I'M A Billionaire

I'M A Billionaire
BAB 48 Kesepakatan Licik



“Kamu?” tunjuk Rayana menggunakan dagunya yang sedikit terangkat. Gerakan cepat dua bola matanya mengidentifikasi lokasi. “Aku di mana?” perubahan wajah Rayana begitu ketara, terkejut, takut sekaligus berpikir dan berusaha menjaga jarak, walaupun anggota gerak tubuhnya terikat kuat.


“Ssst jangan berisik, kau hanya perlu melakukan tugasmu saja. Setelah itu tetap terikat denganku selamanya, mau kan?” Andres menyeringai nakal, tidak ada salahnya kan kalau memiliki kakak dan adik dalam satu istana?


“Siapa ya yang lebih cocok ku jadikan istri kakak atau adiknya?” gumam Andres terus memandangi wajah Rayana seraya memainkan pisau lipatnya.


Tubuh Rayana menegang, rasa perih di punggung kakinya akibat goresan pisau sangat sakit, darah segar bercucuran ke bawah.


Wanita ini tidak tahu apapun, bahkan pertama kali bertemu pria seperti Andres, “Sakit jiwa.” Umpat Rayana terang-terangan. Dia bukanlah wanita yang mudah ditindas,a tapi perlakuan curang seperti ini terpaksa membuatnya pasrah.


Rayana yakin ada hubungannya antara adik ipar dengan pria sakit jiwa ini, dari penampilan dipastikan orang asing, pendatang, mukanya sedikit mirip Aksara. Lalu yang membingungkan untuk apa mendadak datang mengajaknya menikah?


Tidak mungkin juga kalau salah satu anggota keluarga Aji, memintanya bertanggung jawab atas kondisi yang menimpa Aji saat ini.


“Tidak penasaran siapa aku? Aku lupa belum memperkenalkan diri, semua karena terpikat pesonamu Nona Rayana atau ku panggil Dokter saja?” Andres semakin mendekat, mengikis jarak. Menyentuh rambut panjang bergelombang milik Rayana. “Aku …” sengaja menggantung kalimat, berbaring di sisi, menghadap wajah cantik Rayana yang sedang ketakutan.  


Menempelkan bibir pada telinga, mulai membuka mulut dan berkata, “Aku Andres Zotan Caldwell, kakak sepupu Aksara Kaisar Caldwell, ya bisa jadi bukan, karena darah yang mengalir di tubuhku berasal dari luar keluarga Caldwell.” Andres segera menarik tubuhnya, menjauhi Rayana, dia ingin tahu reaksi apa yang diberikan setelah mengetahui siapa pria misterius yang mendadak melamarnya.


“Masalah Anda dengan Aksara, aku tidak ada hubungan dengannya. Aku tidak mengenalnya.” Teriak Rayana, berharap ada seseorang yang mendengar suaranya dan menerobos masuk, menolongnya.


“Ah kau bilang tidak kenal tapi menyebut namanya. Aku tahu kalian tidak akur, kamu memerlukan bantuan untuk balas dendam? Tenang semua mudah” Andres tidak main-main, mencengkeram seluruh rambut hitam bergelombang itu hingga sakit pada kepala Rayana.


Dalam otaknya, Rayana berpikir bahwa Andres adalah lawan yang sepadan dengan Aksa, berbeda dari Aji, bukannya menyelesaikan pekerjaan malah menambah bibit masalah baru. Namun, dokter cantik ini yakin ada bayaran mahal di balik penawaran menggiurkan.


Cukup lama bibir Rayana tertutup rapat, tidak menerima atau menolak. Sebenarnya ingin menghancurkan adik iparnya, tapi Andres bukan Aji, dia tidak bisa mengambil keputusan tanpa berpikir.


“Beri aku waktu … sampai besok. Tapi apa yang kau inginkan? Atas dasar apa?” tanya Rayana ragu-ragu, berani menatap kedua mata Andres yang tertuju kepadanya.


“Sangat mudah, aku tidak ingin tangan ini kotor. Kalau aku bergerak sendri, sulit mendekati Aksara.” Kedua tangan Andres tidak tinggal diam, lancang memotong rambut panjang Rayana menggunakan pisaunya.


“KAU? Rambutku? Jadi melepaskanku ke kandang singa, begitu? Setelah tujuanmu tercapai, pergi begitu saja, benar? Enak sekali Tuan Andres.” Rayana menggerakkan kedua tangan dan kaki, berusaha melepaskan diri dari kuatnya borgol. “Argh …”


“Siapa bilang aku meninggalkan wanita secantik dokter? Menikahlah denganku maka kekuatan kita sama, Aksa dan adikmu tidak akan menyangka hal ini terjadi benar kan? Lagi pula asisten pribadinya berpihak kepadaku, untuk apa takut?” Andres yang sangat membenci Aksara merencanakan sesuatu hal yang jahat, apapun caranya harus bisa merebut kepemilikan saham 55%.


Setelah keturunan terakhir Caldwell meninggal dunia, maka seluruh kekayaannya menjadi milik Andres. Bukan hanya Cwell Group, tapi aset Henry yang di mancanegara, dibawah kekuasaannya.


“Bantulah aku untuk membalas dendam. Aku berjanji apapun keinginanmu dengan mudah ku berikan. Bagaimana?” Andres lebih dulu menyelidiki tentang siapa saja yang terlibat masalah dengan Aksara. Dia sengaja menggunakan Rayana, karena Aksara tidak akan mungkin berani menjatuhkan hukuman berat pada saudara kandung istrinya.


Alih-alih menolak, Rayana justru menyetujui kerja sama yang diajukan Andres. Senyum manisnya tidak pudar dari bibir. “Aku akan menjawab setelah kamu melepaskan ikatan ini.” Suara mendayu Rayana, menggoda Andres agar tunduk, dan tidak menyakiti fisiknya lagi.


“Ok, ingat satu hal cantik. Jangan memaksaku menghukum mu secara paksa malam ini.” Andres membuka satu persatu borgol yang terpasang. Dia puas usahanya tidak sia-sia, benar kan kekuatan uang sangat dahsyat? Wanita di depannya tidak waras lagi, demi materi rela menjadi budak untuk menghancurkan Aksara.


Setelah terlepas semua, Rayana menjawab sangat lantang, penuh keyakinan, “Aku bersedia menikah denganmu, dengan satu syarat. Pernikahan kita harus terdaftar di catatan sipil.” Tegas Rayana, tangannya pun mulai nakal menyentuh rahang Andres.


“Setuju, tapi jangan pernah berpaling, karena aku akan mencarimu sampai ke lubang semut.” Ancam Andres, membantu Rayana mengobati luka di punggung kakinya.


“Jangan ragu, aku bukan wanita yang tidak tahu diri, menerima bayaran tanpa bekerja.” Rayana yang semula takut, sekarang menantang Andres. Dia sangat yakin pria di depannya ini pengecut, terbukti kan memperalat orang lain hanya untuk dijadikan boneka?


Dia salah sempat berpikir bahwa Andres, memiliki kekuatan yang setara dengan Aksara.


“Imbalan apa yang aku terima setelah berhasil membantumu? 25% kekayaanmu bisa? Ah rasanya itu terlalu sedikit, benarkan Tuan?” melingkarkan kedua tangan di leher Andres. Mengikis jarak dan sengaja menghembuskan napas tepat di pipi pria itu.


“Hanya uang, selain aset apapun keinginanmu aku penuhi. Kita menikah bukan karena cinta jadi jangan harap pembagian aset, paham?” Andres mendorong tubuh Rayana hingga tersungkur ke atas karpet, dia tidak peduli calon istrinya terluka atau patah tulang, yang jelas, kesepakatan sudah terikat. Bukti rekam suara dan video menjadi saksi.


“Semua wanita sama, murahan. Baru melakukan sedikit kerja meminta 25% aset. Sayangnya itu tidak akan pernah terjadi, bahkan sepeser uang pun hanya mimpi.” Andres tertawa dalam hati, baginya aturan main hanya bisa dilanggar dan berubah di tangannya, orang lain harus tunduk dan patuh. Ada hukuman yang telah disiapkan bagi pelanggar.


Andres menyambar jaketnya di atas sofa, berjalan keluar kamar meninggalkan Rayana sendirian. Tepat tangannya memegang kenop pintu, dia memutar tubuh, “Cincin pernikahan ada di laci, gunakan! Jangan dekat dengan pria manapun atau ku habisi mereka, mengerti dokter?”


 


Tbc


**


Ini Rayana dapat jodoh.


ditunggu like dan komennya🙏