
Saat tengah malam Jefry keluar dari rumah Hasan karena ada yang harus dia pastikan kebenarannya, tadi siang Jefry menerima pesan dari anak buahnya dan mengabarkan jika mereka telah menemukan orang yang mau mencelakakan Hasan.
Jefry tidak memberitahu Hasan terlebih dahulu karena Jefry harus melihatnya lebih dulu sebelum mengajak Tuan Mudanya melihatnya.
Jefry sampai disebuah rumah yang cukup gelap karena rumah itu memang tidak berpenghuni, dan sekarang menjadi markas Jefry, rumah itupun menjadi terang saat ini.
Jefry masuk kedalam dan disambut oleh anak buah dari Jefry, "Dimana mereka!" seru Jefry yang sudah tidak sabar memberi pelajaran kepada orang-orang yang ingin mencelakakan tuan mudanya.
"Mari ikut denganku, Bos." Jefry mengikuti salah satu anak buahnya yang ingin menunjukan keberadaan orang-orang itu
"Itu mereka, Bos!" anak buah Jefry menunjuk kearah orang-orang itu.
Jefry menoleh dan melihat 4orang sedang disandra oleh anak buahnya disalah satu kamar rumah tersebut. Jefry mengerutkan keningnya, "Kenapa cuman 4? harusnya 6." Jefry menoleh kembali kearah anak buahnya.
"Maaf, Bos. Kami baru menemukan mereka." anak buah Jefry membungkukan kepalanya sedikit.
Jefry menganggukan kepalanya mengerti, Jefry mendekat kearah orang-orang jahat itu, Jefry membungkukkan badannya da melihat wajah-wajah itu satu-persatu, dan benar saja merekalah orang-orang yang ingin membunuh tuan mudanya.
Orang-orang jahat itu memasang wajah ketakutan melihat Jefry ada didepannya, bukan apa-apa, itu karena mereka tahu siapa Jefry dibalik sikap sopannya terhadap tuan mudanya, Jefry memiliki sisi gelap dan itu akan muncul ketika siapa saja menganggu tuan mudanya, dan itu sumpah Jefry kepada Nyonya dan Tuannya, sebagai tanda jasa Jefry kepada mereka.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Jefry pelan namun menusuk jantung mereka.
Mereka bungkam dan saling pandang, mereka takut kepada Jefry tapi mereka juga takut bila memberitahu siapa dalang dari semua ini.
Melihat diamnya mereka, Jefry sedikit naik pitam, "Apa kalian tidak mendengarkanku!" Jefry menaikan voleme suaranya.
Jefry mengambil pistol disaku celananya, dan menodongkannya dihadapan orang-orang jahat itu, orang-orang jahat itu sangat ketakutan melihat Jefry memegang pistol kecil namun pasti mematikan.
"Cepat katakan! atau kalian akan tahu merasakan peluru ini menembus wajah-wajah jahat kalian itu!" ancam Jefry.
"Ampun Tuan...tolong ampuni kami." salah satu dari mereka memohon-mohon kepada Jefry.
"Aku tidak sedang meminta kalian untuk memohon ampun kepadaku! tapia aku meminta kalian untuk memberitahuku siapa yang menyuruh kalian!" tegas Jefry membuat orang-orang jahat itu bungkam.
Mereka menunduk karena takut, takut bila Jefry membunuhnya tapi mereka juga takut bila Bosnya akan mencelakakan keluarga mereka jika mereka memberitahu siapa dalang dibalik semua ini.
DOOOOORRRRR Jefry melepaskan timah panas keatas untuk memberikan peringatan kepada mereka, mereka kaget dan badan mereka pun gemetar karena Jefry sudah memberikan peringatannya.
"Maaf Tuan...kami ingin memberitahu kepada Tuan, tapi kami juga takut karena keluarga kami menjadi taruhannya Tuan." lelaki itu mengadu sambil menangis.
Jefry berpikir sejenak, "Aku akan kirimkan orang untuk menjaga keluarga kalian kalau kalian mau bicara!" ucapan Jefry membuat lega hati para penjahat itu.
Salah satu dari mereka pun memberitahu siapa dalang dari semua ini, Jefry tercengang ketika diberitahu siapa dia, "Kalian tidak sedang menipuku kan!" teriak Jefry karena tidak yakin dengan apa yang mereka katakan.
"Sunggu Tuan, kami tidak berbohong. Memang dialah pelakunya selama ini." ucap salah seorang lelaki dari mereka.
"Ampuni kami Tuan, kami terpaksa bekerja dengan mereka karena kami membutuhkan uang untuk hidup kami Tuan." lanjutnya lagi.
Jefry menggelengkan kepalanya tidak percaya, "Lalu dimana orang yang saat itu ingin menusuk tuan mudaku?" tanya Jefry yang melihat wajah mereka dan tidak ada wajah orang yang ingin menusuk Hasan pada saat itu.
"Kami tidak tahu Tuan, dia adalah adik darinya, pasti dia sedang dilindungi olehnya Tuan." Jefry tercengang mendengar penuturan orang itu.
"Adik?" tanya Jefry memastikan.
Mereka kompak menganggukan kepalanya. Jefry menggelengkan kepalanya, "Bagaimana perasaan tuan muda nanti? ketika dia tahu siapa dalang semua ini." gumam Jefry merasa kasihan dengan tuan mudanya.
"Kalian akan tetap disini sebagai saksi nanti, kalian tenang saja. Aku akan menepati janjiku untuk menjaga keluarga kalian." ucap Jefry.
"Terimakasih, Tuan...terimakasih sudah memberi kami kesempatan hidup dan melindungi keluarga kami." ucap salah satu dari mereka, mereka kini sadar apa yang mereka lalukukan selama ini adalah salah bahkan dosa besar.
Jefry menyentuh keningnya dan menyandarkan kepalanya di jok mobil, "Ya Allah...apa yang harus aku katakan kepada tuan muda?" gumam Jefry didalam mobil.
^
Pagi harinya seperti biasa, Jefry mengantar tuan mudanya kekampus namun sebelum pergi kekampus dia harus menjemput Nadine terlebih dahulu.
Hasan sengaja menyuruh Nadine untuk tinggal dirumahnya dulu untuk menjaga dan merawat rumah tersebut. Walau bagaimanapun rumah itu memiliki banyak kenangan bersama mendiang orangtuanya. Kenangan yang tidak bisa Hasan hapus dari ingatan karena itu terlalu manis menurut Hasan.
"Jef..." panggil Hasan.
Jefry melirik kearah Hasan sebentar, "Iya Tuan Muda?"
"Apa orang-orang jahat itu sudah ditemukan?" pertanyaan Hasan membuat jantung Jefry seakan ingin copot dari tempatnya.
Hasan memperhatikan wajah Jefry yang terlihat tidak seperti biasanya, wajah Jefry saat ini terlihat mendung, "Kamu kenapa Jef?" tanya Hasan merasa tidak beres dengan Jefry.
"Tidak apa-apa, Tuan Muda." jawab Jefry menyembunyikan pikirannya yang sedang kacau.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku Jef?"
Jefry menoleh kearah Hasan, "Apa yang harus Aku katakan tuan? ini pasti akan menyakiti hatimu." batin Jefry.
"Apa Tuan Muda ingin melihat mereka?" jawab Jefry sedikit tersenyum kepada Hasan.
Hasan begitu antusias mendengar jawaban Jefry, "Kau telah menemukannya, Jef?" Jefry mengangguk.
"Kerjamu sangat luar biasa Jef!" seru Hasan sangat kagum kepada Jefry.
"Untukmu Tuan Muda." Jefry tersenyum kepada Hasan.
Mobil Hasan sampai didepan rumahnya dulu, Hasan keluar dari mobil dan masuk kedalam rumahnya setelah mengucapkan salam.
Jefry menunggu disamping mobil, "Jef?" panggil Zaki, Jefry menoleh dan melihat Zaki dan Melati juga, Jefry lihat sepertinya Zaki akan mengantar Melati kekampus.
"Jemput Nadine?" tanya Melati, Jefry mengangguk.
Hasan keluar dari dalam rumah bersama Nadine, "Kak Zaki." panggil Hasan saat melihat Zaki dan Melati sedang berada diluar rumah.
"Assalamualaikum, San." salam Zaki.
"Wa'alaikumsalam," jawab Hasan lalu tersenyum.
"Hai, Nadine." Zaki menyapa Nadine.
"Hai, Kak Zaki." bala Nadine.
"Kalian cocok, San." ucap Zaki lalu masuk kedalam mobil, Melati melihat kearah Hasan dan Nadine sebelum dirinya masuk kedalam mobil.
Wajah Nadine memerah karena ucapan Zaki tadi, Hasan melihat kearah Nadine, mata mereka bertemu untuk beberapa saat, mereka tersadar ketika suara Jefry membuyarkan lamunan mereka.
# Ayo......
*Ayo apa thor 😯😯😯
#Ayo tidur..author sudah mengantuk 😂😂😂😂
*Kurang asem lu thor 😠😠😠ðŸ˜