
Arman tidak bisa pensiun muda. Arga sudah memutuskan untuk menjadi distribusi dari perusahaan mama Wawa dan mengharuskannya pindah domisili.
Putrinya Febri juga sudah menjadi pimpinan di kantor cabang. Febri juga sudah bertunangan dan akan segera menikah. Ia juga merambah ke dunia fashion dengan membuka butik dan mempekerjakan dua designer handal di sana.
Febri memang sosok yang handal dalam berbisnis, ia mewarisi sifat Arman. Namun masa lalu yang kelam, membuat ia selalu merasa dirinya kotor dan tidak pantas bersanding dengan pria manapun. Dengan bimbingan adik iparnya yang mengatakan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa kecuali syirik. Dan Allah menerima taubat setiap hambanya.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya ia mulai membuka diri untuk pria. Ia pun mengatakan masa lalunya sebelum menerima lamaran pria tersebut, agar tidak ada masalah di kemudian hari. Pria itu mengacungi jempol atas kejujuran Febri, dan menerimanya dengan tulus.
Sedang menantu Arman kini tengah hamil dan sedang manja-manjanya. Namun Hana selalu berpikir untuk terus mengembangkan sayap dan memberi lapangan pekerjaan untuk orang-orang sekitar. Ia juga selalu bersikap baik pada setiap karyawannya. Itu semua karena di masa lampau dia juga berasal dari kalangan bawah, sehingga dia pernah merasakan langsung bagaimana sulitnya hidup saat dunia menuntut serba ada namun keadaan mewajibkan untuk selalu menerima. Tak lepas didikan orang tua yang selalu mengingatkannya jika lalai. Ilmu agama yang diajarkan dengan kelembutan membentuk sosok Hana yang luar biasa.
Wawa kini sering mengajak Nina mengikuti pengajian yang diadakan di sekitar tempat tinggalnya atas permintaan Arman. Karena Arman kini lebih sibuk setelah Arga dan Hana pergi, ditambah Aca yang handal kini sudah resign atas permintaan suaminya. Jadi sudah tak punya waktu untuk mengajarkan ilmu agama pada istri tertuanya.
Awalnya Wawa tidak mau mengusik kehidupan Nina. Ia ingin memberi kebebasan pada madunya. Namun ia ingin membantu suaminya untuk membimbing Nina ke jalan yang lurus tanpa menyinggung perasaan Nina. Dengan cara perlahan.
Walau dengan cara itu menyebabkan gunjingan tetangga dan di kalangan teman pengajiannya. Tapi semakin gunjingan tajam atas keakraban dengan madunya, Wawa dan Nina makin menunjukkan kemesraan mereka. Menunjukkan persahabatan yang memang sudah dari kecil terbentuk. Sehingga orang yang mencibirnya lambat lain bungkam dengan sendirinya.
Nina yang sudah terbiasa dengan pakaian seksi sedari muda, enggan merubah penampilannya. Hanya saat mengikuti pengajian ia memakai pakaian muslimah. Sampai suatu hari Arman menegurnya, " Nina, kok ga ditutup rambutnya? Belum bisa?"
"Nutupnya kalo ngaji aja ya mas."
"Nin, kalo di dalam rumah boleh ga ditutup. Kalo di kamar boleh dibuka semuanya."
Arman mencoba dengan cara yang disukai Nina.
"Tapi, kalo di luar wajib ditutup! Anggap itu permintaan dariku. Kamu mau?!"
Arman mendekatkan wajah dan melepas jasnya untuk menutup lengan istrinya dan menuntunnya ke mobil.
"Meski sudah tak muda lagi, tapi kamu masih sangat cantik. Mas ga mau tubuhmu dilihat orang lain."
Gumamnya sambil terus menatap dalam pada suaminya.
"Mas, besok bisa antar kan aku ke rumah Febri? Aku kangen mas, sekalian mau liat butiknya."
"Iya, kebetulan mas besok libur. Wawa kita ajak ya?"
"Terus nanti mas tidurnya sama Wawa di rumah Febri gitu?"
Arman langsung paham dengan perasaan istrinya.
"Baik! Tapi pekan depan, gantian. Mas mau ajak Wawa ke rumah Arga."
"Jauh amat ke sana. Biasanya juga Arga yang ke sini."
Sahut Nina manja.
"Mas harus adil Nin! Lagian Hana lagi hamil muda, belum boleh perjalanan jauh. Wawa juga pasti kangen sama anak dan mantunya."
"Mas, bisa ga saat sama aku, jangan nyebut Wawa terus!"
"Kamu cemburu Nin? Mas ga suka ya! Mas juga ga pernah permasalahkan siapa saja yang sudah menyentuhmu."
Arman menjedah sejenak.
"Kita sudah tua Nin. Berpikirlah secara positif. Karena pikiran negatif hanya akan menguras energi. Dan usia kita ini sudah rentan penyakit. Keep smile baby. Trust me. Kesehatan itu sangat berharga."
Begitulah Arman yang terus berpikir positif dan mungkin hal itulah yang membuatnya terlihat awet muda dan mampu menjalani aktivitas dengan baik di segala kesibukannya.