
"AHHHHHHH." teriak seseorang yang terkena tembakan.
Jefry tersenyum kepada seseorang yang sedang berdiri diambang pintu, "Kerja yang bagus Lusi." Jefry mengedipkan satu matanya.
"Tentu saja." Lusi menembak anak buah Sony yang ingin menembak Hasan dengan pistol yang berhasil dia rebut dari anak buah Grissam.
"Terimakasih Lusi." ucap Hasan.
"Sudah tugasku Tuan Muda." balas Lusi.
Saat Hasan berbicara dengan Lusi, Sony dan Pandu berniat kabur dari situ namun dicegah oleh anak buah Grissam yang melihatnya, "Mau kemana Tuan?" anak buah Grissam berhasil membengkuk Sony dan Pandu.
"Lepaskan!" teriak Pandu dan Sony bersamaan.
"Tidak semudah itu, bawa mereka kepenjara markas kita!" tegas Grissam.
"Maafkan Aku, setelah ini berpikirlah sebelum bertindak!" tutur Hasan sebelum Sony dan Pandu dibawa kemarkas Grissam.
"Kamu tidak akan bertemu dengan Mawar lagi! dengar itu Hasan Alfatar! anak buahku sudah berada dimansionmu untuk mengambil Mawar!" Sony tertawa bahagia setelah berbicara.
Hasan tersenyum, "Dan anak buahmu tidak akan menemukan Mawar, Sony." lirih Hasan.
"Ayo kita pulang, kalian bawa anak buah Sony kepenjara juga!" perintah Grissam.
"Siap Tuan!"
****
Grissam, Jefry dan Lusi pulang kemansion sedangkan Hasan dan Zaki pulang kerumah Zaki, sedangkan Putra pulang keapartemennya.
Sampai dimansion Hasan, "El!" teriak Grissam saat sampai dimansion.
"Hay Sam!" Ellois dan Rumi turun kebawah.
"Apa disini baik-baik saja? penjaga kenapa diganti semua?" tanya Grissam yang melihat wajah para penjaga berbeda dari yang biasanya.
"Hampir tidak baik-baik saja, untung Jhosu dan anak buah yang lain datang tepat waktu." adu Ellois sedikit kesal.
"Dan mengenai penjaga itu, Jhosu yang menggantinya karena para penjaga lama sangat tidak becus tenaganya." sambung Ellois dan langsung bercerita kejadian yang terjadi dimansio dan juga menceritakan para pelayan yang sudah membantunya. Grissam, Jefry dan Lusi mendengarkan dengan baik cerita Ellois dan Rumi.
"Bagaimana keadaan menantuku, Om. Dia baik-baik saja kan?" timpal Rumi.
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja, Sony, Pandu dan anak buahnya sudah berada dipenjara markas kita." tutur Grissam.
"Ada Pandu juga?" kaget Rumi.
Grissam mengangguk, "He'em..sepertinya mereka punya tujuan yang sama ingin menghancurkan Hasan cucuku."
Jefry dan Lusi berdiri, "Maaf Nyonya, Tuan. Kami pamit ingin istirahat."
"Pergilah Jef, Lus. Terimakasih atas bantuan kalian." tutur Grissam.
"Sama-sama Tuan." jawab Jefry dan Lusi.
"Istirahatlah untuk beberapq hari mumpung Tuan Muda dan Nona Muda kalian sedang berada dirumah orang." Rumi dan Ellois tertawa mendengar ucapan Grissam.
****
Melati menghampiri kakaknya yang masih duduk diruang tamu menunggu Hasan pulang, "Kak sudah malam sebaiknya Kakak istirahat ya?" bujuk Melati.
"Iya Nak, Hasan pasti pulang dan baik-baik saja." sambung Ayu.
Mawar melihat Melati dan Ayu bergantian, "Kalian istirahatlah dulu, Aku belum mengantuk." tutur Mawar.
"Kamu istirahat Dek, kasihan calon ponakan Kakak kalau Kamu tidak istirahat, Kakak gak papa kok." yakin Mawar.
"Istirahatlah Bu Ayu, Mawar akan menunggu Hasan sebentar lagi." ucap Mawar kepada Ayu.
Ayu memandang Melati lalu menganggukan kepalanya, "Ya sudah Malati istirahat dulu ya Kak, Kakak yakin mau tetap nunggu Kak Hasan?" Mawar menganggukan kepalanya mantap.
Dengan berat hati Melati dan Ayu meninggalkan Mawar sendirian diruang tamu, Melati juga sebenarnya khawatir dengan keadaan suaminya sama seperti Mawar namun Melati tidak mau khawatir didepan mertuanya karena takut jika mertuanya ikut merasa khawatir dan kesehatannya menjadi buruk jika memikirkan keadaan Zaki.
Setengah jam Mawar duduk karena bosan kini Mawae berdiri lalu berjalan kearah pintu depan dan mengintip kejendela siapa tahu Hasan pulang namun lagi-lagi Mawar kecewa karena yang dia lihat kosong dan gelap.
Mawar mondar-mandir dibelakang pintu sambil menggigit ujung kukunya, "Kalau dia dalam keadaan bahaya pasti kalungku ini menyala kata Eyang, tetapi dari tadi kalungku tidak menyala apa dia baik-baik saja?" Mawar bertanya pada diri sendiri.
****
Dirumah Gio, semua sedang berkumpul diruang tamu wajah mereka terlihat sangat tegang apalagi Alin sang mertua yanh wajahnya sudah sangat merah menahan amarah, sedangkan Syam duduk menatap tajam Hany yang kini duduk berhadapan dengannya.
Hany hanya tertunduk takut melihat wajah orang-orang yang kini sedang menatapnya dengan tajam.
"Ada apa ini?" tanya Gio yang langsung pulang ketika mendapat panggilan dari istrinya untuk segera pulang.
"Duduklah." lirih Laila.
Gio duduk disebelah istri dan anaknya, Gio melihat anaknya yang sedang tertunduk tidak seperti biasanya, "Sayang, Kamu kenapa? apa Syam menyakitimu?" tebak Gio.
"Jaga bicara Anda Tuan Gio! anak Anda yang sudah mengkhianati anak Saya!" teriak Alin penuh esmosi.
"Apa maksud Anda Nyonya Alin!" tegas Gio.
"Kamu tanyakan kepada anakmu sendiri!" Alin menunjuk Hany dengan tajam.
Hany semakin ketakutan mendengar perkataan Alin, untuk saat ini perkataan mertuanya itu sudah seperti pisau belati bagi Hany.
Laila menarik nafasnya dalam-dalam rasanya seperti mimpi bagi Laila, "Hany hamil Dad." lirih Laila.
Gio menoleh kearah istrinya, "Hany hamil? bagus dong, ini kabar baik yang Aku tunggu-tunggu!" senyum dibibir Gio tiba-tiba mereka mendengar kabar baik itu.
"Tapi bukan denganku!"
DEGGGGG jantung Gio tiba-tiba terasa berhenti mendengar pengakuan Syam, "Apa maksudmu!" Gio mendelikkan matany sambil menunjuk Syam dengan penuh amarah.
"Anda tanyakan sendiri kepada anak Anda!" tegas Syam.
Gio melihat Hany yang masih menunduk takut, "Hany! jelaskan apa maksud perkataan Syam!" tanya Gio sedikit mengeraskan suaranya.
Tubuh Hany sedikit bergetar mendengar suara ayahnya yang sedikit keras, Hany tiba-tiba memeluk lutut ayahnya, "Maafkan Hany Dad." permohonan anaknya membuat tubuh Gio terasa lemas seketika.
"Apa maksudmu meminta maaf kepada Daddy?" lirih Gio berharap apa yang sedang dia pikirkan tentang anaknya itu salah.
Hany menangis tidak menjawab pertanyaan ayahnya membuat Gio merasa kesal, Gio menarik Hany untuk berdiri lalu memaksanya untuk melihatnya, "Apa maksudmu meminta maaf pada Daddy!" Gio menggoyang-goyangkan bahu Hany dengan wajah yang sudah memerah karena marah.
"Dad stop!" Laila mencoba melerai suaminya
Alin membuang mukanya karena benci dengan menantunya itu, sedangkan Syam hanya melihat pemandangan itu tanpa tahu apa yang harus dia lakukan, karena sejujurnya kabar kehamilan Hany juga membuat dirinya terkejut tidak percaya, wanita yang mengaku mencintainya rela tidur dengan lelaki lain dan kini membuahkan hasil, mungkin ini adalah teguran untuknya karena dulu dia sudah menyakiti Mawar, pikir Syam.
PLAKKKKKK Gio menampar Hany dengan keras karena sudah berhasil mencoreng nama baik keluarganya, bagaimana kalau rekan bisnisnya tahu soal kehamilan anaknya yang ternyata bukan hasil dari hubungannya dengan suaminya tetapi dengan lelaki lain? akan taruh dimana wajah Gio sekarang?
"Dad! Mammy mohon cukup!" Laila menahan tangan suaminya yang ingin menampar anaknya kembali.
"Mau ditaro mana wajah Daddymu ini ha!" teriak Gio.
Hany hanya bisa terduduk menangis, "Maafkan Hany Daddy." ucap Hany dengan suara serak.
Syam bangkit berdiri, "Aku pergi, Aku akan segera mengurus perceraian kita!" tegas Syam.
Syam dan Alin hendak pergi namun dihalang oleh Gio, "Tunggu Syam!" Syam dan Alin berhenti lalu menoleh kebelakang.
"Tolong jangan ceraikan anak Daddy, Daddy akan memberikan seperuh hartaku jika Kau mau. Daddy juga akan menjadikanmu direktur diperusahaan Daddy, tapi Daddy mohon jangan pisah dengan anak Daddy, Syam." ucapan Gio membuat Alin dan Syam tercengang bukan hanya Alin dan Syam, Laila dan Hany pun ikut terkejut mendengarnya.
****
Mawar tertidur disofa sambil memeluk bantal sofa karena kelelahan akibat menunggu Hasan pulang.
Seorang lelaki masuk kedalam kamar Mawar tanpa Mawar sadari karena Mawar begitu pulas tertidur.
Lelaki itu tersenyum melihat Mawar tertidur, dia bersimpuh didepan wajah Mawar, tangannya bergerak menyingkirkan rambut Mawar yang menutupi wajah cantiknya, Mawar menggeliat karena merasa ada yang menyentuhnya.
"Cinta."
*****
#Lagi-lagi Ay meminta maaf ya kakak-kakak Seyeng 😚😚😚
#Dimaafin kan 😂😂😂😂 nanti kalau gak dimaafin Ay nangis loh 😂😂😂