Love Hurts

Love Hurts
Keadaan Yang Berbeda



Rissa tidak berhentinya mengomel tatkala mengetahui kalau sang kekasih baru saja berkelahi dan diceramahi oleh guru.


Setelah jam pelajaran ketiga berakhir, Rissa langsung bergegas ke sekolah Kevin tanpa memberitahukan Tasya. Dia memberitahukan hanya melalui chat saja. Dan ketika dia sudah sampai di sekolah Kevin, Rissa malah di hadiahi wajah Kevin yang terdapat luka sobek kecil disudut bibirnya.


"Emang kak Kevin masih anak kecil apa? Sampai harus berkelahi dengan temen sendiri. Temen kak Kevin juga kenapa sih? Kalo ada kesalahpahaman ya harus diomongin baik-baik bukan langsung main pukul aja. Buat gregetan aja tau gak. Lain kali jangan gitu lagi. Sampai aku tau kak Kevin berantem lagi, aku bakalan marah sama kak Kevin"


"Kkkk. Lucu banget sih kalo lagi marah" Timpal Kevin yang langsung mencubit pelan pipi Rissa.


Rissa langsung melongo ketika mendengar perkataan Kevin yang malah menggodanya. Dia jadi semakin gemas sama pacarnya itu. Bisa gak sih dia cubit saja untuk melepaskan rasa gemasnya itu?


"Sini. Deketan, biar aku olesin salep dulu lukanya. Tahan sebentar ya kak kalo perih" Ucap Rissa yang sudah siap dengan salep ditangannya.


Dia jadi memiliki ide untuk memberi pelajaran pada Kevin yang sudah menggodanya tadi.


Kevin yang tadinya masih terkekeh kecil, spontan terdiam dan langsung menatapi Rissa. Oke kali ini dia akan mendengarkan pacarnya. Tiba-tiba saja dia memiliki perasaan was-was ketika melihat senyum Rissa yang terlihat seperti akan menyiksa orang saja.


"Aaaaaah" Teriak Kevin yang tiba-tiba merasa sakit. Bukan perih karena di olesi salep tetapi karena Rissa yang sengaja menekan kuat lukanya.


Rissa sendiri tidak merasa bersalah. Itulah hukuman jika berani mengacuhkan peringatannya.


"Ampun sayang. Gak gitu lagi kog. Janji" Ucap Kevin membuat Rissa tersenyum lebar.


"Nah gitu dong. Kan pinter kalo nurut gini" Timpal Rissa tepat setelah dia selesai mengobati luka Kevin.


"Sakit sayang. Bukannya sembuh tapi malah semakin sakit ini lukannya" Kevin mengatakan itu sambil menunjukkan wajah sakit bercampur sedihnya yang membuat Rissa menjadi gelagapan sendiri.


"Maaf kak. Aku jahat banget ya?" Sesal Rissa dengan kepala menunduk.


Kevin yang melihat itu hanya bisa menahan suara tawanya. Dia tidak serius mengatakan itu. Dia hanya ingin menjahili pacarnya itu, tetapi malah dianggap serius oleh Rissa.


"Kkkkk. Gapapa sayang. Aku becanda aja" Tak tahan dengan wajah sedih Rissa yang menggemaskan itu, Kevin akhirnya mengaku juga kalo dia hanya bercanda.


Bukannya merasakan sakit, Kevin malah merasa geli. Dia langsung menangkap tangan Rissa dan menggenggamnya dengan sedikit erat.


"Maaf ya. Jangan sedih lagi. Aku cuma bercanda kog. Sebagai permintaan maaf aku, gimana kalo kita ke taman hiburan?" Ajakkan Kevin yang langsung dibalas oleh angukan kepala Rissa dengan mata berbinarnya.


Yaampun menggemaskan sekali Rissa. Bisa gak sih kalo Kevin umpetin Rissa biar gak di ambil orang lain.


Oke kita tinggalkan dua sejoli ini sebentar. Kita kembali ke Tasya dan juga Gabriel yang saat ini sedang berada di warung makan bakso.


***


Gabriel memang sengaja mengajak Tasya untuk makan siang bersama menggunakan alibinya yaitu makan gratis alias ditraktir.


Sambil menunggu pesanannya datang, Gabriel mengajak Tasya untuk mengobrol seputar jam pelajaran terakhir tadi.


"Gimana belajarnya tadi? Gak bosan kan?" Gabriel menanyakan itu sebab dia tau pelajaran terakhir dikelas Tasya adalah Sejarah. Dan lebih parahnya lagi guru yang mengajar pelajaran tersebut sangat tidak nyambung dalam menjelaskan pelajaran tersebut.


"Hiii udah tau bosan malah pake nanya lagi" Cecar Tasya sambil memanyunkan bibirnya.


Gabriel sendiri malah terkekeh gemas dengan wajah cemberut Tasya. Dia tidak pernah bosan melihat ciptaan Tuhan yang satu ini.


"Gak usah manyun gitu juga. Ntar bibirnya makin panjang" Usil Gabriel yang terkekeh kecil.


"Isshh kak Biel makin nyebelin aja tau gak" Timpal Tasya yang sudah kebal dengan keusilan kakak kelasnya itu.


"Hahaha. Kamu kalo lagi marah tu gemes banget tau gak. Pengen karungin kamu aja bawaannya" Bukannya berhenti, Gabriel semakin menggoda Tasya.


Belum sempat Tasya membalas perkataan Gabriel, kang baksonya meminta permisi untuk menaruh pesanan mereka dimeja.


Tak lama setelah itu, keduanya memulai aktivitas makan masing-masing tanpa banyak berbicara lagi.