Different

Different
Meminta izin part 2



Melihat sikap adiknya itu, Charles memijat pelipisnya. "Dia menjadi nakal."


"Charles, kamu tidak boleh seperti itu. Setidaknya dengarkan dulu ucapannya," tegur Shopia.


"Dia masih kecil, Shopia," ujar Charles.


"Sisy sudah berumur 17 tahun. Dia bukan anak kecil lagi yang harus selalu diatur-atur olehmu. Gadis itu juga punya kehidupannya sendiri," balas Shopia.


"Ta—"


"Dia butuh waktu untuk bermain dengan teman-temannya, Charles," sambung Shopia.


"Aku tidak yakin kalau itu adalah temannya," gumam Charles.


"Apapun itu asalkan tidak memberi pengaruh buruk pada Sisy maka tidak masalah. Kita akan menghentikannya jika itu adalah hal yang buruk. Nanti bicaralah pada Sisy," perintah Shopia.


Charles mengangguk.


"Sekarang kita biarkan Sisy menenangkan dirinya," ucap Shopia.


Di tempat lain ada seseorang yang sedang menangis karena kesal dengan kakak laki-lakinya. Gadis itu menangis sambil memukul-mukul bantalnya. Dia tak habis pikir kenapa kakaknya selalu melarangnya ini dan itu.


"Dasar menyebalkan!" kesal Sisy.


Dia terus memukul-mukul bantal sambil menangis dan akhirnya tertidur karena lelah.


1 jam kemudian. Sisy terbangun karena ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Sisy tanpa berniat membuka pintunya.


"Ayo turun. Ini sudah waktunya makan malam," jawabnya.


"Aku tidak nafsu makan. Kalian makanlah tanpa aku," ucap Sisy.


"Ini aku," ucapnya.


"Lalu?" tanya Sisy tak peduli.


"Bukalah dulu pintunya. Ada yang ingin aku bicarakan," ujarnya.


"Tidak mau. Aku sedang malas mendengarkan wejanganmu itu," tolak Sisy.


"Dengarkan aku dulu, Sisy," pintanya.


"Buka saja. Pintunya tidak dikunci," ketus Sisy.


Charles pun membuka pintunya dan menghampiri adiknya. Dia duduk di sebelah adik perempuannya yang tiduran sambil menutupi wajahnya dengan selimut. "Aku mengizinkanmu untuk bermain."


Sisy langsung bangun dan menatap kakak laki-lakinya. "Serius?!"


"Iya," jawab Charles.


Gadis itu bersorak senang.


"Tetapi dia harus meminta izin langsung padaku. Jangan hanya kamu yang meminta izin, dia juga harus. Suruh dia datang ke rumah jika ingin mengajakmu pergi!" perintah Charles.


Sisy mengangguk cepat. Dia pun memeluk Charles. "Terima kasih, Charles."


"Jangan melakukan hal lain selain jalan-jalan!" peringatnya.


Dia mengangguk lagi.


"Sudah. Ayo kita turun. Shopia sedang menunggu di meja makan," ajaknya.


Sisy dan Charles pun turun bersama dan mereka menikmati makan malam sambil mengobrol.


Selesai makan, Sisy langsung kembali ke kamarnya dan menulis surat untuk Draco. Setelah suratnya selesai ditulis, dia segera mengirim suratnya dan berharap surat itu cepat sampai ke rumah kekasihnya.


Di sisi lain. Draco sedang membaca buku di kamarnya ditemani sinar dari lampu belajarnya. Fokusnya terpecah karena tiba-tiba menerima surat dari kekasihnya. Dia pun langsung membukanya dan membacanya.


Dear Draco,


Aku diperbolehkan untuk bermain. Namun ada syarat yang diberikan oleh Charles. Kamu juga harus izin padanya kalau mau mengajakku bermain.


^^^Salam hangat,^^^


Dia berteriak senang karena kekasihnya diizinkan untuk bermain bersamanya walaupun dia harus meminta izin langsung pada kakak kekasihnya itu.


Keesokan harinya. Draco sudah bersiap untuk pergi ke rumah kekasihnya. Dia meminta izin pada orang tuanya dan bergegas pergi.


Sesampainya di rumah Sisy, Draco mengetuk pintunya dan muncul seorang wanita.


"Siapa ya?" tanyanya.


Tiba-tiba Sisy langsung muncul dari belakang. "Ini temanku, Shopia."


"Oh teman yang mengajakmu bermain itu?"


Sisy mengangguk. "Iya."


"Kalau begitu silakan masuk. Charles ada di dalam," ujar Shopia.


Draco pun masuk bersama Sisy dan Shopia. Mereka duduk di sofa dengan Draco yang berhadapan dengan Shopia dan Charles.


Betapa terkejutnya Charles saat melihat teman yang dimaksud oleh Sisy adalah seseorang yang sangat bermusuhan dengan adiknya itu sejak kecil.


"Kamu Draco Malfoy, kan?!" tanya Charles terkejut.


"Iya. Saya Draco Malfoy. Putra tunggal dari pasangan Lucius Malfoy dan Narcissa Malfoy," jawab Draco panjang.


"Bukankah kamu dan Sisy sangat bermusuhan sejak kecil? Kenapa tiba-tiba kalian jadi dekat bahkan sampai bermain bersama?" tanya Charles heran.


Sisy menatap kakaknya dengan tajam. "Lalu aku harus terus bermusuhan dengan Draco gitu?!"


"Wah bahkan kalian sudah saling memanggil nama depan," ucap Charles tak percaya.


"Kamu tidak menerima ancaman apapun, kan?" tanya Shopia khawatir.


"Tidak ada, Shopia. Aku memang sudah baikan dengan Draco sejak lama dan sekarang kami berteman," jawab Sisy.


"Maaf atas sikap buruk saya saat itu, nyonya Garcia," kata Draco sambil membungkukkan tubuhnya.


Shopia menggeleng. "Ti-tidak apa-apa."


"Ini aneh. Sisy adalah anak yang pemilih dalam berteman tapi tiba-tiba dia berteman dengan seseorang yang pernah berbuat jahat pada kakak iparnya," gumam Charles.


"Draco menolongku saat Shopia sedang diganggu oleh orang lain dan sejak saat itu aku mulai dekat dengannya," balas Sisy.


"Kamu diganggu oleh siapa? Kok kamu tak pernah cerita padaku, sayang?" tanya Charles khawatir.


"Hanya anak-anak yang jahil. Tidak usah dipikirkan. Kejadiannya sudah lama," jawab Shopia.


"Omong-omong dia adalah orang yang pernah menghina Shopia," tutur Charles.


Draco berlutut di hadapan Charles dan Shopia. "Saya sangat menyesal atas itu, tuan Garcia. Saya sangat tau kalau yang saya lakukan itu salah. Saya benar-benar minta maaf."


Shopia langsung memegang bahu Draco agar dia berdiri. "Berdirilah tuan. Saya benar-benar tidak apa-apa. Lagi pula itu sudah lama dan saya senang jika anda sudah mengerti kalau itu salah."


"Berdirilah, Draco," kata Sisy yang juga berusaha membuat Draco berdiri.


Tetapi entah mengapa laki-laki itu tak juga mau berdiri.


Charles menghela nafasnya. "Baiklah. Lagi pula Shopia sendiri sudah memaafkanmu jadi aku tidak akan berkata apa-apa lagi."


Akhirnya Draco pun berdiri dan kembali duduk.


"Jadi kemana kamu akan membawa Sisy pergi?" tanya Charles.


"Saya akan mengajaknya jalan-jalan ke akurium di pusat kota," jawab Draco.


"Bagus juga. Kalian boleh pergi tapi ingat jangan melakukan hal lainnya!" peringat Charles.


"Baik. Terima kasih, tuan Garcia," ucap Draco senang.


"Tolong jaga Sisy baik-baik ya," timpal Shopia.


Draco mengangguk. "Tentu, nyonya Garcia."