
Suasana semakin tegang karena respon Diana yang terkejut sehingga mempertanyakan mengenai kedekatan Ara dengan lelaki bule itu, karena selama ini Ara memang tidak pernah menceritakan tentang hubungannya bersama Al sehingga kedatangan Al ke rumahnya dan mengaku sebagai calon suami Ara.
Bukan hanya orang tua Ara saja yang terkejut dengan kedatangan Al, hal serupa juga dirasakan oleh Ara. Dia benar-benar tidak menduga Jika Al menyatakan tentang keseriusan terhadapnya, lagi-lagi Ara dibuat terkejut oleh sesuatu yang sama sekali tidak terpikirkan.
"Ya Tuhan, Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa lagi-lagi dia membuatku merasa gagal mengusir serta menjauhkannya dari hidupku? " gumam Ara bertanya pada dirinya sendiri.
Al melihat ke arah Ara, yang juga Tengah menatap dirinya. Hal tersenyum karena dia benar-benar menginginkan agar hubungan dengan arah bisa lebih serius lagi sehingga Al berani menemui dan mendatangi kedua orang tua Ara yang kebetulan sekarang ada Arya juga, lelaki yang merupakan ayah kandung Ara.
"Aku sangat mencintai Ara, kami berdua sudah bersama selama 3 tahun. Dan kedatanganku kesini untuk meminta restu dari kalian berdua, karena aku ingin menikahi Ara." Al kembali bersuara dan dia pun mengatakan secara langsung di hadapan keluarga Ara mengenai keseriusannya terhadap wanita yang diklaim sebagai kekasihnya.
Pernyataan Al sontak saja membuat kedua orang tua Arab kembali terkejut, begitu pula yang sekarang dirasakan oleh Ara. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Al melakukan itu semua untuk meyakinkan dan membuatnya percaya jika Al memang serius serta menginginkan dirinya.
"Tolong Jelaskan sama Bunda, Ara. Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua? Bunda baru pertama kali bertemu sama dia, tapi kedatangannya justru membuat Bunda bingung. " Diana beralih menatap putri sulungnya agar menjelaskan mengenai semuanya.
"Iya, Ara. beri penjelasan pada kami berdua, Biar bagaimanapun juga kau masih memiliki orang tua dan tidak seharusnya berbuat seperti ini, sekecewa apapun terhadap orang tuamu ini. Setidaknya hargailah Bundamu. " sambung Arya yang juga masih merasa bingung dengan pengakuan Al, sementara Ara hanya diam saja sejak tadi.
Mendengar suara ribut-ribut dari luar, membuat si kembar penasaran dan akhirnya mereka berdua tersentak kaget melihat ada lelaki bule dan juga Ara. Keduanya seperti teringat akan sesuatu mengenai wajah lelaki yang sekarang ada di hadapannya.
"Tunggu dulu, Bukankah dia adalah lelaki yang ada di video viral itu? "Ujar Keizha menatap lekat ke arah Al.
"Kau benar, kita kan pernah melihatnya beberapa waktu lalu. Dia lelaki yang ada di mall sedang mengejar seorang wanita, tidak salah lagi." Timpal Kansha yang juga merasa yakin jika Al adalah lelaki yang videonya sempat viral.
kedua celotehan adik kembarnya Ara, membuatnya semakin terpojok dan dituntut untuk memberi penjelasan terhadap pertanyaan kedua orang tuanya. Tantangan yang diberikan Ara kepada Al, sudah dilakukan olehnya. Meskipun Ara berharap jika Al akan menolak dan juga mundur tidak bersedia melakukan tantangan yang diberikan oleh Ara.
Sekarang Ara sedang berada di situasi yang dia sendiri bingung harus berbuat apa, Ara cukup tahu diri dan dia sadar jika dirinya tidak akan mungkin bisa bersama dengan Al. Perubahan sikap Al sama sekali tidak diduga oleh Ara karena selama beberapa waktu terakhir Ara berusaha untuk menghindari dan juga mengabaikan Al.
"Bagaimana ini? Aku sama sekali tak menduga jika akan menjadi kacau kayak gini." Ara bingung, tapi dia harus segera menjawab tentang pertanyaan kedua orang tuanya agar permasalahan ini secepatnya bisa selesai.
Ara sendiri merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, di satu sisi dia Tentu saja sangat senang karena harapannya dan keinginannya bisa terwujud. Tapi disisi lain dia mengingat mengenai status kebangsawanan Al sehingga membuat Ara takut untuk menerima semua kenyataan ini.
Sebagai orang yang terlahir dari kalangan bawah, Ditambah lagi dengan status sosial serta keluarga yang tidak harmonis, Ara adalah anak dari korban broken home sehingga dia tidak akan pernah pantas jika harus bersanding dengan lelaki tampan dan juga kaya raya seperti Al , seorang lelaki yang merupakan pewaris tunggal dari sebuah perusahaan besar yang berasal dari negara Turki.
"Sadarlah, Ara. kau harus bercermin, wanita sepertimu tidak ada pantas-pantasnya bersanding dengan lelaki keturunan bangsawan. Berhentilah untuk bermimpi menjadi seorang Ratu, karena kau hanya berasal dari kalangan rakyat jelata. " Ara sedang berperang dengan dirinya sendiri, tentang kenyataan mengenai status sosial di antara dirinya dan juga Al.
Ara memejamkan kedua matanya, menarik nafas sedalam mungkin untuk apa yang akan disampaikan di hadapan orang tuanya dan juga Al. Ara sudah memutuskan dan mempunyai jawaban yang akan merubah apa yang selama ini menjadi impian dan juga harapannya, Ara harus siap meskipun hatinya menolak. Karena dia tidak bisa membiarkan sesuatu hal mustahil bisa digapai.
Sebelum Ara menjawab pertanyaan orang tuanya, terlebih dulu dia akan menyampaikan kepada Al, mengenai semua yang sudah dikatakan oleh lelaki itu di hadapan kedua orang tuanya. Ini adalah keputusan terbesar bagi Ara, dia sudah merasa yakin jika dirinya tidak mungkin mampu menjalani semua ini.
"Aku sama sekali tidak menginginkan hidup bersamamu, Al. Kita memang pernah menjalani sebuah hubungan selama 3 tahun lamanya, akan tetapi aku tidak mungkin dan tidak akan pernah bersedia untuk hidup bersamamu seperti yang kau ucapkan di hadapan kedua orang tuaku. Aku minta maaf jika penolakanku ini membuatmu kecewa dan juga marah, tapi inilah keputusanku dan kau tidak bisa memaksakan kehendak semaumu saja. " dengan suara lantang Ara menyatakan penolakannya, dia tidak menginginkan bersama dengan Al.
Tak ada keraguan sedikitpun dari setiap kata yang terlontar dari bibir Ara, dia sudah menimbang semuanya sebelum memutuskan dan didengar oleh semua orang. Sejak remaja Ara sudah terbiasa hidup dengan rasa pedih akibat pengkhianatan ayahnya, sehingga arah mampu menghempaskan semua perasaannya terhadap Al. Ini adalah keputusan final yang sudah diambil olehnya maka untuk itulah Ara sangat berharap jika Al tidak lagi mengganggu kehidupannya.
"Maafkan aku, Al. ini adalah jalan terbaik untuk kita berdua karena Sampai kapanpun kita tidak akan mungkin bisa bersama. " gumam Ara dalam hatinya, dia meyakinkan dirinya sendiri jika keputusan yang sudah diambilnya sudah benar dan tepat.
Nggak kerasa dah mau tamat, bantu komen yuk. Aku mau lihat siapa aja yang mengikuti cerita ini. Jika banyak yang suka, ada kemungkinan akan ada Season 2. Pastinya dengan latar nggak lagi di Indo. Tapi ini masih mungkin, lihat respon kalian dulu. Terima kasih selalu dukungannya.