I'M A Billionaire

I'M A Billionaire
Ekstra Part 4



“Haus” kata Elang menyesap kopi dingin yang baru saja dibelinya dari cafe bandara.


“Ini pesawat masih di mana? Kenapa lama? Dia terbang atau jalan, terus kena macet?” keluh Elang, sudah lebih dari dua jam menunggu di bandar udara. Mendapat mandat khusus untuk menjemput Maya dan Rayana.


“Time is money.” Elang selalu menatap pada jam tangannya.


Elang menyandarkan kepala, melepas lelah sejenak.


Bayangkan saja, selama dua hari dia harus menemani Aksara keliling Spanyol, dari Kota Madrid, San Sebastian, Valencia, Sevilla, Cádiz, Barcelona dan Santiago de Compostela, mencari lokasi yang pas untuk mendirikan stadion sepak bola.


Di sana Aksara membeli salah satu klub sepak bola, dengan harapan ketika besar nanti Bryatta bisa menjadi salah satu bintang lapangan hijau. Bahkan Elang dibuat pusing karena di area taman mansion, Aksa menginginkan lapangan dengan kualitas terbaik.


Sekarang, hari liburnya. Digunakan untuk menjemput dua penyihir. “Oh God belum datang juga? Luar biasa.” Kesal Elang dia berdiri dan berjalan menuju toilet. Tapi, sepertinya ini hari sial bagi Elang, karena seorang wanita berambut pirang, menabrak punggungnya dari belakang sangat keras seperti kendaraan tanpa rem.


Apa yang terjadi? Kepala Elang membentur dinding, kening dan hidungnya menjadi korban.


“Apa Anda tidak punya mata?” Bentak Elang.


“Eh … Elang kamu di sini? Lagi apa? Nunggu siapa?” tanya wanita itu.


“Nona? Kenapa Anda selalu ceroboh? Bukankah Anda sedang menjalani studi magister?” tanya Elang kepada Nona Muda Lucero yang selalu berpenampilan menarik perhatian semua orang.


“Yak kau benar. Aku kabur, pusing belajar terus. Aku kangen Ajeng. Kamu di sini lagi apa?” tanya Catlin terus mengintrogasi asisten pribadi temannya.


“Saya …” belum sempat menjawab pertanyaan. Suara wanita memanggil namanya, menyakiti telinga Elang.


“Elang? Itu kamu kan?” teriak Rayana.


Seketika Elang menghampiri dua wanita yang ditunggunya, memberi salam kepada Maya dan Rayana, lalu berjalan menuju mobil. Meninggalkan Catlin dengan segala kebingungan yang ada.


“Itu kan istrinya Andres dan mertua jahatnya Aksa. Mau apa mereka ke sini?” Jiwa paparazi Catlin bekerja giat. Dengan kecepatan kedua kaki, mengikuti Elang dan bertekad mencari tahu.


Catlin terbelalak, melihat Elang membuka pintu untuk Rayana. Dia tidak suka, karena bagaimanapun Rayana orang yang jahat tidak bisa menghargai orang lain.


Kaki jenjangnya melangkah mantap. Bahkan Catlin menahan pintu yang sebentar lagi hampir tertutup.


“Keluar! Pindah ke belakang! Sekarang! Ini perintah dan kamu harus patuh atau jalan kaki dari bandara.” Ketus catlin menarik tangan Rayana, lalu menghempaskan cukup kasar.


Catlin duduk manis di samping Elang, dia merasa, harus menyelamatkan temannya dari wanita seperti Rayana.


**


Tiba di mansion Aksa. Elang membantu Maya dan Rayana, membimbingnya masuk ke dalam bertemu Ajeng.


Lagi-lagi Nona Muda Lucero tidak menyukai sikap Elang yang terlalu lemah lembut.


“Bukannya dia itu membenci kakak ipar Aksa, tapi sekarang sikapnya beda, jangan-jangan … mungkin Elang suka sama Rayana? Hah, ini pasti salah. Seorang Elang tidak bisa jatuh hati kepada wanita yang …” Catlin menarik napas karena satu tepukan mendarat keras di bahunya.


“Mengintip di rumah orang merupakan tindak kejahatan.”


“Kamu mau di hukum apa?”


“Bertamu dengan baik, bukan begini caranya! Di mana sikapmu sebagai seorang Nona Muda Lucero?”


“Nakal.”


Peletak


“Aw sakit… kamu…” tunjuk Catlin, keningnya panas akibat disentil orang itu.


***


***


Boleh minta jempolnya?


Siapa tahu pembaca setia Aksa ada yang mau bantu kasih rate ⭐5


sedih loh sedih loh potek potek


tiba tiba muncul dan kasih ⭐1


kalau suka, boleh ikuti alur ceritanya


kalau kurang berkenan dan tidak sesuai selera silakan tinggalkan


karena satu oknum tidak bertanggung jawab jadi turun novelnya


Merusak karya orang. Setelah ditelusuri juga ybs beberapa kali memberi rate buruk ke novel yang lain.


hadeuh ... jadi hilang mood untuk update


teman-teman suka tapi hanya bisa like aja tanpa komentar atau gift atau vote gak masalah tetap aku ucapkan terima kasih banyak 🙏


untuk teman-teman yang merelakan jempolnya ketik panjang lebar komentar, beri gift dan vote, terima kasih banyak 🙏


tapi kalau sudah merusak karya duh tidak bisa diungkap dengan kata-kata karena SUNGGUH TERLALU


tapi sudahlah mari kita abaikan karena berpengaruh negatif.