I LOVE YOU, BULE

I LOVE YOU, BULE
BULE 83



Al memerintahkan kepada Daniel dan juga orang-orang kepercayaannya untuk mengurus semua berkas-berkas pernikahan, karena dia ingin acaranya dalam waktu dekat sehingga butuh banyak Bantuan supaya acaranya berjalan dengan lancar.


Al langsung pulang ke apartemennya setelah pembicaraannya dengan kedua orang tua Ara selesai, mereka menyerahkan semua urusannya kepada Al karena dia yang lebih punya kuasa untuk melakukan semua dengan cepat.


Semua dokumen men penting milik Ara sudah diberikan kepada Daniel yang ditugaskan untuk mengurus semuanya, mereka mulai bergerak ke beberapa tempat agar pernikahan itu sah secara negara dan juga agama. Hanya perlu waktu seminggu untuk menyelesaikan semua persiapan tersebut dan akhirnya hari bahagia itu sudah ditetapkan.


"Kita akan fitting baju pernikahan dan mendatangkan desainernya langsung ke rumahmu, aku juga sudah meminta agar pernikahan ini Jangan sampai bocor ke media dan hanya keluarga saja yang menghadiri." Al memberitahu Ara mengenai rencananya tersebut.


"Aku ikut saja bagaimana baiknya, Aku percaya Jika kamu mengurus dan menyelesaikannya dengan baik. Menikah denganmu saja sudah merupakan anugerah terbesar dalam hidupku, jadi aku tidak akan menuntut lebih dari itu." Ara menimpali menjawab apa yang baru saja Al sampaikan padanya.


Malam sebelum acara pernikahan itu berlangsung, Ara beserta keluarganya sudah sampai di hotel tempat mereka menginap dan besok dilangsungkannya pernikahan tersebut. Daniel juga sudah meminta kepada manajer hotel untuk membuat lokasi acara pernikahannya nanti tertutup untuk orang selain dari keluarga.


"Kamu bahagia, Al?" Ekrem Zeeshan menghampiri cucunya, yang sedang berdiri disamping kaca, melihat pemandangan dari luar hotel.


"Tentu saja, Kakek. Aku sangat bahagia, terlebih karena Kakek merestui. Terima kasih." Al memeluk satu-satunya pria yang merupakan keluarganya.


Sementara keluarga Al lainnya, ada di kamar yang berada di sebelah kamar Al. Meski sebenarnya mereka tidak suka dengan pernikahan ini, tapi tak ada yang berani berkomentar apalagi menentang, karena mereka tidak punya kekuasaan.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena Paman saja sudah merestuinya. Kita lihat saja akan Seperti apa rumah tangga Al setelah menikah," ucap burcu pada ibu dan juga saudara lelakinya.


Kedatangan mereka ke Indonesia sebatas hanya untuk terlihat di depan kakeknya Al jika mereka juga memberikan Restu atas pernikahan Al, karena yang lebih berkuasa adalah kakeknya Al dalam urusan ini. Sehingga mereka tidak perlu banyak berkomentar apalagi mencoba menghalangi pernikahan Al dengan wanita pilihannya.


Dekorasi pernikahan tersebut terlihat mewah meskipun acaranya dilaksanakan secara tertutup, hal tidak ingin jika pernikahannya sampai diketahui oleh publik. Untuk itulah dia menginginkan hanya anggota keluarga saja yang menghadiri hari bahagianya bersama dengan Ara.


"Kamu cantik sekali, Nak. Bunda sampai tidak bisa berkedip." Diana menatap putrinya yang mengenakan gaun berwarna putih dengan hiasan mutiara warna Senada.


Wajah Ara semakin terlihat cantik dengan sapuan make up sederhana tapi justru tidak mengurangi kecantikan dari wajahnya, Dia berjalan dituntun oleh kedua adiknya menuju ke tempat acara berlangsung. Di belakangnya ada Diana dan juga Arya yang mengikuti langkah demi langkah putrinya yang sebentar lagi akan menuju pelaminan dan melepas masa lajangnya.


Semua orang berbahagia atas pernikahan Al dengan Ara, wajah-wajah para tamu yang merupakan keluarga dari dua belah pihak turut tersenyum menyambut pengantin yang baru saja tiba di pelaminan. Hanya tiga orang saja yang terpaksa tersenyum karena sebenarnya mereka sangat tidak menyukai pernikahan Al dengan Ara.


"Selamat menempuh hidup baru, kakek berdoa untuk kebahagiaanmu setelah ini, jadilah suami yang bertanggung jawab, menyayangi serta mencintai istrinya dalam kondisi apapun. Berdirilah di Garda terdepan untuk melindungi orang-orang yang kau cintai dari mereka yang membenci dan tidak menyukaimu." Ekrem Zeeshan memberikan nasihat kepada Al saat keduanya kembali meminta restu untuk kedua kalinya.


Ekrem Zeeshan  memeluk erat cucu kesayangannya, satu-satunya keturunan yang dia miliki Dan juga pewaris tunggal dari seluruh harta kekayaan milik Ekrem Zeeshan.


Ara juga melakukan hal serupa seperti Al, dia memeluk pria yang merupakan kakeknya Al dan sekarang menjadi kakeknya juga. Ekrem Zeeshan juga berpesan kepada Ara supaya menjadi istri yang bertanggung jawab, menjadi wanita kuat yang akan selalu ada mendampingi suaminya dalam situasi apapun.


Selanjutnya Al dan juga Ara berjalan ke arah Diana serta Arya, untuk kembali meminta restu sebelum mereka memulai kehidupan baru sebagai suami istri, lagi lagi Ara menangis saat dia memeluk Diana Karena setelah ini dia sudah resmi menjadi istrinya Al dan akan ikut dimanapun pria itu tinggal.


"Jaga diri baik-baik, Jadilah istri yang penurut yang mengetahui fungsi serta kewajibannya untuk melayani suami. Jadilah wanita yang kuat dan juga tangguh untuk bisa menemani suami seperti Al." Diana mengecup kening putrinya dan juga mengusap air mata yang membasahi pipi Ara.


Momen ini menjadi salah satu acara yang paling menyentuh hati. Karena setelah ini Ara akan berpisah dengan Diana, Keizha dan Kansha. Setelah itu Ara mengikuti suaminya ke negara tempat kelahiran Al. Mengabdi sebagai istri dari suami yang merupakan seorang bangsawan, dan tentu saja hal tersebut membutuhkan mental yang kuat untuk Ara.


Rona bahagia nampak terlihat jelas dari wajah Ara dan Al, Setelah perjuangan yang cukup panjang untuk Al bisa meyakini arah bahwa dirinya benar-benar serius hingga sampai ke acara hari ini. Akhir dari perjalanan cinta mereka selama 3 tahun tanpa status sekarang setelah mengucapkan ikrar janji suci di hadapan semua orang dan juga Tuhan. Al sudah mengambil alih tugas Ara dari orang tuanya, maka Al punya tanggung jawab besar untuk dia memberikan kehidupan bagi Ara bukan hanya sebatas tempat tinggal dan yang lainnya, akan tetapi sebuah cinta serta kasih sayang dan perlindungan untuk istrinya dari segala dan berbagai macam orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Apakah kamu sudah siap untuk terbang ke Turki? Hidup bersamaku di negara kelahiranku?" bisik Al ditelinga Ara.


Keizha dan Kansha berdehem, membuat Ara dan juga Al tersipu malu karena tertangkap sedang bermesraan di hadapan semua orang.


"Sabarlah kakak ipar, sebentar lagi kalian berdua bisa bermesraan di kamar kalian. Karena di sini masih ada banyak orang dan tentunya kita berdua yang masih dibawah umur, jadi tolong jangan mempertontonkan keromantisan karena hal tersebut bisa membuatku merasa sedih," ujar Keizha membuat semua orang tertawa, kebahagiaan mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Al memeluk Ara, berbisik tepat di telingan Ara, disaksikan oleh semua orang yang hari ini berbahagia untuk pernikahannya. "Aku mencintaimu istriku, sangat mencintaimu."


🥳TAMAT🥳


****


Hai semuanya. Akhirnya kisah Ara dan Bule tamat. Terima Kasih banyak untuk semua dukungan kalian. Terima kasih sudah mengikuti kisah ini. Bagi kalian yang belum baca ceritaku yang lain, bisa klik profilku dan baca cerita yang lain jika berminat. Oh ya, rencananya aku mau bikin Bule season 2, latar Turki. InsyaAllah.... Semoga ada yang setuju.


Sampai jumpa lagi dikisah bule. Sekali lagi terima kasih banyak. Salam sayang dari Author. 🤗🥰