Different

Different
Piala Hufflepuff



Kali ini Harry yang menunjukkan jalannya karena dialah yang tau lokasi Bank Gringotts.


2 jam berjalan, akhirnya mereka keluar dari hutan itu dan berada di sebuah desa yang ternyata sedang melaksanakan festival.


"Sepertinya di desa ini sedang ada festival," ujar Harry.


"Hei bagaimana kalau kita melihat-lihat festival ini dulu? Siapa tau ada makanan enak di festival ini," usul Ron.


"Boleh. Kebetulan aku juga lapar," jawab Sisy.


Mereka berempat memutuskan untuk melihat-lihat festivalnya dan mencari penjual makanan.


"Lihat, ada yang menjual makanan di sana," tunjuk Hermione.


Mereka berjalan ke arah penjual makanan itu dan membeli beberapa makanannya. Sambil makan, mereka duduk dan menonton pertunjukan yang tak jauh dari penjual tadi.


"Wah enak!" ucap Ron.


Hermione mengangguk setuju pada ucapan Ron. "Iya. Perpaduan rempah-rempahnya sangat mengagumkan."


Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja terdengar suara ribut dari arah lain. Pertunjukan juga sampai terhenti karena suara yang sangat berisik itu.


Sisy mendapatkan penglihatan lagi. Ternyata anggota death eater ada di sini.


"Anggota death eater ada di sini. Mereka mengejar kita karena mereka tau kita sedang mencari horcrux," kata Sisy memberitahukannya pada teman-temannya.


"Bagaimana bisa mereka mengetahui itu?!" tanya Hermione terkejut.


"Sepertinya efek dari hancurnya horcrux itu sudah terlihat jadi mereka menyadari kalau seseorang mencari dan menghancurkannya," jawabnya.


"Kalau begitu kita harus cepat pergi dari desa ini," ujar Harry.


Sisy memberikan secarik kertas pada teman-temannya. "Ini adalah bentuk dari piala Hufflepuff."


Mereka menatap aneh ke Sisy. "Untuk apa kamu memberikan gambar itu? Ada kamu bersama kami jadi tidak perlu memberikan ini."


"Aku harus menyelamatkan para warga dulu. Walaupun yang mereka cari adalah kita tapi para warga juga dalam bahaya," jawab Sisy.


"Kalau begitu kita selamatkan mereka bersama-sama," putus Harry.


"Ta—"


Hermione memotong ucapan Sisy. "Kami di sini untuk membantumu, Sisy. Ingat?"


Sisy mengangguk. "Kalian berhati-hatilah. Jangan sampai terlihat oleh anggota death eater itu. Kita berkumpul lagi di sini nanti."


Harry, Hermione, dan Ron mengangguk. Mereka pun mulai berpencar dan menolong para warga.


Akhirnya semua warga berhasil diselamatkan, Sisy dan yang lainnya juga sudah berkumpul lagi.


"Sekarang saatnya kita pergi dari sini," ucap Harry.


Saat mereka hendak pergi, mata Sisy menangkap seorang anak kecil yang masih berada di sana dengan ekspresi wajah yang bingung. "Tunggu, masih ada anak kecil di sana."


"Tidak ada anak kecil di sini, Sisy," tutur Ron.


"Di sana benar-benar ada anak kecil. Lihatlah," tunjuk Sisy.


Harry, Hermione, dan Ron melihat ke arah yang ditunjuk olehnya.


"Bagaimana bisa ada anak kecil? Selama festival berlangsung tadi, aku tak melihat satu pun anak kecil," gumam Hermione.


"Aku yang akan menyelamatkannya, kalian tunggu di sini!" Harry lari ke arah anak kecil itu dan menggendongnya.


Saat dia dan anak kecil itu ingin pergi dari sana, anggota death eater menyerangnya. "Hebat juga. Kalian bisa mengamankan para warga tanpa ketahuan oleh kami."


"Tidak sia-sia kami membuat manusia tiruan," celetuk anggota death eater lainnya.


Tiba-tiba anak kecil digendongan Harry berubah menjadi pasir.


Harry yang bersiap-siap untuk lari tapi anggota death eater itu menahan Harry dengan sihir. "Mau lari kemana?"


Salah satu anggota death eater itu mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Harry dan merapalkan mantra. "Crucio."


Seketika Harry merasakan sakit yang sangat menyiksa di seluruh tubuhnya. Sisy yang dari tadi memperhatikan dari jauh langsung berlari ke Harry.


Melihat Sisy yang akhirnya muncul, orang itu tertawa. "Hahaha keluar juga gadis yang kami cari."


"Hentikan mantra kutukan itu!" perintah Sisy.


"Ikutlah dengan kami maka kami akan melepaskannya," ujarnya.


"Jangan Sisy," larang Harry.


"Aku akan ikut dengan kalian tapi lepaskan Harry," putus Sisy.


Mereka melepaskan mantra kutukan itu dari Harry. Setelah kutukan itu terlepas, Sisy langsung menyerang anggota death eater itu tapi di luar dugaan ternyata mereka bisa menghindarinya.


"Kau pikir kami bodoh?" tanyanya remeh.


Saat anggota death eater itu hendak melayangkan sihir, Hermione segera melempar tongkat mereka. "Stupefy."


Kini giliran Sisy yang menyerang anggota death eater itu. "Petrificus Totalus."


Tubuh mereka tak dapat digerakkan.


"Ayo kita pergi dari sini," ujar Sisy.


Sisy, Harry, Hermione, dan Ron segera pergi ke lokasi selanjutnya yaitu Bank Gringotts. Beruntung tempat itu ternyata tak jauh dari desa yang mereka datangi jadi mereka bisa sampai di sana dengan cepat. Mereka berempat bergegas masuk ke Bank Gringotts itu.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga Bank tersebut.


"Kami ingin membuka brangkas milik pendiri Hogwarts," jawab Harry.


"Kenapa saya harus membukanya untuk kalian?" tanyanya.


Sisy menunjukkan tanda anggota orde phoenix yang ada di lengannya kepada penjaga itu. "Saya adalah anggota orde phoenix jadi saya mempunyai hak untuk membuka brangkas itu."


Penjaga itu mengangguk. "Ikuti saya."


Mereka berempat pun mengikuti penjaga itu.


"Ini adalah brangkas milik pendiri Hogwarts," ucapnya sambil menunjuk ke brangkas yang bernomor 117.


Sisy, Harry, Hermione, dan Ron masuk ke brangkas itu dan mulai mencari piala Hufflepuff.


"Ketemu," kata Ron sambil menunjukkan sebuah piala yang dipegangnya.


"Benar, itu dia. Bagaimana kamu tau kalau itu pialanya?" tanya Sisy heran.


"Aku sempat melihat gambar yang kamu berikan tadi," jawab Ron.


Sisy mengangguk paham.


Mereka berempat berkumpul dan memikirkan cara menghancurkan horcrux yang satu ini.


"Apakah bisa dihancurkan dengan pedang Gryffindor lagi?" tanya Harry.


"Aku tidak tau tapi kita bisa mencobanya," jawab Sisy.


Ron bersiap-siap untuk memukul piala Hufflepuff itu.


"Pukul dengan keras, Ron," ujar Sisy.


Ron mengangguk. Dalam hitungan ketiga, Ron pun memukul piala Hufflepuff itu tapi piala itu tak hancur.


"Pialanya tidak hancur," ucap Ron.


"Kita harus mencoba cara lain," celetuk Harry.


"Bagaimana dengan sihir?" usul Hermione.


Sisy mengarahkan tongkat sihirnya ke piala Hufflepuff itu dan merapalkan mantra penghancur. "Reducto."


Tetapi piala itu tak hancur malah memantulkan sihir Sisy.


"Piala ini dilindungi oleh mantra gemino dan flagrante," ucap Sisy.


"Harry, keluarkan taring basilisk!" perintah Hermione.


Harry mengikuti perintahnya dan memberikan taring basilisk. Hermione menusuk piala Hufflepuff itu dengan taring basilisk dan piala itu pun hancur.


"Ternyata cara menghancurkannya sama dengan buku harian itu," gumam Sisy.


"Bagaimana kamu bisa tau cara menghancurkannya?" tanya Harry.


"Aku hanya mencoba tapi ternyata berhasil. Lagi pula kita harus mencoba semua cara yang ada," jawab Hermione.


Sisy mengangguk setuju.


"Kalau begitu ayo kita keluar dari tempat ini," ajak Harry.


Mereka berempat segera keluar dari sana.