
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Ara, tidak ada percakapan diantara keduanya. Ara yang masih belum yakin jika Al berani melakukan semua ini, bahkan arak masih berpikir jika Al hanya sedang bermain-main saja juga mendesaknya agar bersedia kembali lagi pada lelaki itu. Jadi sekarang Ara hanya mengikuti permainan Al saja, hasilnya akan terlihat saat mereka berdua sudah sampai di rumah Ara dan apa yang Al lakukan saat berada di hadapan orang tua Ara yaitu Bundanya.
Sementara itu, Keizha dan Kansha sudah pulang sekolah dan keduanya sedang bersama Arya, ayahnya. Lelaki itu sengaja menjemput anak kembarnya kemudian mengantarkan pulang ke rumah, mereka bertiga terlihat baik-baik saja seolah-olah tidak ada masalah di antara mereka.
Diana mendengar ada mobil yang berhenti di depan rumahnya, kemudian dia segera ke depan untuk melihat Siapa yang sekiranya pulang meskipun ini adalah jam pulang sekolah si kembar. Tapi begitu Diana membuka pintu Alangkah terkejutnya melihat Siapa tamu yang datang, seorang lelaki yang sudah bertahun-tahun lamanya pergi entah ke mana. Tapi sekarang lelaki itu kembali muncul di hadapannya dan bersama si kembar, dua anak yang telah dicampakkan dan tak pernah mendapatkan perhatian juga kasih sayang.
"Keizha, Kansha. Masuk kamar! Bunda mau bicara sama Ayah kalian. " Diana berdiri di Abang pintu meminta kedua anaknya untuk segera masuk ke kamar, karena dia tidak ingin jika kedua anaknya menyaksikan apa yang akan dilakukan dirinya kepada Arya.
Melihat wajah Arya ada di hadapannya, membuat Diana kembali teringat tentang kejadian buruk yang menghancurkan dirinya dan juga ketiga anaknya, penghianatan yang sudah Arya lakukan padanya membuat Diana tak sudi lagi jika harus bertemu dengan mantan suaminya itu.
"Mau apalagi kau menemuiku? Apakah masih belum puas membuat hidupku dan juga anak-anak menderita? Untuk apa kau menunjukkan diri di hadapan anak-anak, seolah-olah kau tidak bersalah pada mereka. Pergi sekarang juga dari rumahku, dan jangan pernah sekalipun datang memperlihatkan wajahmu lagi di hadapan kami semua. " Diana murka dan mencoba mengusir Arya dari rumahnya.
Bagaimana bisa, Diana dengan mudahnya menerima lelaki yang dulu mencampakkan dan mengusirnya bersama dengan anak-anaknya, rasa sakit itu akan tetap ada di hati Diana sampai kapanpun, bahkan sampai mati Diana tetap akan mengingat semua perbuatan yang sudah Arya lakukan padanya. Bertahun-tahun lamanya Diana harus hidup hanya bersama dengan tiga anak, hidup terlunta-lunta bagaikan gelandangan akibat keserakahan Arya dan juga kekuasaan yang lelaki itu miliki.
"Aku hanya ingin bertemu dengan anak-anak, Apa ada yang salah?" tanya Arya kepada Diana dan dia tidak menggubris Diana yang mengusirnya.
"Bertemu anak-anak? Apa aku tidak salah dengar? Bertahun-tahun lamanya kau seolah lenyap Ditelan Bumi, ke mana saja kau selama ini? Apa kau sudah bosan hidup dengan selingkuhanmu itu, dan sekarang kau berusaha untuk mendekati anak-anak karena sudah dicampakkan oleh perempuan murahan itu." Amarah Diana semakin memuncak saat mendengar Arya mengatakan jika dirinya datang hanya untuk bertemu dengan anak-anak.
Kedua orang itu masih berdebat mengungkapkan pendapat mereka dan membenarkan menurut versi masing-masing, tapi perdebatan keduanya berhenti ketika melihat kedatangan Ara bersama dengan lelaki bule yang tentu saja mengalihkannya.
"Kau lihat sendiri bukan, seperti apa hancur dan boboknya keluargaku. Mereka bertengkar Setelah sekian lama tidak bertemu, Bunda yang terlanjur kecewa dan juga marah, tengah meluapkan semuanya di hadapan orang itu, dan lelaki itu merasa bersalah hingga berusaha mendekati kami lagi serta bersikap baik agar kami bisa memaafkan semua kesalahan yang sudah dia lakukan. Apa kamu yakin setelah menyaksikan semuanya? Apa kamu akan benar-benar menerima kondisi keluarga yang berantakan?" Ara melihat pertengkaran kedua orang tuanya dan hal tersebut dimanfaatkan olehnya di hadapan Al, supaya lelaki itu mundur dan tidak melanjutkan apa yang sebelumnya sudah direncanakan.
"Kita keluar sekarang, mumpung kedua orang tuamu ada,"cap Al yang kemudian membuka pintu mobil dan dia pun keluar diikuti oleh Ara yang berjalan di belakangnya.
"Apakah kau yakin? Jangan berbuat sesuatu yang pada akhirnya membuatmu menyesal." Ara berbisik kepada Al agar lelaki itu tidak bertindak gegabah.
"Tenang saja, Kau tidak perlu khawatir. Aku akan melakukan apa yang memang sudah seharusnya aku lakukan." Timpal Al, mempercepat langkahnya menuju dua orang yang sekarang tengah melihatnya dengan Ara.
Sementara Diana dan juga Arya, merubah eksepsi wajahnya, saat Ara turun dari mobil bersama lelaki bule, yang baru pertama kali dibawa terutama ke hadapan Diana, tentunya saja dia penasaran. Siapa gerangan lelaki tampan itu? Ada hubungan apa diantara keduanya? Setidaknya itulah yang ada dipikiran Diana, sehingga dia menunggu apa yang akan Ara dan lelaki bule itu lakukan.
Al berjalan dengan gagah dan percaya diri, menghampiri kedua orang tua Al yang semula Tengah berdebat tapi akhirnya terhenti karena melihat kedatangan arak bersama dengan lelaki bule. Ara hanya terdiam, sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Al di hadapan orang tuanya.
"Selamat siang, Om, Tante. Apa kabar? perkenalkan namaku Al, Aku adalah calon suaminya Ara." Dengan penuh percaya diri Al menjabat tangan kedua orang tua Al, mengatakan semua itu di hadapan orang tua Ara.
Al memperkenalkan diri sebagai calon suami Ara, tentu saja hal tersebut membuat Ara terkejut karena dia mengira jika Al tidak akan berbuat senekat itu. Tapi kenyataannya, Al justru bertindak di luar dugaan, padahal sebelum keduanya keluar dari mobil Ara sudah terlebih dulu membeberkan mengenai kondisi keluarganya yang berantakan. Tapi Al seolah tidak memperdulikan hal itu menemui kedua orang tua Ara dan menyampaikan sesuatu hal yang sama sekali tidak ada duga sebelumnya.
Diana dan Arya tentu saja terkejut, bagaimana bisa seorang lelaki yang baru pertama kali mereka kenal. Tiba-tiba memperkenalkan diri sebagai calon suami dari putri mereka? Hal konyol apa yang tengah dipertontonkan oleh lelaki bernama Al itu dihadapan keduanya?
"Maksudnya apa? Kapan kalian kenal, dan kenapa tiba-tiba datang langsung seperti ini?" Diana yang terkejut sampai bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
Sementara Arya tak bereaksi apapun selain terkejut, karena dia tak pernah tahu tentang kehidupan anak-anaknya setelah keluar dari rumahnya, sehingga dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Kedatangan Ara dan Al membuat Arya terhenti untuk melakukan pendekatan dengan si kembar.