I'M A Billionaire

I'M A Billionaire
Ekstra Part 3



Dua minggu setelah jalan-jalan romantis, Ajeng dibuat menegang. Pasalnya dia harus menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham di salah satu entitas yang bergerak pada bidang teknologi. Kepemilikan saham lebih dari 15% yang tercatat atas nama Ajeng, membuatnya mendadak gugup.


Iya semua ulah Aksa, pria itu sengaja membeli dan menambah kepemilikannya. Anggap saja sebagai investasi untuk masa depan Bryatta serta adik-adiknya kelak.


Aksa ingin istrinya terbiasa menjalani hidup sebagai Nyonya Caldwell, tidak cukup berdiam diri di mansion. Tetapi sebagai sumber pembelajaran Ajeng yang memang tidak mengenal dunia investasi.


“Aksa aku takut, di sana mau bahas apa?” cicit Ajeng di dalam mobil, ibu muda ini tengah melakukan panggilan video bersama suaminya.


Seperti biasa, Aksara selalu sibuk dengan sejumlah agenda bisnis. Apalagi sekarang dirinya memiliki projects besar bersama pemerintah.


“Jangan takut sayang. Kamu cukup mendengar penuturan manajemen, dari mulai visi, misi sampai ke tahap akhir strategi mereka untuk tahun berjalan. Kamu jangan jauh dari Carol ya. Pakai airpods dan dengarkan perintah aku, Ok?”


Aksara meyakinkan Ajeng untuk berani dan tidak demam panggung.


“Ok ok siap Pak Presdir. Pulangnya jangan lupa bawa oleh-oleh ya Aksa.” Ajeng tertawa renyah, sesungguhnya sangat berharap bisa ikut ke Korea, tapi Aksa melarang.


“Siap, apapun untuk Nyonya. Kamu list aja ya daftar oleh-olehnya. Biar Elang yang cari.”


Aksa memang gemar menyusahkan Elang belakangan ini, tidak pernah mengizinkan asisten rupawan itu istirahat dari rutinitas sehari-hari.


“Aksa, aku sudah samai di gedungnya. Tepati janji kamu ya, temani aku!” bibir Ajeng mengerucut benar-benar memanggil Aksara untuk segera terbang ke Swiss.


Di dalam layar, Aksara tertawa puas karena istrinya luar biasa tegang. Keringat mulai tampak di kening Ajeng.


Ajeng memasuki gedung, di jaga oleh beberapa pengawal perempuan yang sibuk mengamati sekitar demi menjaga keamanan dan kenyamanan Nyonya Caldwell.


Tiba di depan pintu khusus yang mulai terbuka, wanita itu tercengang, ramainya tempat yang menjadi sarana pertemuan.


Pertama kali dalam sejarah, Ajeng menunjukkan diri acara penting seperti seperti ini. Dia pun selalu fokus mendengarkan bimbingan suami serta asisten pribadinya.


RUPS yang berlangsung selama beberapa jam ini akhirnya selesai, Ajeng bisa bernapas lega. Menjalani dengan lancar tanpa membuat kesalahan.


Di luar banyak media yang merekam keberadaan Nyonya Caldwell, mengundang khusus untuk wawancara.


Publik sangat penasaran akan kisah Tuan Muda Caldwell yang begitu tertutup, tiba-tiba mengumumkan telah menikah dan memiliki seorang putra.


**


Di tempat lain, salah satu rekan yang dahulu menghina dan menghasut Ajeng sedang menyaksikan siaran langsung melalui ponselnya. Lantas segera menyebarkan kabar mencengangkan itu.


Seketika seisi rumah sakit berdecak kagum kepada Ajeng, banyak juga yang menyesal karena berani mencari masalah dengan Ajeng. Tak sedikit menuai pujian dan kata-kata iri hati di antara temannya.


Begitupun dengan Rayana dan Maya, dua wanita ini melotot di dalam kios, setelah menyaksikan bagaimana salah satu anggota keluarga yang sekarang menjadi terkenal.


“Ya ampun Ajeng anak Ibu. Rayana, itu beneran adik kamu?” tangis Maya pecah. Kehidupan putrinya sangat berubah. Berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang, Maya dan Rayana masih harus berjuang untuk membiayai hidup.


“Iya Bu, Ajeng. Setelah jadi seorang nyonya, dia lupa sama kita ya Bu. Masa iya setiap bulan cuma kirim lima juta. Ya mana cukup.” Keluh Rayana, karena Maya sepenuhnya menggantungkan diri kepada putri sulungnya.


“Iya ya, tapi mau gemana lagi Rayana. Mungkin ini hukuman untuk kita. Bisa tinggal di rumah lama dan semua hutang Bapak lunas saja Ibu bersyukur. Kita tidak ditagih debt collector lagi. Coba hubungi Ajeng! Ibu kangen sama Juna.” Maya benar-benar merindukan cucu tersayangnya.


Masih mau lanjut kah?


😁