I LOVE YOU, BULE

I LOVE YOU, BULE
Bule 70



Semua keluarga tengah berkumpul di ruang khusus, dimana mereka biasa menggunakannya ketika ada satu hal yang harus dibahas. Rumah mewah bernuansa khas serta banyak furniture mewah menghiasi setiap sudut ruangan serta bangunan yang sudah seperti istana. Seorang lelaki tua tapi masih terlihat gagah dan berkharisma, dia begitu dihormati oleh semua orang yang ada di rumah tersebut.


Lelaki itu memiliki saudara tiri beda ibu tapi satu ayah, sebagai anak lelaki tentu saja memiliki kekayaan jauh lebih banyak daripada Saudara tirinya yang seorang wanita. Saudara tirinya itu sangat tidak menyukai lelaki tua itu dan seluruh keturunan Zeeshan, termasuk Al. Dan sekarang mereka seolah mempunyai cara untuk memprovokasi lelaki tua yang selama ini berkuasa sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Seharusnya Paman bisa bersikap tegas kepada Al, sebagai keturunan lelaki tertua di keluarga ini Al harus bisa menjadi contoh untuk adik sepupunya. Tapi lihatlah, cucu kesayangan paman itu. Dia sampai mengejar seorang wanita di negara lain, memalukan sekali. Itu akibatnya selalu memanjakannya, sehingga Al bersikap semaunya saja. Tanpa memperdulikan nama baik keluarganya." Seorang perempuan dengan rambut ikal, berwajah cantik serta ada tahi lalat di bawa mata sebelah kirinya, dia memanggil lelaki tua itu dengan sebutan Paman, karena sudah terbiasa. dia adalah burcu, keponakan Ekrem Zeeshan.


Wanita itu tengah memprovokasi tentang kelakuan Al yang tertangkap kamera saat mengejar seorang wanita di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia, dan video tersebut sudah tersebar luas sehingga sampailah kepada kakeknya. Betapa marah dan murkanya lelaki itu atas tingkah laku cucu lelakinya. Selama ini dia mempercayakan semua perusahaan pada Al, dan membiarkan nya melakukan apa saja karena jiwa muda yang bergejolak. Tapi diamnya Zeeshan sudah membuat Al berubah hingga mempermalukan dirinya sendiri dan berani tampil ke umum.


"Segeralah bertindak, agar Al tidak kebablasan dan semakin membuat Ekrem malu, keluarga kita sangat dihormati oleh banyak kalangan atas, Jangan sampai video itu sampai tersebar ke semua kolega dan rekan bisnis keluarga kita." Sambung wanita yang yang usianya hanya beberapa tahun dibawa Zeeshan, dialah saudara tiri Zeeshan, yang biasa memanggil langsung dengan nama  pada saudara laki-lakinya itu.


Wanita itu bernama Tuba, dia adalah adik tiri kakeknya Al,  Ekrem Zeeshan. dia mempunyai  dua anak satu perempuan bernama burcu dan yang lelaki bernama Gohan, yang usianya sepantaran mendiang orang tua Al. Dan dia serta anak-anaknya tidak menyukai keluarga Zeeshan atau kakeknya Al, mereka hanya baik dari depan saja, tapi dibelakang Zeeshan betapa buruk dan jahatnya mereka semua.


Mereka semua berkumpul karena ingin membahas mengenai video Al yang telah menyebar dan sampai kepada mereka, sehingga ini merupakan masalah besar bagi seluruh keluarga Zeeshan, lelaki tua itu memberikan hak sepenuhnya pada Al agar dia tidak terpuruk atas kepergian orang tuanya, sehingga sampai kebablasan dan sekarang menjadi bahan gunjingan di keluarganya.


"Paman kan punya banyak orang kepercayaan, sebaiknya cepat minta sama mereka untuk menghentikan kekonyolan Al, Paman punya kuasa besar sehingga video ini tidak menyebar lebih luas lagi." Wanita berambut ikal itu adalah putri Tuba, bernama burcu yang merupakan bibi dari Al, yang juga tak menyukai Al yang sombong dan angkuh.


Ekrem juga tidak bisa menerima atas apa yang sudah Al lakukan, selama ini dirinya sangat tahu sekali kalau cucunya itu tak pernah tertarik oleh seorang wanita, tapi entah kenapa kali ini Al bertindak di luar batasan, sampai-sampai kehilangan urat malunya hanya demi seorang wanita, yang sudah pasti dia adalah wanita dari kalangan rendah yang tidak sepadan atau tidak pantas bersanding dengan Al, seorang lelaki tampan dan kaya, keturunan pengusaha ternama di negara Turki dan juga pewaris tunggal dari seluruh perusahaan milik Ekrem Zeeshan.


"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini, biarkan aku sendiri yang akan menyelesaikannya," ujar  Ekrem Zeeshan kepada adik tiri dan juga keponakannya.


"Sebagai satu-satunya keluargamu, aku berharap kalau Al bisa bersikap lebih dewasa lagi dan bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang sudah Ekrem berikan padanya." Wanita itu pun menyusul putrinya, tinggalah Ekrem Zeeshan di ruangan itu.


Ekrem Zeeshan tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, dia harus melakukan sesuatu karena jika bukan dirinya sendiri yang menghentikan kegilaan Al. Maka Al akan semakin nekat karena jiwa muda yang labil dan bisa melakukan apa saja.


"Perintahkan anak buahmu, untuk terbang ke Indonesia, mengawasi dan juga mengikuti kemana saja Al pergi. Pastikan jangan sampai Al mengetahuinya, laporkan apa saja informasi yang kau Dapatkan setiap harinya padaku. " Ekrem Zeeshan memberi perintah pada orang kepercayaan dirinya, dengan penuh penekanan. Dan lelaki yang selalu ada didekatnya mengangguk cepat kemudian pergi untuk melaksanakan perintah atasannya.


Ekrem Zeeshan membuang nafas panjang, di usianya saat ini. Kadang terlalu banyak berpikir yang berat-berat sehingga membuat kesehatannya menurun, dia bertanggung jawab besar mengarahkan serta mengajari Al sebagai pewaris utama dalam menjalankan bisnis keluarga besar mereka. Tapi yang lakukan sekarang benar-benar sudah di luar batas sehingga Zeeshan harus segera menarik kembali Al agar melupakan wanita itu.


"Awasi semua kegiatan tuan Al, selama dia berada di Indonesia. Tuan besar yang memerintahkan, tapi ingat. Jangan sampai anak buah tuan Al mengetahui keberadaanmu. Ini tugas penting dan aku akan memberikan bayaran mahal, laporkan secepatnya informasi mengenai tuan Al." Lelaki yang tadi di perintahkan oleh Ekrem Zeeshan, segera menghubungi seseorang untuk melaksanakan tugas penting itu.


"Siap, laksanakan," timpal lelaki di seberang sana.


Ekrem Zeeshan masih berada di ruangan itu, dia masih tidak habis pikir dengan kelakuan cucu tunggalnya itu. Saat Ekrem Zeeshan melihat rekaman video tersebut sudah dapat dipastikan jika wanita yang dikejar oleh Al bukanlah wanita dengan status sosial tinggi, wanita itu hanyalah orang biasa sehingga sampai kapanpun Ekrem Zeeshan tidak akan pernah menyetujui ataupun membiarkan masuk ke dalam perangkap wanita miskin itu.


"Kau hanya sedang berada dalam situasi kesenangan masa muda, Aku tidak akan membiarkanmu luluh oleh seorang wanita miskin yang sama sekali tidak sepadan dengan keluarga kita. Kau boleh saja menikmati kesenangan karena setelah ini kau akan kembali kepadaku dan melanjutkan kehidupanmu di sini, Karena aku tahu kau adalah seorang lelaki yang sama sekali tidak tertarik pada wanita apalagi wanita seperti itu. jadi aku mengira kalau kau memang hanya sedang jenuh saja." Ekrem Zeeshan bergumam pada dirinya sendiri, sedikit memaklumi perbuatan Al, meski dirinya juga marah dan tidak menyukainya.