
Kevin yang baru selesai memarkirkan mobilnya di garasi, malah terkejut ketika mendengar suara yang tiba-tiba itu.
"Dari mana kamu? Jam segini baru balik,!" Tanya kakek Wilardi.
Kevin yang tadinya masih terkejut langsung memutar mata karena merasa jengah dengan pertanyaan kakeknya itu. Dia bukan anak kecil yang setiap saat harus ditanya keberadaannya.
"Abis ngantar temen tadi" Jawab Kevin dengan sekenanya.
"Ngantar temen sampe jam segini? Temen macam apa yang kamu maksud heh?!" Balas kakek Wilardi dengan suara yang sudah naik satu oktaf.
"Cukup Kek. Aku bukan anak kecil lagi. Udah cukup kakek ngatur hidup aku. Aku juga bukan boneka yang bisa kakek mainin sesuka kakek. Aku capek, mau istirahat. Permisi" Cecar Kevin yang langsung berjalan memasuki rumahnya meninggalkan sang kakek.
Habis sudah kesabarannya selama ini. Dia sudah biasa ketika kakek Wilardi mengatur kehidupan dia sewaktu masih SD bahkan SMP, tetapi ketika beranjak SMA Kevin benar-benar sudah lelah dengan sikap kakeknya itu.
"Sudah pulang sayang?" Tanya Hana mamanya Kevin.
"Sudah. Aku masuk dulu, mau mandi terus istirahat" Jawab Kevin yang hendak berlalu.
"Jangan tidur dulu. Makan malam dulu, setelah itu baru istirahat" Ingat mama Hana pada Kevin.
Kevin hanya mengganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan perkataan sang mama. Setelah itu dia bergegas ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Huftt
Terdengar helaan nafasnya yang cukup berat dari Kevin. Dia lelah dengan jalan hidupnya sendiri. Dia juga ingin menjalani kehidupannya dengan normal.
***
Setelah makan malam selesai, dan istirahat sejenak. Gabriel segera bersiap untuk mengantar Tasya pulang.
"Sini aku pakein helmnya" Kata Gabriel yang melihat Tasya hendak mengambil helm tapi keduluan oleh tangan Gabriel.
"Aku bisa sendiri kak Biel. Emang aku anak kecil apa?" Protes Tasya sembari dia mendekat ke arah Gabriel.
"Kamu kan emang anak kecil" Goda Gabriel sambil memakaikan helm pada Tasya.
"Jangan mulai jail deh Kak. Gak capek apa jailin aku?" Cemberut Tasya dengan melayangkan tatapan jengahnya pada Gabriel.
"Gak capek. Kan udah aku bilang kalo jailin kamu itu udah jadi hobi baru aku" Balas Gabriel yang sudah siap dengan motornya. Sisa Tasya naik maka mereka siap jalan.
"Hobi apaan tu? Yang ada cuma bikin kesel orang aja" Cibir Tasya yang beranjak naik ke atas motor.
"Kamu kalo kesel itu keliatan manis. Makanya aku gak capek jailin kamu" Bukannya berhenti, Gabriel malah kembali menggoda Tasya.
Tasya malah mencubit pinggang Gabriel karena sekarang dia benar-benar kesal dengan perkataan tersebut.
Bukannya rasa sakit, Gabriel malah merasa geli. Tetapi berpura-pura sakit. Pasalnya dia bisa melihat raut wajah Tasya yang sudah semerah tomat karena merasa kesal dengannya.
"Iya-iya gak lagi kog. Dih seremnya kalo lagi kesel. Tuh muka udah kayak tomat aja" Seloroh Gabriel yang mulai menjalankan motornya.
"Biarin. Hmppt" Balas Tasya sambil membuang pandangannya kearah lain ketika dia dan Gabriel yang tanpa sengaja saling menatap lewat kaca spion.
Gabriel yang mendapati balasan Tasya hanya tersenyum kecil. Gemes banget sih anak orang. Pikir Gabriel seperti itu.
***
Selama perjalanan, baik Gabriel maupun Tasya sama-sama menikmati pemandangan yang ada. Gabriel yang melihat jikalau Tasya sedikit menggigil itu bukannya melajukan kendaraannya, malah dia pinggirkan motornya agar bisa berhenti sejenak.
"Kenapa berhenti kak? Ada yang ketinggalan ya?" Tanya Tasya langsung.
"Gak ada yang kelupaan kog. Bentar" Balas Gabriel sambil membuka jaketnya untuk dipakaikan ke Tasya.
"Nih pake. Kamu kedinginan kan? Tadinya kirain bakal pulang sore jadi kamu gak persiapan bawa jaket kan?" Lanjut Gabriel sembari memberikan jaketnya pada Tasya.
"Tapi nanti kak Biel yang kedinginan. Kan kak Biel yang bawa motornya" Balas Tasya yang belum mengambil jaket dari tangan Gabriel.
"Aku gapapa. Yang penting kamu dulu. Takutnya nanti kamu malah masuk angin terus bisa jatuh sakit nanti" Jelas Gabriel yang langsung memakaikan jaketnya pada Tasya. Karena jika menunggu persetujuan Tasya maka bisa-bisa gak selesai nanti.
"Serius nih?" Tanya Tasya untuk memastikan lagi.
"Iya cantik" Balas Gabriel yang langsung kembali ke posisi awalnya.
"Makasih ya kak Biel" Ucap Tasya dengan senyum tulusnya pada Gabriel.
"Emm sama-sama cantik" Balas Gabriel yang kembali menjalankan motornya.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka yang sempat terhenti itu.
.....
Oke segini dulu untuk hari ini.
Maaf ya upnya lama🙏
Tapi makasih banyak yang masih setia menunggu part selanjutnya🥰
See you next part ya guys☺