Love Hurts

Love Hurts
Izin Dari Mama Diana



Setelah 20 menitan berkendara Gabriel dan juga Tasya akhirnya sampai. Setelah Gabriel mengambil helm yang dikenakan oleh Tasya, dia segera memarkirkan motornya dekat garasi rumah Tasya.


"Masuk dulu kak. Sekalian rehat sejenak sambil nungguin aku siap-siap" Ucap Tasya sambil membuka pintu.


"Oke cantik. Siap ditungguin"Balas Gabriel yang mengekor dibelakang Tasya.


Tepat ketika Gabriel hampir mendaratkan bokongnya disofa, terdengar suara dari arah dapur yang berjalan mendekat ke arah Tasya dan juga Gabriel.


" Tasya, Biel" Panggil mama Diana.


Tasya maupun Gabriel sama-sama menoleh ke arah sumber suara tersebut. Gabriel sontak berdiri tegak kembali.


"Mama,,,, Tante" Sahut Tasya dan Gabriel secara bersamaan.


"Udah makan kalian berdua?" Tanya mama Diana yang sudah berdiri disamping Tasya.


"Udah Ma,,,, Udah tante" Lagi-lagi jawab mereka kompak.


"Emm, padahal udah mama masakin lo. Makanan kesukaan kamu" Ucap mama Diana dengan wajah sedihnya.


Sebenarnya mama Diana tidak sedih, dia hanya ingin menjahili anak perempuannya itu. Jarang-jarang dia menjahili anaknya itu dan ini sebuah kesempatan pikir mama Diana.


Baik Tasya maupun Gabriel sama-sama menunjukkan ekspresi tak enak hati. Ingin menolak lantaran sudah kekenyangan tetapi ini buatan mamanya. Tasya langsung menundukkan kepalanya, pertanda dia sedih dan juga bingung.


Gabriel sendiri langsung menahan senyumnya ketika melihat kedipan mata mama Diana kepadanya. Dia tau arti kedipan mata itu. Alhasil dia hanya bisa menahan suaranya agar tidak terkekeh.


"Gimana dong Sya? Masa mau dibuang makanannya. Mama udah masakin cape-cape tau" Cecar mama Diana yang semakin aktif menjahili Tasya.


Tasya yang tadinya menundukkan kepala, spontan mendongak menatap mamanya. Tak lama setelah itu,,,,


"Ishh mamaaaa" Kesal Tasya yang berhasil melihat wajah mama Diana yang sudah tersenyum menggoda kepadanya.


"Mama sama kak Biel sama-sama nyebelin. Tau ahh, pokoknya aku ngambek" Lanjutnya Tasya sambil membuang wajahnya ke arah lain. Dia tidak ingin wajah merahnya dilihat oleh mama Diana maupun Gabriel.


Sedangkan mama Diana dan juga Gabriel langsung terkekeh.


"Lahh kog malah bawa-bawa nama aku sih?!" Sela Gabriel masih dengan sisa-sisa kekehannya.


"Terserah" Balas Tasya yang langsung berlalu dari situ menuju kamarnya itu segera membersihkan diri.


Mendengar permintaan izin dari Gabriel, mama Diana tidak menolak itu. Hanya saja diberi perhatian agar nanti mengantar Tasya pulang jangan terlalu malam. Takutnya nanti ada apa-apa di jalan.


***


"Masuk gih. Udah ditungguin sama orangtua kamu" Titah Kevin pada Rissa setelah mereka sampai didepan gerbang rumah Rissa.


"Eumm, bentar. Masih pengen peluk kak Kevin" Sela Rissa yang saat ini sedang memeluk mesra pacarnya.


"Ini udah hampir 10 menitan lo cantik. Takutnya nanti mama sama papa kamu gak sengaja liat kita kaya gini. Bisa-bisa aku di aduin ke kantor polisi" Timpal Kevin sambil mengelus sayang rambut Rissa.


Rissa yang tadinya masih memeluk Kevin langsung melepas pelukkannya itu. Dia menatap Kevin dengan raut wajah bingungnya.


"Kenapa dilaporin ke kantor polisi? Kan kak Kevin gak nyulik aku" Seloroh Rissa


Kevin spontan tertawa. Dia menjadi gemes sama pacarnya ini. Selain cantik, sifat polosnya mirip-mirip dengan Tasya. Salah satu poin juga kenapa dia bisa memacari Rissa.


"Kenapa ketawa kak? Gak ada yang lucu tau" Ucap Rissa sambil menatap Kevin yang mulai mengatur nafasnya dengan stabil.


"Kkkk. Muka kamu nih yang lucu" Balas Kevin sambil mencubit pelan pipi Rissa.


"Udah buruan masuk. Aku juga harus segera balik. Besok semoga bisa jalan. Atau gak kamu nemenin latihan basket?!" Kata Kevin pada Rissa.


Mendengar penuturan Kevin, Rissa sontak tersenyum lebar. Oke semoga besok dia bisa memiliki waktu luang berdua dengan durasi yang sedikit lama dengan pacarnya ini.


.....


Oke segini dulu untuk part kali ini.


Maaf baru bisa up🙏


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua😇


Jangan lupa saran dan masukannya🙏