
Selamat membaca kakak-kakak seyeng 😚😚 jangan lupa saling mendoa 😄😄😄
****
Mawar mengerjapkan matanya, Hasan tersenyum ketika pandangan Mawar sudah mulai sempurna, "San.." Mawar langsung memeluk suaminya.
"Kan Aku sudah bilang, Aku akan baik-baik saja." tutur Hasan sambil menangkup pipi Mawar.
Mawar menyalakan lampu terang karena lampu kamar saat itu hanya menyalakan lampu tidur, " Wajamu." Mawar terkejut karena wajah Hasan terlihat memar disisi bibir dan sebelah matanya.
"Ini hanya luka kecil, Cinta."
"Mawar berdiri lalu menggandeng tangan Hasan dan menyuruh Hasan untuk duduk disis ranjang, Mawar pergi kedalam kamar mandi lalu keluar kamar mandi sambil membawa baskom kecil dan sebuah handuk kecil, "Walaupun luka kecil tapi terlihat jelek wajahmu." Hasan terkekeh dengar ucapan sang istri.
Mawar mengobati luka lebam suaminya dengan pelan, "Bagaimana dengan lelaki itu? apa dia sudah mati?" pertanyaan Mawar membuat Hasan menggenggam tangan istrinya hingga Mawae berhenti mengobati luka Hasan.
"Jangan mendokan seseorang itu dengan buruk, walau bagaimanapun dia adalah manusia." tutur Hasan menatap istrinya dengan kasih sayang.
"Tapi perilakunya bukan seperti manusia!" tekan Mawar.
Wajah Mawar terlihat sedih dan Hasan tahu apa yang membuat istrinya itu sedih, Hasan memeluk Mawar setelah menaruh baskom berisi air hangat itu dibawah lantai, "Jangan mengingat sesuatu yang akan membuatmu sedih, dia sudah tidak bisa mengganggumu lagi." Hasan mengusap pundak Mawar untuk memberikan ketenangan.
"Tapi Aku tidak bisa melupakan kejadian itu." suara Mawar terdengar serak karena ingin menangis jika mengingat kejadian yang membuat dirinya hampir kehilangan kehormatannya.
*Flash back on*
Hasan keluar dari ruangan dikantornya karena ada meting bersama kliennya disebuah restoran yang sudah disepakati, "Apa tidak ada berkas yang ketinggalan Jef?" tanya Hasan ketika masuk kedalam mobil.
"Sepertinya tidak ada Tuan Muda."
Setelah merasa yakin tidak ada yang ketinggalan Jefry melajukan mobilnya meninggalakan kantor HJ.GRUP.
Ditengah perjalanan tiba-tiba perasaan Hasan menjadi tidak tenang dan selalu memikirkan Mawar yang masih dikantor, "Jef, apa klien kita sudah sampai direstoran?" tanya Hasan mencoba mengusir kegundahannya.
"Sepertinya belum Tuan Muda, mereka juga masih dalam perjalanan." jawab Jefry sambil memperlihatkan pesan klien kepada Hasan.
Saat Hasan melihat jalanan dari jendela mobilnya tiba-tiba ponsel Hasan berbunyi, Hasan mengambil ponselnya lalu tersenyum ketika melihat nama yang tertera dilayar, "Tahu saja jika Aku sedang memikirkanmu." batin Hasan.
Hasan menggeser layar hijau dan tersenyum ketika meletakkan ponselnya ditelinganya namun tiba-tiba senyum Hasan pudar mendengar suara yang bukan suara Mawar, "Ayolah Mawar, tidak akan ada yang bisa menolongmu sekalipun Kamu berteriak sekeras-kerasnya, Hasan pun tidak akan bisa menolongmu!" suara tawa terdengar keras setelah lelaki itu berbicara.
"Pergi Son!" teriak Mawar.
Hasan matikkan ponselnya, "Jef! balik kekantor!" perintah Hasan.
"Ada apa Tuan Muda?" tany Jefry heran.
"Mawar dalam bahaya Jef!" perkataan Hasan membuat Jefry langsung berputar arah dan kembali kekantor, urusan dengan kliennya dipikirkan nanti.
Didalam ruangan Mawar, Sony sedang tertawa melihat Mawar ketakutan karena ulahnya yang datang tiba-tiba keruangannya.
Sony mendekat kearah Mawar dan Mawar pun berjalan mundur menghindari Sony, "Mau apa Kamu?" Mawar menggenggam ponselnya lalu memanggil nomer darurat diponselnya tanpa sepengetahuan dari Sony.
"Mau bersenang-senang denganmu." jawab Sony sambil bibirnya mengulas senyuman.
"Jangan macam-macam Sony!" teriak Mawar.
Sony tertawa lalu mengunci tubuh Mawar yang sudah terbentur tembok, hati Mawar menjadi takut dengan perlakuan Sony, "Aku tidak akan melakukan ini jika waktu itu Kamu tidak menolak lamaranku Mawar sayang!" tekan Sony, tangannya bergerak ingin menyentuh pipi Mawar namun dengan gerakan cepat tangan Mawar menghalaunya.
"Jangan macam-macam atau Aku akan berteriak agar Hasan datang!" ancam Mawar.
Sony tersenyum sinis, "Ayolah Mawar, tidak akan ada yang bisa menolongmu sekalipun Kamu berteriak sekeras-kerasnya, Hasan pun tidak akan bisa menolongmu!" tegas Sony yang masih berusaha menyentuh Mawar.
"Pergi Son!" teriak Mawar namun telinga Sony seakan tuli dengan teriakan Mawar, dirinya berusaha memeluk Mawar namun Mawar dengan sekuat tenaganya menahan tubuh, mata Mawar sudah berkaca-kaca dan teriakan yang sudah terdengar serak.
Sony bangkit sambil menyeringai kearah Mawar, "Aku sudah bilang, tidak akan ada yang menolongmu!" ucap Sony lalu menyeret tangan Mawar dan menghempaskan tubuh Mawar kesofa.
Airmata Mawar tidak tertahan lagi dirinya merasa ketakutan menghadapi Sony, "Aku mohon jangan lakukan itu Son." mohon Mawar namun Sony mengabaikan permohonan Mawar.
"Jangan Son!" tangan Mawar menahan tubuh Sony yang kini sudah berada diatasnya.
"Kita akan bersenang-senang sayang." bisik Sony ditelinga Mawar yang justru membuat airmata Mawar semakin deras mengalir.
Hati Mawar menjerit kuat memohon pertolongan kepada Sang Pemberi Hidup, Mawar membuka matanya dan melihat sesuatu benda diatas meja dekat sofa, Mawar berusaha mengambil barang itu lalu memukulkannya kekepala Sony hingga terluka dan berdarah, "AHHHH!" teriak Sony, Mawar kembali lari sedangkan Sony semakin geram lalu mengejar Mawar, tidak peduli dengan darahnya yang kini mengalir membasahi wajahnya.
Seketika ruangan Mawar kini berantakan karena Mawar mencoba melemparkan apa saja yang ada didepan matanya untuk melawan Sony, "Pergi Son!" teriak Mawar sambil melempar pas bunga kecil yang ada dimeja kerjanya.
"Aku tidak akan pergi sebelum mendapatkanmu!" tekan Sony sambil melempar tubuh Mawar lagi kesofa.
"TOLONGGGGGG!" teriak Mawar serasa tenaganya kini telah habis untuk melawan Sony.
"Teriak saja yang Kamu bisa! tidak akan ada yang menolongmu cantik!" Sony kembali menindih tubuh Mawar.
Tangan Sony mengunci tangan Mawar membuat Mawar kini tidak bisa bergerak sedikitpun, Mawar memejamkan matanya ketika wajah Sony semakin dekat dengannya.
BUUUUGGGGHHH Sony tersungkur jatuh karena tendangan Hasan yang berhasil masuk setelah membuka kunci ruangan Mawar dengan kunci cadangan yang dia milikki.
"Berani sekali Kau melakukan ini!" tegas Hasan sambil mencengkram kerah Sony.
DUGGGGGG Hasan memukul Sony kembali dengan kakinya, "Aku tidak akan memaafkanmu! keluar dari perusahaan ini sekarang juga!" Hasan menunjuk Sony dengan amarah yang tidak tertahankan.
Hasan menghampiri Mawar yang kini tidak sadarkan diri disofa, Sony bangkit berdiri dan berjalan kearah Hasan, tangan Sony mengepal dan ingin memukul Hasan dari belakang namun gagal karena Jefry, "Jangan pernah menyentuh Tuan Muda!" Jefry memukul Sony lalu membawanya keluar dari ruangan Mawar.
Ketika Sony keluar dari ruangan Mawar dengan keadaan yang acak-acakan membuat para karyawan menggunjingnya dan menerka-nerka yang terjadi kepada Sony.
Didalam ruangan Mawar, Hasan mencoba menyadarkan Mawar dengan memberikannya minyak angin yang dia minta pada stafnya. Hasan menunggu Mawar sadar lumayan lama hingga Hasan memanggil dokter kekantornya.
*Flash back off*
Hasan pun ngilu mengingat kejadian itu, karena kejadian itu Mawar merasa trauma tetapi Mawar juga tidak bercerita kepada ibu dan adiknya karena tidak mau membuat mereka khawatir.
Hasan tidak bisa membayangkan jika dirinya datang terlambat saat itu pasti kondisi Mawar akan semakin buruk.
Hasan melepaskan pelukan istrinya lalu menangkup pipi istrinya sambil menatapnya dengan kasih sayang, "Semua sudah berlalu Cinta, jangan dipikirkan lagi." Hasan mengusap airmata istrinya dengan ibu jarinya.
Mawar mengangguk, "Besok kemasi barang-barang kita, lusa kita akan pergi." perintah Hasan.
"Pergi kemana?" tanya Mawar penasaran.
"Kejutan." ucap Hasan sambil mengedipkam satu matanya.
"Sayang..." Mawar mencubit perut Hasan.
Hasan tertawa, "Sekarang kita tidur sudah mau pagi." pinta Hasan lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.
Wajah Mawar langsung memerah karena ulah sang suami, Hasan menuntun Mawar untuk berbaring dikasur. Hasan memeluk istrinya hingga Mawar merasa nyaman dan dapat tertidur dengan pulas.
Ponsel Mawar tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan masuk keponselnya, Hasan yang belum tertidur mengambil ponsel istrinya sambil berbaring.
Hasan mengernyitkan keningnya karena ada pesan masuk dari nomer yang tidak ada namanya keponsel Mawar, "Nomer siapa ini?" gumam Hasan.
Hasan membuka pesan itu dan semakin terkejut melihat isi pesan itu, "Sayang..."
******
#Besok lagi ya kakak-kakak seyeng 😚😚 maaf semalam gak bisa up karena sang suami minta ditemani tidur dan akhirnya Ay juga ikut tertidur pulas sampai pagi 😂😂😂😂😂😂