First Love To My Husband

First Love To My Husband
Rahasia Arman



Seiring bertambahnya usia, Arman tidak mau lagi ikut campur dalam bisnis di Warna Group. Ia menyerahkan sepenuhnya pada tenaga muda berbakat.


Kini ia mengincar saham di berbagai perusahaan berpotensi lainnya. Kali ini ia mengincar perhotelan yang beberapa di antaranya hampir bangkrut karena kurangnya pengunjung di masa pandemi. Ia membeli saham dengan harga murah, karena bisnis perhotelan sedang dalam kondisi yang mengenaskan. Kemudian membuat kebijakan dengan merumahkan sementara supir hotel, karena tidak ada pengunjung dari luar yang harus diantar jemput ke bandara. Namun untuk koki dan pelayan, tidak ada pengurangan pegawai, karena Arman mempersiapkan untuk pesta pernikahan Febri.


[ Febri, papa sudah mempersiapkan hotel X untuk menjamu tamu mu]


[ Tapi ada sedikit masalah pa! Masa pandemi ini ga boleh ngumpulin banyak orang. Terus gimana pa?]


[ Undangannya aja yang diolah Feb.]


[ Maksudnya pa?]


[ Bikin kata maaf bahwa kita hanya menerima tamu selama satu jam karena masa pandemi. Jadi setiap undangan, disamain aja waktunya untuk tiga puluh orang. Tiga puluh orang berikutnya, di jam berikutnya. Begitu seterusnya.]


[ Terus yang dari luar kota pa? Ga mungkin kan cuma satu jam?]


[ Yang luar kota, jam malam saja. Jadi mereka bisa menginap. Buat juga larangan menggunggah ke media sosial. Biar ga ribut."


[ Okey pa. Makasih solusinya.]


Arga dan Febri belum mengetahui, kalau hotel itu sudah menjadi milik papanya. Biarlah sementara menjadi rahasia Arman.


Semua anggota keluarga mendapat fasilitas kamar president suite. Termasuk Aca, Rendi, Hanum dan keluarga Ronald.


Acara begitu megah, namun tidak begitu ramai. Karena tamu silih berganti. Banyaknya undangan, membuat Febri mengatur waktunya selama tiga hari untuk mengadakan pesta pernikahannya. Jadi selama tiga hari pula, pihak keluarga tetap berada di sana.


Hotel terlihat hidup selama tiga hari. Walaupun Arman memberi suntikan dana untuk itu. Yang penting dia bisa membahagiakan putrinya di hari yang penting ini.


Kamar Hana berada di tengah antara kamar Hanum dan Wawa. Itu memudahkan mereka untuk menemui cucu cantiknya Agatha. Selama tiga hari Agatha tidur di tiga kamar yang berbeda. Semua ingin dapat giliran tidur bareng sang cucu. Hal itu juga memberi peluang pada Arga untuk mengulang bulan madunya kembali.


"Honey.... pumpung Agatha tidur sama neneknya. Sini!"


Arga menepuk-nepuk pahanya agar Hana segera duduk di sana.


Hana tersenyum dan duduk cantik di pangkuan suaminya.


Arga melingkarkan tangannya di perut Hana dan menyandarkan dagunya di bahu Hana.


"Honey..., kamu pengen ga ngadain pesta kayak kak Febri? Pernikahan kita kan belum pernah dirayain!"


Tanyanya sambil sesekali mencium pipi dan telinga Hana.


"Tapi apa honey?"


"Kalo sering-sering nginep di hotel kayak gini, aku mau mas."


Hana memiringkan tubuhnya dan melingkarkan tangan di leher suaminya. Arga pun langsung menyambar bi**r ranum Hana.


"Iya sayang... nanti kita bakalan sering liburan kayak gini. Biar ga boring. Maafin mas ya... jarang ngajakin kamu liburan.."


Arga tidak memberi kesempatan Hana untuk berkata, ia langsung menyerang kembali bibir Hana dan semakin agresif. Hana berusaha mengimbanginya sampai hampir kehabisan napas.


Arga begitu bersemangat karena sudah lama mereka tidak melakukan dengan bebas semenjak Agatha lahir. Hana pun merasakan sensasi yang berbeda dari suaminya kali ini. Ia bahkan harus jadi lebih kuat dari biasanya. Karena Arga memintanya lagi dan lagi.


"Mas..., kita kok nyaingin kak Febri sama bang Ronald ya? Mereka yang pengantin baru, kok kita yang berkali-kali?"


Goda Hana saat Arga meminta lagi setelah istirahat sejenak.


"Kenapa honey? Kamu capek? Sini, mas pijitin bentar ya."


Setelah memijit beberapa saat, tangan Arga pun mulai tak dapat dikendalikan. Hana mulai menggeliat kegelian disertai ******* manja yang menyiksa naluri kelelakian Arga.


Arga pun kembali mendaratkan ci***n ke segala arah. Menyerang bertubi-tubi. Hingga Hana tak tahan dan meminta Arga segera melakukannya.


Mendengar permintaan istrinya, Arga pun segera melakukan aksinya untuk yang ke empat kalinya malam ini.


Menjelang subuh, mereka bangun dan mandi bersama. Namun, pergumu**n itu terjadi lagi di kamar mandi. Dan waktu subuh pun hampir terlewat karena ulah pengantin baru kawakan ini.


Selepas mandi, mereka sholat subuh berjamaah di dalam kamar. Arga hanya membaca surat pendek karena waktunya sudah mepet.


****


Senengnya kalau pasangan suami istri bisa tetap mesra ya...


Semoga pembaca bisa terus harmonis bersama pasangan sampai tua nanti.


Aamiin


Keharmonisan bersama pasangan bisa terjaga dengan aktifitas s*x yang teratur.


Jangan ditolak ya mom... kalau misua minta jatah...😅💪🙏