
Tidak hanya malam pertama yang berlangsung panas, tapi siang harinya usai pertemuan dengan sederet pejabat serta pengusaha. Elang kembali mengagahi Catlin di atas ranjang. Bukan memberi hukuman melainkan ketagihan, candu.
Permainan siang hari keduanya pun tidak kalah menegangkan, bahkan sangat liar. Catlin Lucero kewalahan dalam menyerah mengimbangi suaminya itu.
Seandainya dia tahu lebih awal nikmatnya bercinta pasti sejak lama menyusul Aksara.
“Pantas saja Aksa betah berlama-lama di kamar bersama Nyonya Ajeng.” Kata hati Elang.
“Nona Catlin pandai menyenangkan suami.” Gumam Elang, lagi-lagi ditinggal tidur oleh Catlin yang kelelahan.
Setelah dua hari menikah secara mendadak, Catlin dan Elang kembali ke Zurich-Swiss. Nona muda Lucero sangat malu dan tidak menduga jika Elang, suaminya itu seorang pria yang gagah, melebihi ekspektasi.
Sudah melakukan berulang kali tetap saja Elang dan Catlin canggung, dihadapkan pada situasi formal seperti ini. Catlin tidak mau keluar dari mobil karena malu.
“Bisa habis jadi bahan bully Aksa.” Lirihnya memilih meringkuk di balik jok.
“Ehem. Kenapa diam? Ayo turun!” Elang yang tidak mengerti terus menarik tangan istrinya, hingga menginjakkan kaki di pelataran Mansion Caldwell.
“Kamu tidak perlu malu, aku sudah melihat semuanya, merasakannya dan mungkin kamu sebentar lagi hamil.” Kata-kata yang sangat jelas terdengar oleh para pelayan yang hilir mudik.
“T-tapi Elang kita kan ...” Catlin hanya menghela napas pelan ketika suaminya menyatukan jemari mereka.
“Tidak ada kata tapi. Kita harus saling menerima satu sama lain. Menyadari status masing-masing. Aku sudah membeli rumah, mulai hari ini kita tinggal berdua di sana.” Ucap Elang.
Dirinya tidak akan nyaman bila tetap tidur di mansion ini atau rumah mertua.
“Hah?” Catlin menganga. “Dia keren banget. Aku semakin kagum, maaf ya Elang selama ini banyak menghina kamu.” Ungkapan hati yang tertahan di bibir.
Tujuan Elang datang ke mansion untuk pamit sekaligus membawa barang-barang pentingnya.
Elang berjalan ke bangunan khusus asisten pribadi, sementara Catlin bersama Ajeng duduk di taman. Menunggu para suami yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
“Bakti pertama sebagai istri di mulai.” Gumam Catlin. Suka atau tidak dirinya harus menjalani peran baru, serta membuka hati untuk Elang.
Catlin bersenandung sembari melangkahkan kaki. Senyum anku sekarang dia menemui wanita lain. Ck, jadi ini alasannya pulang ke mansion. Dasar. Semua pria sama saja. Awas kamu Elang, aku pastikan hanya Catlin Lucero yang bisa memiliki hatimu. Dan Carol, siap-siap angkat kaki dari negeri ini.”
Catlin meradang, panas dadanya . Walaupun belum mencintai Elang setidaknya kebersamaan mereka selama dua hari menjadi pertimbangan.
Catlin menghampiri keduanya dan melepas tangan Carol dari punggung Elang, menghempas wanita itu hingga tersungkur ke lantai.
“Murahan sekali kamu Carol. Tahu kan mencari pekerjaan saat ini sangat sulit. Ah iya sepertinya tidak ada negara yang bisa menerima mu.” Seringai licik tercetak di bibir Catlin.
Dengan kekuasaan Tuan Lucero di pemerintahan. Catlin bisa melakukan apapun termasuk menyingkirkan semua hama liar.
“Aku tidak bermaksud…” Carol mencoba memberi alasan.
“Diam. Kalian berdua diam!” Elang membantu Carol, bahkan memeriksa pergelangan tangan wanita itu memastikan tidak terkilir.
“Ck, aku terjebak cinta segitiga?” gumam Catlin.
“Catlin kamu tidak boleh kasar kepada Carol, kamu harus menyayanginya!” ucap Elang penuh penekanan.
Perintah gila itu berhasil menyakiti hati Catlin untuk pertama kali di usia 31 tahun.
***
jempolnya boleh ya 🙏🤗