I KILL MY LOVE

I KILL MY LOVE
eps 49. Merayap kemari



Selamat membaca, yang mampir tolong tinggalkan jejak nya ya. Like, vote and rate 5.


Biar lebih semangat lagi up nya.🤗🤗🤗🤗🤗.


Zaza membuka box yang Rion berikan dan mengeluarkan sebuah boneka anak perempuan, memakai topi dengan tulisan I love you, baju putih, celana hitam dan hanya setinggi 25 cm.


Sepertinya akan lebih cocok di berikan pada anak kecil sebagai mainan.


Tapi Zaza tetap menghargai pemberian itu.


Zaza tersenyum memutar mutar boneka di tangannya, "sangat cantik."


"Kamu suka?"


"Ya, aku suka. Terimakasih sudah membelinya untukku." ucap Zaza.


"Ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya."


"Oh ya? apa?" tanya Zaza, ia mencari dan terus memutar mutarnya.


"Lupakan saja?"


"Tapi aku penasaran, apa yang ada di sini?"


"Tidak ada, aku hanya bercanda."


"Cih,, kirain ada berliannya."


"Kamu suka berlian? aku akan membelinya, tunggu di sini." ucap Rion dan hampir berangkat dari duduknya, tapi langsung di tahan oleh Zaza.


"Eeeehh,,,tunggu, aku hanya bercanda, kenapa kamu selalu serius?"


"Tapi aku akan tetap membelinya. Aku akan membelikan apapun yang kamu inginkan."


"Kamu berlebihan."


"Aku serius sayang, katakan apa yang kamu mau! akan aku belikan sekarang."


"Nanti saja, jika menginginkan sesuatu, aku akan mengatakannya padamu."


Rion mengelus kepala Zaza dengan lembut.


"Aku ingin secepatnya menikahimu."


"Apa Nyonya akan merestuinya?"


"Aku tidak membutuhkan restunya, jangan membahas tentang dia lagi."


"Hmm,"


"Sekarang tidurlah, besok pagi buatkan sarapan untuk kita!"


"Aku?"


"Ya, apa aku yang harus membuatnya?"


"Tidak, kalau begitu selamat malam." ucap Zaza, langsung membaringkan tubuhnya.


"Kunci pintu dulu, aku takut tidak bisa menahan diri dan merayap kemari."


"Baik, keluar lah! aku akan menguncinya."


"Kiss!"


Cup,,,,, Dengan santai dan wajah datarnya Zaza mengecup pipi Rion.


"La------."


"Tidak ada lagi lagi." ucap Zaza, ia mendorong Rion keluar dari kamarnya.


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷


🌷🌷


🌷🌷


Idan baru saja menyelesaikan urusan kerja samanya di kantor Jacob.


Jacob menceritakan padanya, bahwa ia bertemu dengan Rion dan kekasihnya.


"Ya, aku mengetahuinya, Tuan Rion memang mengundur keberangkatannya, dan memutuskan untuk berangkat hari ini." jawab Idan.


"Aku yakin kau tidak mengetahuinya. Rion tidak percaya padamu." ucap Jacob.


Idan tidak menanggapinya dan lebih memilih untuk pergi.


Rasa penasaran Idan tentang kebenaran nya, membuat ia tidak tenang. Yang ia ketahui dari Leo adalah Rion sedang pergi ke luar kota.


"Jika Rion berada di kota ini, untuk apa dia mengatakan sedang di luar kota? kenapa mereka harus berbohong? apa mereka merencanakan sesuatu?" gumam Idan, ia merasakan di asingkan oleh Rion.


Pikirannya buyar saat sebuah panggilan masuk ke ponselnya.


"Halo?"


"----------."


"Iya Nyonya, saya akan segera datang."


Idan melajukan mobilnya kerumah Rion. Karena orang yang baru saja menghubunginya adalah Mira. Dia berharap dapat mengetahui kebenaran dengan datang kesana.


Dengan nafas yang tersengal-sengal Idan sampai di depan Mira yang sedang membaca buku di kursi rodanya.


"Kau berlari dari kantormu kemari?" tanya Mira sambil tertawa.


"Tidak Nyonya." jawab Idan. "Ada perlu apa nyonya memanggil saya?"


Mira menatap Tati dan menyuruh nya keluar.


Begitu pintu tertutup, Mira menyuruh Idan menguncinya.


"Duduklah." ucap Mira.


"Leo bilang Rion sedang keluar kota, apa itu benar?"


"Dan dia membawa jala*g itu?"


"Siapa yang Nyonya maksud?"


"Ponakan mu."


"Zaza?"


"Iya, apa dia membawanya juga?"


"Saya tidak tau nyonya, yang saya tau tuan Rion berangkat sendiri."


"Hahahaha, kau sudah lama bekerja dengannya, dia tidak pernah berangkat sendiri. Kau lupa itu? setidaknya harus ada salah satu dari kalian yang menemaninya bukan?"


Idan diam membenarkan ucapan Mira.


"Bisa kau cari tau siapa saja teman jala*g itu? kau pamannya, pasti kau tau banyak tentangnya."


"Untuk apa Nyonya? ap,,,,apa Zaza membuat masalah."


"Ya, dia sudah meracuni pikiran Rion. Dia yang menguasai Rion sekarang."


"Menguasai Rion?" batin Idan. Ada perasaan senang di hatinya saat mendengar perkataan Mira.


"Apa nyonya tau nomor ponsel Zaza? aku akan mencoba menghubunginya."


"Ya, bawa kemari ponsel itu." tunjuk Mira pada sebuah ponsel yang ada di atas nakas.


Ponsel itu adalah milik Kikan yang di tahan olehnya.


Kecurigaan Rion terbukti benar bahwa Mira lah yang mengirimkan pesan pada Zaza.


Setelah mendapatkan no nya, Idan langsung pulang. ia berencana menyelidiki seberapa jauh Zaza menguasai Rion.


"Apa dia sudah mengalihkan sebagian harta Rion?" batin Idan. Hatinya bergejolak riang membayangkan harta Rion beralih padanya.


Tidak henti-hentinya Idan melihat jam di tangannya, ia sudah tidak sabar ingin cepat cepat pulang, dan memberitahukan kabar gembira itu pada Eva.


Eva sendiri, sejak kejadian Rion mematahkan tangannya, ia mulai belajar mengontrol diri agar tidak terlalu ceroboh. Meski Verdi tidak berhenti menghubunginya, tapi dengan berbagai alasan Eva menolak segala sesuatu yang Verdi tawarkan padanya. Hanya untuk sementara. Karena ia berencana setelah menguras Rion, dia akan menyerahkan Zaza pada Verdi.


Kedatangan Idan dengan wajah sumringah, membuat Eva mengernyitkan dahinya penuh tanya.


Apalagi ciuman di keningnya. Idan sudah lama tidak memperlakukan nya dengan baik, jadi ini sedikit aneh baginya.


"Kau tau? sebentar lagi keinginan kita akan tercapai, Zaza sudah berhasil menguasai Rion."


"Benarkah?? Dari mana Papa tau?"


"Mira yang mengatakannya, bahkan sekarang Rion membawanya pergi. Sekarang kita harus mencari cara untuk membuat Zaza tinggal di sini lagi. Minta maaf padanya atas tindakanmu yang memalukan itu, bila perlu bersujud di depannya." ucap Idan dengan semangat.


"Baiklah, dimana dia? aku akan meminta maaf padanya." jawab Eva. Ia tidak kalah senangnya dengan Idan. Merendahkan dirinya di depan siapapun tidak masalah baginya, asalkan ia mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Untuk sekarang aku belum tau. Tapi jika dia kembali, jaga sikapmu dengar benar. Jangan sampai kau mengecewakan ku lagi."


"Baik, aku akan melakukan nya."


🌷🌷🌷


🌷🌷🌷


🌷


🌷


🌷🌷🌷


🌷


🌷🌷🌷


Mengetahui Leo akan datang, Rion menyuruh Zaza untuk tidak keluar dari kamarnya.


"Masuk." seru Rion.


Leo masuk membawakan beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Rion.


"Bagaimana kabarnya?"


"Nyonya baik baik saja tuan." jawab Leo, ia tau siapa yang di maksud oleh Rion.


"Kau sudah menyuruh Dr, Andi kesana."


"Sudah Tuan, menurut pemeriksaannya kesehatan Nyonya jauh lebih baik dari sebelumnya."


"Baguslah. Bagaimana dengan Idan?"


"Dia sudah mengurus kerja sama kita dengan Jacob."


"Kau tau apa maksudku." ucap Rion.


ia hanya ingin mengetahui hal hal yang mencurigakan dari Idan.


"Saya mendapat informasi dari pelayan itu, bahwa Idan menemui Nyonya hari ini."


Rion menghentikan tangannya, dan menatap Leo.


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Mengenai itu, saya tidak tau Tuan. Mereka mengunci pintu dan tidak membiarkan pelayan itu di sana."


"Suruh dua anak buahmu bekerja di sana. Terserah mau menempatkan mereka di mana,


aku ingin mereka melaporkan apapun yang di lakukan olehnya. Satu lagi, pasang CCTV di kamarnya. Jangan sampai dia tau!"


"Baik Tuan."


"Untuk Idan, aku akan menghadapinya sendiri. laporkan padaku apa saja yang dia lakukan." ucap Rion sembari menyelesaikan berkas terakhir di tangannya.


"Baik Tuan."


"Besok, suruh Idan menemuiku di hotel RIZSTAR."


"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi."


"Ya."


Hotel RIZSTAR adalah hotel Rion yang baru selesai di bangun, dan juga akan menjadi milik Zaza. Dan nama hotel tersebut ia ambil dari nama kekasihnya.