
Sera dan Tika sekarang sedang sibuk mencari Syila yang tidak ada di UKS saat mereka mengunjunginya tadi. Mereka khawatir Syila kenapa-kenapa.
"Gimana nih Ser? Gue udah cari di toilet perempuan seluruh sekolah sama dikantin gak ada"tanya Tika yang sudah gusar,karena takut Syila diapa-apakan oleh gengnya Maura.
"Di lab sama di perpus juga gak ada"ucap Sera yang juga sedikit panik.
"Nanti kalau Maura and the genk ngapa-ngapain Syila gimana,Ser?!"
"Lo tenang dulu Tik,kalo lo panik malah bakal gak ketemu-temu"ucap Sera menenangkan. Tika pun mencoba mengatur nafasnya berulang kali.
Wusshhh!
Ada seseorang yang berlari melewati mereka. Tadinya Sera akan mengumpati orang tersebut,karena di koridor tidak boleh berlari-lari. Namun setelah tau kalau itu ternyata Syila,ia mengurungkan niatnya dan segera memberi tahu Tika.
"Tik Tik Tik!!"panggi Sera tanpa menoleh ke arah Tika sambil menepuk-nepuk pipi Tika,pandangannya masih ke arah perginya seseorang yang ia kira Syila tadi. Hingga tidak sadar kalau sekarang tepukkan Sera di pipi nya Tika menjadi lebih keras hampir seperti tamparan berkali-kali,dan itu membuat Tika marah.
"Apaan sih?! Sakit ****!!"Tika menepis tangan Sera kasar. Sera tak menggubris omelan Tika,ia memilih segera memberi tau tujuannya menepuk pipi Tika tadi.
"Syila Tik! Itu Syila!!"
"Hah? Mana? Ngigo lo"
Sera menoleh ke arah Tika kesal.
"Ngigo apaan! Itu tuh!! Udah kesana!"Sera menunjuk kearah Syila pergi tadi. Tika menyipitkan matanya,ia tak menemukan tanda-tanda ada Syila.
"Mana sih?!"
"Elah...itu..!!" Sera masih menunjuk-nunjuk. Tapi setelah ia melihat Syila sudah tidak terlihat,ia memilih menarik Tika agar menyusul Syila.
"Tau ah!!Mending lo ikut gue deh" Sera menarik tangan Tika menuju arah perginya Syila,dan Tika yang masih tak percaya hanya menurut saja sambil menggerutu.
"Mana?! Mana?! Lo salah lihat kali!" Tika melepaskan genggaman tangannya Sera.
"Gak mungkin. Gue tau persis kalo itu tuh Syila" Sera mengedarkan pandangannya.
"Lah buktinya mana?!"Tanya Tika menantang.
"Ck,bentar napa! orang ini lagi nya-Tuh!! Bener kan!" Sera menunjuk seseorang yang sedang duduk di bangku taman sekolah sambil menunduk. Tika menajamkan pandanganya.
"Coba kesana dulu. awas aja kalo salah orang,gue sumpahin jadian sama Agil lo"
"Dih! Ogah! Gue seratus persen yakin kalo itu tuh Syila"
"Berani buktikan?"tantang Tika dan Sera mengangguk mantap.
"Ayo! Siapa takut!" mereka berdua menghampiri bangku taman yang berbentuk lingkaran tersebut.

Disana ada gadis yang sedang menunduk dalam sambil mengikatkan tali sepatunya.
"Heh! Syila!"panggil Tika sedikit berteriak. Namun gadis yang sedang menunduk tersebut tak menggubrisnya. Ia memilih untuk menalikan tali sepatunya yang terlepas terlebih dahulu.
"Gue cariin kemana mana,ternyata malah di sini"omel Tika,tetapi masih tidak digubris oleh gadis tersebut. Tika yang sedari tadi sudah kesal pun semakin menjadi-jadi.
"Syila! Lu ke UKS bentar aja apa langsung jadi budeg sih?!"
Gadis tersebut mendongak,ia melihat Tika yang sedang berkacak pinggang dan Sera? Entah kemana cewek itu.
"Dari tadi napa elah. Bikin capek doang"gerutu Tika yang membuat gadis tersebut mengrenyit heran. Bukankah yang marah seharusnya dia? Karena dibentak-bentak tak jelas? Ah entahlah. Gadis itu memilih pergi dari sana.Sedangkan Tika sedang tersenyum kemenangan,dan menghampiri Sera yang ternyata berada di balik pohon.
"Tuh kan!! Bukan Syila!! Gue doa in lo jodohnya Agil. Aminn!!"ucap Tika bersemangat,pasalnya gadis tersebut bukan lah Syila,melainkan anak kelas sebelah yang model rambutnya hampir mirip sama punya Syila.
"Apaan sih?! Emang dia bukan Syila"
"Lah tadi lo bilang dia Syila? Udah deh...gak usah ngeles"
"Ngeles apaan? Orang yang gue maksud Syila itu yang ini,bukan yang itu tadi"ucap Sera sambil menunjuk Syila yang sedang tertunduk.
Tika melihat orang yang duduk di depan Sera,tepatnya dibalik pohon tadi. Lalu melotot ke Sera.
"Lah asem lu! Gue udah nyerocos dari tadi sama tuh orang,dan ternyata tadi yang lu maksud Syila itu yang ini?!" Sera mengangguk polos,yang membuat Tika menggaruk-garuk rambutnya kasar.
"Kenapa lo gak bilang dari tadi Maimunah!!!"teriak Tika tepat di telinga Sera,yang membuat Sera menggeplak kepala Tika.
"Budeg ****,kuping gue"
"Bodo!!"
"Apaan sih kalian?! Brisik banget! Orang lagi nangis bukannya dihibur,malah pada berisik sendiri dari tadi! Pergi aja lo padaan! Ada kalian malah tambah pusing nih pala" gadis itu--Syila--mengatakan nya dengan suara bindeng dan wajah sembab,tak lupa juga tangannya yang sibuk menghapus air matanya yang sejak tadi tak mau berhenti keluar.
"Astaga Syila!! Muka lu kayak disengat lebah ijo gitu,bengkak semua!!" ucap tika menghiperbola kan. Sera memutar bola matanya malas,menurutnya Tika itu terlalu lebay.
"Mana ada lebah ijo nyet,yang ada tuh laler ijo!!"Sera menjitak kepala Tika gemas,lalu Tika membalasnya,dan mereka berdua berakhir saling jitak-menjitak kepala.
"Sumpah,gue mending sendiri disini. Dari pada kalian nemenin gue,tapi malah pada ribut sendiri. Diem atau gue pergi?"ancam Syila yang membuat mereka menghentikan aksi mereka.
Selang beberapa menit,Tika berdeham.
"Ekhem,Lu kenapa bisa nyasar kesini Syil? Bukannya tadi lu katanya mau ke UKS?"tanya Tika selembut mungkin.
"Udah tadi. Cuma tadi gue udah agak baikkan,makanya gue keluar"jawab Syila masih dengan suara bindengnya.
"Baik apaan? Buktinya lo nangis lagi?!"
"Lo sebenernya ada masalah apa sih Syil?"tanya Sera pelan.
"Nggak ada"jawabnya sedikit ragu.
"Ck,kita sahabatan apa cuma setahun dua tahun sih Syil?! Kita berdua tuh udah khatam sama tingkah laku lo. Jadi gak usah sok mau nutup-nutupin deh.
Setiap kita punya masalah,lo selalu bilang kalo ada apa-apa cerita sama lo. Tapi kenapa lo gak mau cerita sama kita-kita kalo lo punya masalah Syila?!
Masalah itu jangan dipendem sendiri,lu sendiri juga nanti yang sakit,Itu dulu yang lo bilang ke kita-kita pas kita punya masalah. Tapi apa? malah lo sendiri yang gak mau terbuka sama kita-kita! Lo dulu pernah bilang,kalo diantara kita ini gak ada rahasia-rahasiaan. Tapi buktinya apa? Gue malah ngerasa lo nganggep kita berdua orang lain Syila,dan itu membuat gue sama Tika tersinggung. Seakan akan kalo lo cerita sama kita,satu sekolah langsung bakalan tau semua. Nggak Syila! Nggak!
Apa lo gak pernah percaya sama kita berdua? Lo sebenernya nganggep kita itu apa?"tanya Sera dengan mata memincing kearah Syila yang kembali terisak.
"Udah dong Ser...lo gak mau apa ngome-ngomel ditaman gini? Dilihatin semua orang tuh" Tika menunjuk orang-orang yang sedang mencuri-curi pandang kearah mereka menggunakan dagunya. Sedangkan kedua tangannya ia gunakan untuk menenangkan Syila.
Sera mendengus dan memilih pergi,ketimbang emosinya kembali terpancing. Dan Tika masih sibuk menenangkan Syila yang juga masih terisak-isak.
"Udah yuk Syil,kita ke kelas"ajak Tika dan Syila hanya menurut saja.
Tidak tahu saja mereka,kalau sedari tadi ada yang memperhatikan mereka dan sedang tersenyum menang. Baginya,kesedihan Syila adalah kesenangannya.
~XXX~