I KILL MY LOVE

I KILL MY LOVE
eps 42. menghindari



Selamat membaca, semoga suka.


"Ada apa ini?" tanya Rion yang sudah berada di belakang Zaza. Suaranya terdengar datar.


"Hon, aku ingin bicara denganmu." ucap Zaza mendekat pada Rion.


"Aku ada meeting hari ini, nanti saja." ucap Rion enggan menatap Zaza.


"Baiklah, aku akan menunggumu."


Rion naik ke mobil tanpa menunggu Leo membukakan pintu.


Mobil bergerak melaju meninggalkan Zaza yang masih berdiri di tempatnya.


"Apa yang dia katakan padamu?"


"Nona ingin-------."


"Panggil dia seperti dulu."


"Dia ingin bicara dengan anda Tuan."


"Apa kau yakin dia tidak mengetahui tentang kematian keluarga nya?"


"Menurut info yang aku dapatkan, dia tidak pulang kerumahnya saat kejadian itu Tuan."


"Kemana dia?"


"Dia tidur dirumah temannya."


"Cari tau siapa temannya."


"Pelayan Nyonya adalah salah satu temannya Tuan, dia menyebutkan satu nama yang dekat dengan Gadis itu."


"Kapan kau berbicara dengannya?"


"Tadi malam Tuan."


"Hmm."


Kantor mulai rame, semua di sibukkan dengan pekerjaannya masing masing.


Begitu juga dengan Rion, yang sudah lebih awal memulai aktivitas, ia menyandarkan punggungnya di Sandaran kursi empuk miliknya.


Mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


Tidurnya yang hanya sebentar membuat badannya terasa lelah dan butuh istirahat.


"Wah, Tuan besar sedang tidur?" ucap Jacob yang baru saja masuk.


Rion membuka sedikit matanya dan memejamkan nya kembali.


"Kau mengganggu ku sialan. Pulanglah, jangan mengangguku. Bangun bisnis mu yang lain agar kau punya kesibukan."


"Aku hanya ingin mengajakmu bersenang-senang, ayolah. Kita sudah lama tidak melakukannya. Kau melupakanku akhir akhir ini."


"Aku sedang banyak pekerjaan, aku tidak ingin bangkrut seperti mu."


"Pekerjaan atau kau sedang sibuk memikirkan kekasihmu."


Rion membuka matanya menatap Jacob.


"Bukan urusanmu. Kau ingin aku menjadi investor di perusahaan mu bukan?. Jadi pulang sekarang, jika tidak aku akan membatalkannya."


"Hahahaha, tidak, tidak. Baiklah aku akan pulang, lain kali perkenalkan kekasihmu itu padaku, siapa tau kami pernah saling berbagi liur."


"Sialan." umpat Rion. Ia bangun dan berniat mengejar Jacob yang terbirit-birit keluar dari ruangannya sambil tertawa kencang.


Setelah Jacob pergi, Rion menghempaskan tubuhnya di sofa.


Tidak berapa lama Jacob keluar, Idan masuk.


"Selamat pagi Tuan, aku ingin mengembalikan uang yang------."


"Letakkan di meja."


"Baik Tuan."


"Bagaimana keadaan mu?"


"Aku baik baik saja tuan."


"Hmmm. Idan, seperti apa hubungan keluarga mu dengan Zaza."


"Dia keponakan saya Tuan, anak dari Kakak perempuan saya?"


"Kandung?"


"Iya Tuan."


Rion tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Idan.


"Kau memang iblis Idan. Bagaimana jika Zaza tau yang sebenarnya?. Hahaha, Kau melakukan semuanya demi uang bukan?. Kau benar benar cocok dengan istrimu. Sama sama serakah." ucap Rion menatap jijik pada Idan.


Idan diam dan menundukkan kepalanya.


"Keluarlah!, kau sangat kejam dan menjijikkan." lanjut Rion.


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷


"Za, nyonya memanggilmu." ucap Tati.


Zaza yang sedang membantu Kikan membersihkan lantai dua terpaksa menghentikan kegiatannya.


"Kikan, aku tinggal sebentar ya."


Zaza tersenyum mengangguk.


"Dimana Nyonya." tanya Zaza.


"Di taman belakang, ayo ikut denganku."


Perasaan Zaza sudah tidak enak sejak pagi karena sikap Rion yang tiba-tiba berubah padanya. Apalagi sekarang Mira memanggilnya.


"Apa lagi ini?" batin Zaza.


"Di sana." tunjuk Tati.


"Kau tidak ikut."


"Nyonya hanya ingin bicara empat mata denganmu."


"hmm."


Zaza mendekati Mira yang menyambutnya dengan senyuman.


"Nyonya memanggilku."


"Iya. kemarilah." panggil Mira.


Zaza pun mengikuti perintah Mira, baru saja akan duduk,


Plaaak,,,, Mira menampar wajah Zaza dengan keras. Sebuah cap jari tercetak jelas di pipi Zaza yang putih.


Zaza memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Mira.


"Bagaimana rasanya? sakit bukan?


Itu belum sebanding dengan yang kurasakan saat Rion mengabaikan ku hanya karena jal*ng seperti mu." ucap Mira sinis.


"Kau tertawa senang saat aku dirumah sakit, sementara Rion sibuk mengurus mu.


Hahahha. Sekarang kau lihat, putraku mengabaikan mu. Bahkan kau belum mendapatkan apa-apa darinya. Zaza, Zaza. Rion itu tidak pernah jatuh cinta. Ia hanya ingin bermain denganmu. Dia tau kau gadis Jala*g yang menggoda pria pria kaya demi uang. Jadi tidak mungkin dia mencintai gadis sepertimu." lanjut Mira.


Zaza mengangkat kepalanya menatap Mira.


"Nyonya harus jaga kesehatan Nyonya, Tidak baik emosi berlebihan. Aku tidak ingin tangan kiri Nyonya ikut lumpuh seperti anggota badan yang lainnya." jawab Zaza.


"Cobalah Tarik napas dalam dalam dan buang secara perlahan, Itu bagus untuk meredam emosi Nyonya." tambahnya. Senyuman nya tidak luntur meski tamparan dan kata kata Mira padanya terasa sakit.


"Kau,,, kurang ajar, kau menghinaku?"


"Tidak Nyonya, aku bicara yang sebenarnya."


"Haha, Kau tau?, Leo mengatakan sesuatu kepadaku, tentang siapa kau sebenarnya. Gadis malang yang berambisi namun tidak tau apa-apa. Hahahha.


Meski ini sangat terlambat, tapi aku akan mengucapkan nya.Turut berdukacita cita atas kebakaran yang menewaskan semua keluargamu." ucap Mira.


Deg,,,


"Apa maksudmu?" tanya Zaza.


"Apa ini yang membuat Rion mendiami ku? dia sudah tau siapa aku?" batin Zaza.


"Nyonya mari kita masuk tuan Rion sudah pulang." panggil Tati yang baru menyusul mereka.


"Oh, putraku sudah kembali seperti dulu, dia pulang lebih cepat hanya untuk melihatku." sindir Mira.


Tati membawa Mira pergi.


Saat keduanya hilang dari pandangan, Zaza terduduk lemas.


"Leo menceritakan semuanya pada Mira? tapi menurut kata kata Mira, bukan kah mereka masih mengira bahwa aku tidak mengetahui apapun, lalu kenapa Rion mendiami ku." gumam Zaza.


Hari ini Rion pulang cepat, ia makan siang bersama Mira.


Wajah Rion terlihat datar meski Mira sesekali mengeluarkan lelucon. Matanya mencari cari seseorang. Hal ini membuat Mira sedikit jengkel.


"Kau mencari Zaza." tanya Mira


"Tidak."


"Baguslah, aku senang akhirnya kau bisa-------."


"Ma besok pagi aku mau berangkat keluar kota."


"Oh ya? berapa hari."


"Belum tau, sepertinya ini akan lama."


"Inikah yang membuatmu pulang cepat hari ini?"


"Iya, aku harus bersiap siap." ucap Rion. Mereka kembali hening.


Selesai makan siang, seperti biasa Mira akan istirahat tidur siang.


Tati menemani Mira ke kamarnya.


Rion berlama-lama di kamarnya, mempersiapkan apa yang akan di bawanya besok pagi.


Sebenarnya dia tidak keluar kota, dia hanya ingin tinggal di apartemen dan mengerjakan pekerjaannya dari sana. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Leo.


Bahkan Idan yang juga asistennya, tidak tau mengenai hal itu.


Alasan Rion tinggal di apartemen adalah untuk mengindari Zaza.


Rion ingin memastikan, bahwa Zaza tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya. Jika begitu Rion dengan yakin akan melanjutkan hubungannya dengan Zaza, dan akan meminta maaf di waktu yang tepat.


Untuk kemungkinan sebaliknya, Rion belum memikirkan apa yang akan ia lakukan jika Zaza sudah mengetahuinya dan berniat balas dendam padanya.


Waktu berputar sangat cepat. Saat makan malam Rion tidak juga melihat Zaza. Rasa rindu yang ia tahan seketika bercampur dengan kwatir.


Rion duduk di taman berharap bisa melihat Zaza walau hanya sebentar.


"Kemana dia." gumam Rion.


*D**i like ya, vote and rate 5, kasih saran juga boleh.🤗🤗🤗🤗🤗*