I KILL MY LOVE

I KILL MY LOVE
Eps 47. Jangan menyentuhnya.



Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak. Like, vote and rate 5.


Kasih saran juga boleh, yang penting jangan bully, ok!" 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗.


Setelah menjelajahi semua sudut hotel beserta dalamnya, Zaza mengajak Rion makan di salah satu warung yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.


Namun Rion menolaknya, dia tidak ingin Zaza bertemu dengan siapapun yang berasal dari daerah itu


"Sayang, kamu tidak marah kan?"


"Tidak Hon, aku sedang bahagia hari ini. Jadi aku tidak akan marah karena hal sekecil itu."


"Ingin makan di tempat lain?"


"Boleh, bagaimana kalau kita ke restoran Z, aku ingin bertemu temanku di sana."


"Ok, kita ke sana."


Zaza benar benar kelihatan senang malam itu. Sambil menunggu jam kerja Nisa selesai, mereka berdua makan sesuai dengan yang Zaza inginkan.


"Hon, nanti bolehkan aku ngobrol berdua dengan Nisa?"


"Boleh, tapi di sini!"


"Iya, tapi kamu pindah ya, aku hanya ingin berdua dengannya, dia pasti tidak nyaman jika ada kamu di sini."


"Tapi aku nyaman sayang."


"Hon, hanya sebentar. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya." bujuk Zaza.


"Beneran sebentar?"


"Iya."


"Berapa menit?"


"Satu jam."


"Itu sangat lama, Lima menit gimana?"


"tiga puluh menit, tidak ada penolakan."


"Cih, ta-------."


"Zaza," panggil seseorang yang ia tunggu tunggu.


Nisa berdiri tidak jauh dari mereka sembari melambaikan tangan.


Zaza tersenyum dengan semangat menyambut Nisa dengan merentangkan kedua tangannya.


"Sayang, jangan memeluknya."ucap Rion, tapi di abaikan oleh Zaza.


Nisa menghambur ke pelukan Zaza.


Melompat lompat kecil layaknya teletub*s.


Nisa berhenti ketika menyadari ada orang lain di sana. Seorang pria yang sedang menatapnya horor.


"Za, dia siapa." bisik Nisa.


Zaza melepaskan pelukannya, belum sempat memperkenalkannya, Rion sudah langsung beranjak dari duduknya.


Cup,,,"Sayang, aku tunggu di sana. Jangan lama lama ya!" ucap Rion mengecup kening Zaza dan berlalu pergi.


"Za, ganteng bangeeet, kamu dapat dimana tu cowok?"


"Udah jangan bahas dia, aku mau bicara sesuatu yang penting dengan mu."


"Cariin aku satu dong yang kayak gitu." rengek Nisa.


"Nis, aku lagi serius, aku tidak punya banyak waktu." ucap Zaza.


"Iya, iya. Emang mau cerita apa?"


"Dengar, jika ada orang yang menanyakan apapun tentangku, bilang saja tidak tau. Dan malam saat kita pulang berdua, katakan----------."


"Tapi seseorang sudah menemuiku."


"Maksudmu?"


"Beberapa hari yang lalu, seorang laki laki menemuiku. Dia menanyakan mu padaku, dia juga ingin tau, malam itu kita pulang bersama atau tidak."


"Lalu?"


"Aku menjawab seadanya. Aku mengatakan malam itu kita pulang bersama, tapi kita berpisah di jalan."


"Apa laki laki itu tinggi? badannya tegap memakai pakaian hitam?"


"Iya benar, dia tinggi kira kira segini." ucap Nisa mencontohkan tangannya yang dia naikkan di udara.


"Leo." gumam Zaza.


"Siapa Leo?"


"Bukan siapa-siapa. Aku mengatakan pada seseorang bahwa malam itu, setelah kita berpisah, aku menemui temanku yang sedang sakit. Jika ada lagi yang menemuimu, katakan seperti yang aku katakan."


"Teman mana yang kau temui, bukan kah aku mengenal semu----------."


"Katakan saja seperti itu, aku juga mengatakan kalau temanku itu sudah meninggal."


"Kau menyembunyikan banyak rahasia dariku. Apa kau masih menganggap ku sebagai sahabat?"


"Masih, kau tetap sahabatku satu satunya. Aku hanya tidak ingin melibatkanmu dalam masalah."


"Baiklah, jangan membuatku semakin penasaran.


Ini untukku?" tanya Nisa. Mengambil segelas minuman yang ada di meja.


"Iya, itu untukmu."


"Jika tidak salah, aku pernah melihat pacar mu itu, tapi dimana ya??"


Keduanya menatap ke arah Rion, pria itu sedang duduk dengan seorang laki-laki paruh baya.


"Benarkah? pantas saja wajahnya tidak asing. Kau sangat beruntung mendapatkannya.


"Entahlah."


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Rion yang sedang fokus menatap Zaza dan sahabatnya, di buat kaget dengan ke datangan Jacob.


"Rion? bukankah kau sedang keluar kota?"


"Aku berangkat besok, ada apa?"


"Kau sedang makan? ataauuuuu???"


"Jangan menggangguku."


"Hei, kenapa kau seperti ini. Selalu saja mengusirku."


"Aku sedang tidak ing---------."


"Tidak ingin di ganggu, karena kau sudah punya kekasih, begitu?"


"Aku sudah menyuruh Idan mengurus kerja sama kita, apa dia menemuimu?" tanya Rion.


"Belum, tapi kami sudah membuat janji. Dimana kekasihmu?"


"Aku tidak akan mengenalkannya padamu."


"Hahahaha, kau sangat posesif."


"Aku takut kau tidak bisa mengedipkan matamu saat melihatnya, kekasihku sangat cantik."


"Ya,,ya,ya. Aku senang akhirnya ada wanita yang mau padamu."


"Asal kau tau, semua wanita yang kau kencani bahkan tertarik padaku."


"Wkwkwkkwkwkkw, yah aku yakin itu. Sekarang kenalkan kekasihmu padaku."


"Untuk apa kau mengenalnya, jangan macam macam padaku."


"Aku hanya tidak ingin salah sasaran nanti, bagaimana jika aku tidak tau dia kekasihmu, dan aku menggodanya?"


Rion diam memikirkan ucapan Jacob.


"Tunggu di sini, aku akan memanggilnya."


Zaza memberi kode pada Nisa agar berhenti bicara. Karena melihat Rion datang menghampiri mereka.


"Sayang, sudah lewat tiga puluh menit." ucap Rion.


"Tapi ini baru sebentar Hon."


Rion menggeleng, "Ayo."


"Baiklah." ucap Zaza dengan berat hati.


"Nisa, aku pergi dulu, lain kali aku akan datang lagi menemui mu."


"Iya."


Keduanya berpelukan kemudian berpisah.


Rion merangkul pinggang Zaza dan membawanya ke meja, dimana Jacob menunggu.


"Sayang, ini temanku Jacob." ucap Rion.


"Jacob." sambil mengulurkan kan tangannya pada Zaza.


"Zaza, om."


Uluran tangan Jacob di terima, tapi bukan oleh Zaza melainkan Rion.


"Jangan menyentuhnya!"


"Haha,, lihat kekasihmu sangat pencemburu."


Zaza menanggapi ucapan Jacob dengan senyuman.


"Sayang jangan tersenyum padanya!" bisik Rion.


Jacob geleng geleng kepala. "Kau harus


memakluminya, dia belum pernah mempunyai kekasih seumur hidupnya."


"Diam kau, pergilah. Bukan kah kau ada urusan?"


"Oh iya, aku sampai lupa. Ini karena kekasihmu ini sangat cantik." ucap Jacob pada Zaza, yang di balas pukulan oleh Rion.


Setelah Jacob pergi, Rion langsung mengajak Zaza pulang.


"Sayang ayo kita pulang, di sini tidak aman."


"Tidak aman bagaimana? apa kita akan di serang lagi?"


"Bisa jadi. Ayo." Rion menarik tangan Zaza meninggalkan restoran.


"Banyak mata yang melihatmu, dan aku tidak menyukainya" batin Rion.


Untuk para readers, tinggalkan jejaknya ya.


Like, vote and rate 5. Biar semangat 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍