I KILL MY LOVE

I KILL MY LOVE
eps 55. Mira berhasil keluar



Selamat membaca, semoga suka.


Tinggalkan jejak ya para readers.


Like, vote, and rate 5.


*************


"Sayang, kamarmu di rumah Idan belum selesai. Tinggal lah disini untuk satu hari lagi!" ucap Rion, mengekori Zaza yang sedang bersiap siap.


"Paman Idan bilang sudah siap, aku mendengar pembicaraan kalian."


"Untuk malam ini saja, besok pagi aku akan mengantarmu."


"Hon, kamu sudah berjanji akan mengantarku malam ini, jadi jangan mengingkari nya."


"Harusnya aku menyuruh Idan menyiapkan kamar untukku di sana."


"Jangan melakukannya!"


"Say--------."


"Hon. Urus semua masalahmu dengan Nyonya Mira. Usahakan mendapat restunya saat kita menikah nanti.


Dan juga perbaiki hubungan mu dengannya. Aku merasa jahat, telah menjadi penghancur hubungan kalian. Jadi tolong, berusahalah untuk memperbaikinya!"


Rion menggeleng, "Semua ini bukan kerena mu."


"Tapi kalian bertengkar setelah kita menjalin hubungan. Nyonya Mira sangat membenciku, dia tidak ingin aku menjadi menantunya."


"Dan aku tidak akan mendengarkan nya lagi, jangan menjauh dariku hanya karena dia tidak menyukaimu." ucap Rion dengan nada yang mulai meninggi.


"Hon, aku tidak akan menjauh darimu. Aku hanya ingin kamu kembali kerumah dan perbaiki hubungan kalian berdua. Dengan tinggal terpisah seperti ini akan membuat hubungan kalian semakin renggang. Ingat!! bagaimanapun juga Nyonya Mira itu ibu kamu, yang melahirkan kamu. Jika kamu pandai mengambil hatinya, ia pasti akan menerima hubungan kita. Nyonya Mira hanya cemburu, karena kamu lebih memperhatikan ku waktu itu." jelas Zaza dengan lembut.


Rion membuang nafasnya panjang. "Sayang, kamu tidak tau seperti apa dia sebenarnya."


"Maafkan aku karena tidak mengetahuinya. Tapi,,,, bisa kita berangkat sekarang?"


Rion terpaksa mengangguk dengan wajah sendunya.


***********************


"Kau cukup pintar." ucap Mira pada Tati yang ada di sebelahnya.


Tati tersenyum dan memberikan baju pelayan pada Mira, polesan Makeup di wajah keriputnya juga dapat membuat orang tidak mengenalinya.


Keduanya berjalan ke arah gerbang, mereka membawa empat kantong sampah ditangannya yang berisi tas Mira dan juga Tati.


Penjaga di depan rumahnya tidak mencurigai mereka sedikitpun, karena pelayan di rumah itu memang biasa keluar untuk membuang sampah.


"Kita berhasil." seru Mira.


"Nyonya, ayo kita pergi sebelum penjaga mencari kita."


"Ayo."


Mira dan Tati menyusuri jalanan malam itu.


Setelah jauh dari rumahnya Mira memberhentikan taksi.


"Apa kita punya tujuan Nyonya?" bisik Tati.


"Ikuti saja!"


"Baiklah."


"Kau tau? besok kita akan kedatangan tamu spesial?"


"Tamu spesial? maksud Nyonya siapa?"


"Jala*g itu. Aku akan mendapatkannya malam ini."


"Tapi?"


"Aku menyuruh seseorang menculiknya, aku dengar malam ini dia akan kerumah Idan si mata duitan itu."


"Benarkah? aku juga ingin memberinya pelajaran. Gara gara dia, Rion menamparku."


"Lakukan apapun yang kau suka."


*


Setelah tiga kali berganti kendaraan, mereka tiba di sebuah rumah tua. Dari luarnya saja sudah bisa di pastikan, bahwa rumah ini sudah lama tidak di huni.


"Nyonya yakin kita akan tinggal di sini?"


"Ya, Rion tidak pernah tau tempat ini." jawab Mira. Rumah di hadapan mereka adalah, rumah peninggalan orang tua Mira.


Tati bergidik melihat sekeliling rumah yang sudah di tumbuhi semua jenis rumput, bahkan ada yang merambat sampai menutupi dinding rumah.


"Jangan takut, di dalam masih sangat bersih. Aku selalu menyuruh orang untuk membersihkan dalam rumah ini." ucap Mira.


"cepat bawakan barang barang ku!"


Tati hanya bisa menuruti perintah Mira.


Clek,, lampu menyala.


"Lihat, ini masih bersih. Kamu tinggal membersihkan luarnya saja besok."


"Sa,,saya Nyonya?"


"Menurutmu siapa lagi." tanya Mira.


Hati Tati langsung panas melihat sikap Mira padanya, Mira berjanji akan menjadikannya teman jika berhasil kabur, dan akan memberikannya uang yang banyak.


Namun Mira seolah melupakan itu.


"Aku mau istirahat, Ada dua kamar lagi di sana, pilih saja mana yang akan kau tempati!"


"Tapi Nyonya----."


"Tapi apa?"


"Nyonya sudah berjanji akan memberiku uang yang banyak jika berhasil mengeluarkan Nyonya dari sana."


Mira memasuki kamarnya, sementara Tati masih berdiri di belakangnya dengan wajah penuh kebencian.


"Awas saja jika kau berani membohongi ku."


*******


Sudah hampir tiga jam setelah mereka sampai di rumah Idan, namun Rion tidak juga pergi.


Zaza yang sudah menguap dari tadi, tidak di pedulikan olehnya.


"Hon."


"Ya?"


"Kamu tidak ingin pulang?"


"Tidak."


"Apa Tuan mau menginap, Saya akan menyiapkan kamar untuk Tuan." ucap Idan.


"Ya, siapkan ka----------."


"Tidak boleh." seru Zaza, memotong kata kata Rion. "Paman, biarkan kami berdua bicara, paman masuk saja."


Rion menggeleng menatap tajam pada Idan.


Plakkk,,, Zaza menampar paha Rion.


"Aaa, sayang."


"Jangan megancam paman!"


"Cihh, baiklah. Masuk sana!" suruh Rion dengan ketus pada Idan.


"Apa kita harus kembali ke apartemen mu?"


Rion mengangguk cepat, "Kamu mau?"


"Ya, kita kembali saja. Tapi tunda pernikahan kita hingga setahun kedepan."


Wajah sumringah Rion langsung memudar begitu saja.


"Baiklah, aku akan pulang. Tapi besok pagi aku akan kemari lagi. Jika terjadi sesuatu teriak saja, aku sudah menyiapkan penjaga di belakang kamarmu."


"Iya."


"Hati hati pada Idan!"


"Iya."


"Kamu ingin aku cepat cepat pergi?"


Zaza mengangguk, "Aku sangat mengantuk."


Dengan berat hati, Rion mengalah.


"Masuklah ke kamarmu, aku kan pergi setelah itu."


"Humm, kalau begitu aku masuk dulu."


Rion mendaratkan kecupan di kening Zaza.


"Mimpi Indah."


Zaza tersenyum mengangguk.


Bruk,, pintu kamarnya tertutup sempurna.


Rion meninggalkan rumah Idan dan kembali ke apartemen nya.


***


Di dalam kamar.


Zaza sibuk dengan benda di tangannya.


"Bagaimana cara menggunakannya?" gumam Zaza sembari memutar mutar pistol curiannya.


Lama berfikir, tiba tiba Zaza tersenyum.


"Ponsel." ucapnya kuat.


Zaza dengan cepat menyambar ponsel yang ada di atas nakas.


Beberapa video menunjukkan cara pemakaiannya. Zaza dengan teliti menonton setiap tahap yang harus di lakukan sebelum menggunakan benda itu.


Tidak ada yang luput dari perhatian nya.


Sampai mulutnya kembali berucap,


"Megaz*n??"


Percobaan pertama.


klekk,,, Zaza berhasil membuka tempat peluru pada pistol.


Senyum puas mengembang di bibirnya.


"Aku akan membalas mereka Bu, maafkan aku karena terlalu lama bermain." batin Zaza.


Zaza membaringkan tubuhnya dengan pistol yang masih ada di sampingnya. Rasa kantuk yang tidak tertahankan lagi, membuatnya langsung terlelap.


Kleeekk,,,kleeeekk,,kleeeekk.


Seseorang memutar kenop pintu kamar Zaza dari luar.


Siapakah dia???


********


Like, vote and rate 5 ya para readers tersayang.