
Drt ... drt
Getaran alarm smartphone keluaran terbaru itu mengusik tidur Elang. Padahal baru terlelap dua jam yang lalu, tapi pagi begitu cepat datang tanpa bersedia menunggu lebih lama lagi.
“Hah? Kesiangan.” Pekik Elang, jurus kilatnya muncul. Mandi kurang dari lima menit dan menyambar kemeja, celana, serta jas sembarang tanpa memerhatikan keselarasan. Yang penting pakai baju.
Tidak memungkinkan lagi sarapan, Elang yang sudah tiba di garasi mobil disambut oleh penjaga. “Terima kasih.” Kata Elang, walaupun wajahnya dingin dan menegangkan.Tidak ada yang tahu kecuali Aksa, bahwa dia memiliki hati lembut juga penyayang.
Elang mulai memindai sidik jari pada kendaraan roda empatnya, namun mata tajamnya itu tidak fokus, sebab Carol yang berjalan dengan banyaknya berkas serta tas MacBook menggantung di sisi kanan.
Netra Elang juga melirik ke bawah, dia menggeleng kepala sebab Carol berjalan tanpa alas kaki.
TIN
TIN
Wanita cantik berkacamata itu diam saja, fokus mencari kartu akses di saku kemejanya. Dari bibir merah sangat jelas jika Carol kesulitan.
“Ck telinganya tidak berfungsi baik. Kasihan Nyonya Ajeng bagaimana bisa memiliki asisten seperti ini?” sindir Elang dari balik kemudi.
Atas dasar simpatik sesama rekan kerja, Elang keluar dari mobil. Langsung meraih belasan berkas dalam pelukan Carol.
“Eh?”
“APA?” tanya Elang tidak suka matanya ditatap secara langsung oleh Carol.
“Tuan mau membantu? Terima kasih.” Carol tersenyum, hanya formalitas tidak lebih. Dia juga tidak berharap apapun. Sebab Elang adalah seniornya selama beberapa bulan ini.
Di bawah bimbingan Elang, Carol bisa terbang sendiri menjadi asisten wanita paling kompeten di Cwell Group. Kemampuan bela dirinya pun tidak main-main, pernah satu kali berhasil menjatuhkan seniornya di atas matras.
“Menurutmu? Cepat masuk ke mobil, sudah terlambat. Pertemuan hari ini penting. Jangan memalukan!” tukas Elang, merotasi tubuh dan berjalan menyimpan barang bawaan di dalam mobil.
“Kau.” Tunjuk Elang kepada Carol yang bergeming memandangi Asisten Pribadi Tuan Besar Caldwell. “MASUK SEKARANG JUGA!” Elang kesal, karena Carol tidak mengerti kata-kata yang keluar dari bibirnya.
“B-baik Tuan, dimengerti.” Carol berlari, mengikuti perintah partner-nya.
Bugatti Chiron berwarna biru melesat cepat membelah jalanan Kota Zurich. Elang tampak fokus mengendarai mobil dengan mesin berkapasitas bahan bakar 8.000 cc 16 silinder itu, semakin menambah kecepatan lantaran jalanan lenggang.
Tapi tidak sampai lima menit, seorang helper mengetuk kaca.
‘Permisi Nona, Saya diperintahkan Tuan Elang membantu Anda.’
Sontak bola mata carol memandang seniornya yang sudah masuk lebih dulu, hanya terlihat punggung kekarnya saja.
Carol menggeleng kepala, sebab terlintas satu pemikiran dalam otak cerdasnya.
“Tidak boleh Carol.” Ucap wanita itu dalam hati.
Di dalam gedung.
Carol segera menyiapkan materi di ruang rapat. Beruntung, sebab semua orang penting belum duduk di kursi empuknya.
Tidak lama Aksara diikuti Elang serta beberapa jajaran direktur mulai masuk dan menempati posisi masing-masing.
Satu detik kemudian, dua orang pria tampan hadir, mereka adalah pimpinan utama Torres Inc dan GB Group, lengkap dengan asisten pribadi yang tak kalah rupawan.
Rapat kali ini membahas kerja sama ketiga perusahaan besar itu demi projects sekaligus misi yang dipercayakan kepada mereka.
Benua biru sepenuhnya dikuasai oleh ketiganya, maka dari itu mereka terpilih dan memenangkan tender bernilai triliunan yang diincar banyak entitas.
Elang memperhatikan Carol yang berdiri maju ke depan, matanya tidak berkedip selama beberapa detik. Wanita itu yang bertugas menjelaskan materi awal.
Menyadari dirinya diperhatikan oleh Elang. Carol mendadak gugup, padahal tidak biasanya seperti ini.
Aksara mendengus, mencondongkan tubuh ke sisi, berbisik ke telinga sahabatnya. “Jangan melihatnya terus! Dia grogi, bahas lah cinta kalian di luar ruangan.” Kata Aksa dengan intonasi sedikit menggoda.
“Resiko budak korporat, terima apapun yang Bos bilang.” Elang membatin, netra tajamnya pun beralih pada MacBook di atas meja.
***
Likenya kakak untuk Elang yang selalu dijahili Aksa 🙏
*Carol *