mami Amora tentu saja penasaran dengan siapa anaknya pulang. Terbersit sedikit rasa khawatir dalam hatinya ketika Rissa mengatakan ingin memperkenalkan seseorang yang entah siapa itu.


Kevin yang sedang duduk langsung berdiri ketika melihat kedua orang yang berbeda usia itu sudah berada tepat di depannya.


"Halo tante" Sapa Kevin lebih dulu.


"Eh anak tampan dari mana nih sayang?" Tanya Amora sambil melirik Rissa setelah itu kembali menatap pada Kevin.


"Tampankan Mi? Tamunya disuruh duduk dulu Mi, ntar kegantengannya berkurang loh" Timpal Rissa dengan mempoutkan bibirnya.


Kevin sendiri hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Pasalnya kedua makhluk di depan ini memiliki sifat yang sama, suka jujur di depan orangnya yang mereka ceritakan itu.


"Astaga sampe lupa mami. Silakan duduk nak" Persilakan Amora kemudian dia juga ikut duduk.


"Jadi ini yang mau dikenalin sama mami?" Tanya Amora yang menatap anaknya dengan penuh kasih.


"Iya mami" Jawab Rissa balas menatap maminya.


"Nama saya Kevin Sanjaya tan" Ucap Kevin sambil menyodorkan tangannya agar bisa berjabat tangan dengan mami Amora.


"Namanya bagus, persis seperti orangnya. Jangan panggil tante, emang udah setua itu ya? Panggil mami aja" Tukas Amora yang disusul dengan membalas jabat tangan Kevin sambil terkekeh kecil karena air muka Kevin menjadi sedikit memerah.


"Gak usah canggung dan juga malu-malu gitu. Memang dasarnya kamu udah ganteng" Lanjut Amora setelah melepas tangan Kevin.


"Makasih tan,, eh maksudnya mami" Ujar Kevin yang kemudian meralat panggilan barunya itu.


"Karena udah saling kenal, mami nemenin kak Kevin bentar ya? Aku mau bersih-bersih bentar" Timpal Rissa yang sedari tadi hanya memperhatikan interaksi keduanya.


"Yaudah gih. Cepetan ya, setelah itu kita makan siang. Nanti panggilin papi diruang kerjanya setelah kamu selesai ya sayang"? Pinta Amora pada Rissa setelah mengizinkan anaknya udah segera bebersih.


"Gak usah panggilin lagi. Papi disini" Bukan Rissa yang menjawab melainkan papi Barry yang saat ini sedang berjalan mendekat ke arah mereka.


"Nah karena papi udah disini, aku mau pergi sekarang. Tolong temenin mami dan juga kak Kevin ya Pi?" Ujar Rissa setelah itu segera berlalu menuju kamarnya meninggalkan ketiga orang tersebut.


Selepas kepergian Rissa, Kevin mendadak sedikit tegang. Pasalnya papi Barry menatapnya dengan lekat, seakan-akan ingin menelannya.


"Liatinnya gak gitu juga kali Pi. Kasian anaknya udah gak bisa gerak tuh" Kesal Amora sambil mencubit pelan lengan sang suami.


"Iya sayang iya" Balas Barry kemudian merubah tatapan matanya menjadi lebih bersahabat.


Kevin akhirnya bisa bernapas dengan lega ketika papi Barry akhirnya memulai obrolan terlebih dahulu. Yang tidak disangka oleh Kevin adalah sifat humble papi Barry, beliau ternyata tidak seperti dugaan Kevin. Sepertinya Kevin bisa dengan mudah mendapat restu dari kedua orangtua Rissa.


.....


Halo guys apa kabar? Maaf banget ya aku baru up🙏🙏


Kemarin² itu aku sibuk banget sama tugas-tugas aku disusul juga dengan UAS seminggu. Jadinya aku gak fokus mau buat part selanjutnya😪🤧


See you next part ya guys


Sehat selalu kalian semua😇❤️