Love Hurts

Love Hurts
Pertemuan Tak Terduga



Tatapan Tasya lurus kedepan dimana empat orang anak muda yang sedang bermain basket ditengah lapangan tersebut. Binar bahagia terpancar dari kedua bola mata cantik itu, ternyata sesenang dan sebahagia ini menemani sang kekasih latihan basket.


"Tasyaaaaaa" Panggil seseorang yang berhasil mengagetkan Tasya.


"Seneng deh bisa ketemu disini. Kan aku ada temennya" Cecar Rissa ketika sudah berada tepat di samping Tasya yang sedang duduk.


Tasya yang masih merasakan kaget, lantas mengelus pelan dadanya sembari mengatur napasnya dengan pelan.


"Rissa mah kebiasaan, suka ngagetin orang. Untung aja aku gak punya riwayat penyakit jantung" Omel Tasya pada sahabatnya itu.


Rissa hanya membalas omelan Tasya dengan cengiran khasnya. Tanpa permisi Rissa langsung menempati tempat duduk yang masih kosong disamping Tasya dan segera memeluk sahabatnya guna menenangkan Tasya agar tidak melanjutkan ocehannya.


"Dihh malah meluk-meluk lagi. Mau nyogok pake cara meluk gitu?!" Sergah Tasya yang sudah hafal dengan kebiasaan sahabatnya itu.


"Ihhh Tasya mah gitu, udah deh gak usah marah-marah mulu,,kuping aku sakit dengerin omelan kamu" Ujar Rissa yang berpura-pura menggosok kedua telinganya.


Belum sempat Tasya membalas ucapan sahabatnya, suara seseorang berhasil membuat keduanya sontak menatap ke arah suara itu.


"Gak di sekolah, gak di jalan, sama-sama gak mau mengalah. Lama-lama gue jual juga Lo berdua" Omel Geri yang entah sejak kapan sudah duduk lesehan di samping ketiga orang tersebut.


"Gue colok juga mata Lo sekarang" Datar Kevin sambil menatap tajam ke arah Geri.


Geri yang mendapat tatapan tajam dari Kevin tak membuatnya merasa takut. Yang ada dia merasa heran dan bingung karena tidak mengenali siapa Kevin.


"Colok aja Vin, nih anak perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah" Imbuh Gabriel setelah menegak setengah air mineralnya.


"Dihh apa-apaan coba? Segala bawa pemerintah, Lo kira gue beban negara gitu?" Ujar Geri yang tak terima dengan perkataan sahabatnya.


"Lah bukannya memang beban negara yang Ger?" Tanya Bima dengan tampang tak berdosanya itu.


Perkataan Bima sontak membuat mereka tertawa tak terkecuali Geri.


"Rasain tuh. Emang enak dikatain beban negara,,wleee" Ejek Rissa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Geri.


Mendapat ejekan dari Rissa membuat Geri merasa kesal. Mau membalas tapi tak jadi sebab ada pawangnya yang senantiasa membelanya. Rasa kesalnya kian menambah saat tak sengaja melihat ke arah Tasya yang juga menjulurkan lidahnya ke arah Geri.


Setelah memperkenalkan diri, ketiga orang tersebut langsung mengerti dan hanya ber-oh ria saja sebab sudah tahu nama dan siapa Kevin bagi Rissa.


"Lo anak SMA sebelah ya?" Tanya Agam.


Pertanyaan Agam hanya dibalas anggukan kepala Kevin.


"Kalian udah selesai latihannya kan?" Kevin balik bertanya ke arah empat sahabat tersebut.


"Udah Vin. Lo mau latihan juga?" Jawab Gabriel sekaligus bertanya.


"Iya. Tapi nunggu temen-temen gue bentar" Jelas Kevin.


Tak lama mengatakan itu, teman-teman Kevin sudah terlihat dari arah belakang Kevin.


"Mereka?" Suara Agam sembari menatap ke arah belakang Kevin.


Kevin yang mendengar itu sontak membawa tatapannya ke arah belakang, setelah itu kembali menatap kedepan dan menganggukkan kepalanya.


"Sorry telat Vin. Gue masih bantuin nyokap dulu tadi" Jelas Vino setelah berdiri tepat di samping Kevin.


Lagi-lagi Kevin hanya menganggukkan kepalanya.


Alan tak memberikan penjelasan apapun, tetapi yang pasti Kevin sudah tahu alasan kenapa sahabatnya yang satu ini telat.


Pertemuan tak terduga itu ternyata membuat suasana yang tadinya ceria berubah menjadi canggung dan juga dingin.


Mau tahu kenapa bisa seperti itu???


.....


See you next part guys 🤗