Hasan Alfatar

Hasan Alfatar
Bila Waktu Bisa Ku Putar Kembali



Selesai Hasan menyanyi semua tamu bertepuk tangan dengan meriah, Hasan menundukkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih kepada para tamu.


Hasan turun dari panggung lalu berjalan kearah istrinya, Mawar seketika memeluk Hasan karena terharu dengan lagu yang dia nyanyikan untuknya.


"Jangan pernah ragukan rasaku lagi." Mawar menganggukan kepalanya, Hasan mengusap airmata istrinya dengan penuh kasih sayang.


Hasan mengecup kening istrinya, Rumi melihat itu meneteskan airmatanya akhirnya amanah suaminya terkabul juga.


Grissam dan Ellois teringat dengan Jacson, bagaimana pernikahan mereka dahulu? seperti ini kah? secinta itu kah dengan istrinya? jika tidak Grissam dan Ellois yakin tidak akan ada anak seperti Hasan, Grissam dan Ellois merasa bangga kepada almarhum anak dan menantunya itu walau semua sudah terlambat.


"Aku mencintaimu sangat mencintaimu." bisik Hasan, wajah Mawar seketika merona merah, Hasan tersenyum dan mengusap pipi Mawar pelan, jantung Mawar semakin kencang berlari mendapat perlakuan seperti itu dari Hasan, Mawar tidak percaya bila Hasan yang dia kenal selama ini yang kadang dingin dan susah ditebak itu bisa memperlakukan dirinya seperti ini.


ยค


"Gina!" teriak Ayu dan Sasa bersamaan membuyarkan lamunan Gina yang sedang menatap heran lelaki yang ada disampingnya yaitu Putra.


"Ayu, Sasa." Gina langsung memeluk kedua temannya yang sudah sangat lama tidak bertemu karena mereka melanjutkan kuliahnya diluar negeri, Gina pun sebenarnya ingin kuliah diluar negeri namun ada sesuatu yang menahannya disini dan membuat harapannya harus pupus begitu saja.


"Jahat sekali, kalian sudah pulang tapi tidak bilang kepadaku!" kesal Gina memukul lengan teman-temannya.


"Kita baru sampai tadi pagi,Gin. Dan istirahat sampai sore, rencana besok kita akan main kerumahmu." wajah Gina mendadak langsung berubah sedih, Putra melihat itu dan merasakan ada sesuatu yang sedang Gina rasakan dan bukan kesenangan tentunya.


"Kamu kenapa Gin? ada masalah?" Sasa merasa ada yang disembunyikan Gina kepadanya.


Gina tersenyum simpul, "Tidak ada apa-apa, ayo kita kesana." Gina menunjuk meja yang berisi minuman dan berbagai kue.


Ayu dan Sasa sangat antusias, "Mengucapkan selamat dulu sama pengantin." langkah 3wanita itu terhenti karena mendengar perkataan Putra.


Sasa dan Ayu terkekeh dan membenarkan perkataan Putra, mereka akhirnya berjalan kearah pengantin dahulu.


Entah mengapa Putra selalu menatap kepergian Gina padahal Gina semakin jauh dari penglihatannya, "Lihatin apa?" suara Adi tiba-tiba terdengar ditelinga Putra, Putra menoleh dan benar saja ada Adi dan Rio yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingnya.


"Lihatin kunti." jawab malas Putra, Adi terbengong mendengar jawaban Putra, sedangkan Rio hanya menggelengkan kepalanya karena tahu itu tidak mungkin.


"Kamu naksir sama Gina?" sejak masuk gedung, Rio memperhatikan Putra yang sedang menatap kepergian Gina.


"Sok tahu!" angkuh Putra.


"Dia wanita pembawa sial, mana mungkin Aku naksir kepadanya." sambung Putra.


"Jangan berlebihan membenci seseorang nanti jatuh cinta, parah jadinya." ledek Rio.


"Pepatah gak guna itu." sergah Putra.


"Cih, dasar keras kepala!" umpat Rio.


"He! daripada berantem mending ambil minum." Adi menggeret Putra dan Rio kemeja yang berisi minuman dan berbagai kue.


ยค


"Mas Aku ingin kue itu?" Melati menunjuk kue yang berwarna cokelat dimeja tidak jauh dari dirinya.


"Brownis maksudmu?" Melati menganggukka kepalanya, Zaki berjalan menghampiri meja berisi kue itu lalu mengambilkan beberapa kue untuk istrinya, saat berbalik tiba-tiba tubuh Zaki bertabrakan dengan seorang wanita.


Kue yang Zaki bawa akhirnya jatuh kelantai semua dan menjadi berantakan, beberapa orang melihat kearah mereka namun hanya sebentar kecuali pandangan Melati yang terus memperhatikan suaminya dan wanita yang menabraknya.


"Kak Zaki?" Zaki mendongak dan melihat wanita yang memanggilnya.


"Lina?" wajah Lina langsung sumringah dengan seketika langsung memeluk Zaki, Zaki diam terpaku karena terkejut mendapat perlakuan mendadak dari Lina, Zaki menoleh kearah Melati yang sedang memasang wajah marah.


Zaki langsung melepaskan pelukan Lina, "Maaf Lina, Aku harus pergi." Zaki mengambil kue kembali lalu dengan segera berjalan kearah istrinya, hati Zaki merasakan sesuatu yang tidak enak.


Mata Lina tidak lepas dari melihat kepergian Zaki, Lina terkejut ketika Zaki menghampiri seorang wanita, "Siapa wanita itu?" gumam Lina.


Sampai didepan istrinya, hati Zaki semakin merasa tidak enak karena melihat wajah istrinya yang tidak bersahabat, "Ini kuenya, Dek?" Zaki memberikan kue yang tadi dia ambil lagi, sedangkan kue yang jatuh dilantai sekarang sedang dibersihkan oleh pelayan.


Melati hanya diam tanpa ingin mengambil kue yang disodorkan, mata Melati menyorot tajam kedalam mata Zaki meminta jawaban atas pertanyaan hatinya.


"Nanti Mas jelaskan dirumah." ucap Zaki.


"Sekarang." ketus Melati.


Zaki menghembuskan nafasnya, "Dirumah saja Adek sayang." bujuk Zaki, Melati akhirnya pergi kearah ibunya yang sedang mengobrol bersama teman-temannya, Zaki menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


ยค


Syam datang bersama Hany, sedangkan ibunya sudah lebih dulu datang bersama besannya, semua mata memandang kearah pengantin baru, mereka merasa takjub dengan gaun indah yang dipakai Hany saat itu, gaun itu dia pesan sama desainer yang cukup terkenal karena Hany tidak ingin merasa lebih rendah dari Mawar, Mawar melihat kedatangan Syam dan istrinya, dengan segera Mawar memalingkan wajahnya kearah suaminya yang saat ini merajai hatinya.


Seseorang menghampiri Syam dan membisikkan sesuatu, Syam berpamitan kepada istrinya, istrinya pun mengerti dan pergi bergabung bersama ibu dan mertuanya.


Syam naik keatas panggung, Hasan melihat heran akan itu, untuk apa naik keatas panggung? pikir Hasan.


Syam mengambil gitar lalu duduk dan membenarkan micnya, "Permisi semua." mendadak gedung langsung tenang dan menatap kearah Syam.


Mata Syam berkeliling melihat para tamu undangan yanh cukup banyak dan berakhir pada wanita yang dicintainya yaitu Mawar, Mawar memalingkan wajahnya karena Syam melihat kearahnya, Hasan maju selangkah dan menutupi tubuh Mawar yang kini menjadi istrinya.


"Maaf, hari ini orang yang sebenarnya menyanyi untuk pengantin kita sedang ada musibah kecil dan tidak bisa bernyanyi saat ini, dan Sandy menyuruhku untuk menggantikkannya." Syam terdiam sejenak dan melirik lagi kearah Mawar.


"Dengan berat hati Aku akan menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan hatiku saat ini." Hany menatap suaminya dengan tajam karena mata Syam selalu mengarah kearah Mawar, Laila dan Alin berusaha menenangkan Hany agar bisa sabar dan tidak emosi diacara pernikahan itu.


Syam memetik gitarnya dengan penuh penghayatan.


*Terlambat sudah aku menyadari


Setelah hatiku kini terluka


Dan menyayangimu segenap jiwa


Kini kucoba untuk merenungi


Dalam hati ini kucoba bertanya


Apakah salahku hingga dirimu pergi?


Cintaku menjadi harapku sia-sia


Dalam diam kuterpaku mengingat kisah kita


Sedih hatiku tiada berbicara


Lemah diriku sungguh tidak berdaya


Kepergianmu membuatku tersiksa


Andaikan waktu bisa kuputar kembali


Kuingin dirimu tetap ada di sini


Melewati kisah cinta yang kita jalani


'Ku tak mampu bila dirimu pergi


Terdiam kutenggelam meniti sepi malam


'Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan


Mengalir air mata membasahi pipi


Kutepiskan semua dengan ikhlas hati


Andaikan waktu bisa kuputar kembali


Kuingin dirimu tetap ada di sini


Melewati kisah cinta yang kita jalani


'Ku tak mampu bila dirimu pergi


Terdiam kutenggelam meniti sepi malam


'Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan


Mengalir air mata membasahi pipi


Kutepiskan semua dengan ikhlas hati


Kuikhlaskan engkau pergi


Dalam hatiku pun sudah rela


Jika nanti kau kembali


Pintu hatiku selalu terbuka*


Saat menyanyi Syam berusaha menahan airmatanya yang ingin sekali jatuh dari tempatnya, hati Hasan bergejolak ketika mendengar lirik lagu yang sedang Syam nyanyikan dan Hasan yakin jika itu ditujukan untuk istrinya.


Mawar memeluk Hasan dari belakang mengartikan bahwa dirinya lah yang saat ini ada didalam hatinya.


Hany semakin emosi karena suaminya menyanyikan lagu untuk orang lain. Para tamu begitu tersentuh dengan nyanyian Syam.


"Kayaknya menghayati banget ya, Gin." lirih Ayu kepada Gina dan Sasa.


"Iya, Aku juga ingin menangis, hiks hiks." ucap Sasa yang menjadi wanita paling melow antara Gina dan Ayu.


"Berisik! dengerin aja sih!" kesal Gina kepada kedua temannya.


"Put, kayaknya penyanyi itu ada hubungannya dengan pengantin wanita, coba lihat." Putra mengikuti perkataan Rio, Putra melihat arah mata Syam yang terus tertuju kepada Mawar.


"Bener juga, lagian apa peduli kita!" acuh Putra.


"Iya juga sih." jawab Rio.


โ™ก


#Sebentar lagi author akan sibuk untuk beberapa minggu kedepan mulai hari minggu nanti ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘


*Lah kenapa thor?? ๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•


#Author mau panen jagung ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


*Ah gak percaya kita thor, masa lu panen jagung, becanda lu ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘


#Serius kakak zeyeng, nanti hari minggu author kasih fotonya ya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


*Palingan juga yang dipoto jagung orang lain kan thor ๐Ÿ˜ด alesan aja lu thor ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก


#Hahhaha serius kakak-kakak zeyeng ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„