
Selesai makan, Sisy meminta pada Newt untuk segera pulang karena masih ada tugas yang harus dia kerjakan.
Padahal Newt dan yang lainnya masih ingin menahan gadis itu dan bertanya lebih banyak lagi tapi mereka tak bisa melakukannya karena ini sudah menyangkut tugas sekolah.
Sebelum pulang, Sisy sempat mengatakan sesuatu kepada Tina. "Jangan lupa untuk menikah dengan tuan Scamander, nona Tina!"
"Anda sudah berulang kali mengatakan itu, nona Garcia," balas Tina jengah.
"Saya hanya mengingatkan," sambung Sisy.
"Anda harus datang ke pernikahan saya dan Newt!" tegas Tina.
Sisy tak menjawabnya.
"Kenapa tak dijawab? Pokoknya anda harus berjanji untuk datang," desak Tina.
Untuk sekarang Sisy mengiyakan permintaan wanita itu. Walaupun dia sendiri tak tau apakah dia bisa menepati janjinya atau tidak. Sisy masih terus memikirkan tentang penglihatan waktu itu.
Sisy dan Newt pun kembali ke Hogwarts.
"Istirahatlah lebih awal nona Garcia. Saya tau tubuh anda merasa lemas setelah mengobati Joan tadi," kata Newt.
Sisy mengangguk. Dia pun kembali ke asramanya dan tidur.
Keesokan harinya, Sisy masuk ke kelas dan belajar seperti biasa. Dia dan yang lainnya masih saja canggung tapi mereka masih makan bersama walaupun Sisy selalu diam. Seperti sekarang ini, Harry, Hermione, dan Ron sedang mengobrol tapi Sisy hanya diam saja.
"Omong-omong aku melihat Malfoy sering ke kamar mandi wanita akhir-akhir ini," ucap Harry.
Mendengar nama mantan kekasihnya, Sisy langsung menoleh ke arah Harry.
"Untuk apa bocah Slytherin itu ke kamar mandi wanita?" tanya Ron bingung.
"Entahlah, tapi dia pergi ke kamar mandi wanita yang ada Myrtle di sana," jawab Harry.
"Tidak mungkin dia berkencan dengan seorang hantu, kan?" tanya Ron penasaran.
"Jangan berkata sembarangan, Ron!" tegur Hermione.
Sisy bangkit dari kursinya dan hendak pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Hermione.
"Ada hal yang harus aku lakukan." Dia pun pergi meninggalkan teman-temannya.
Tujuan Gadis itu saat ini adalah kamar mandi wanita. Tiba-tiba saja tadi Sisy mendapatkan penglihatan masa lalu.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Sisy?" tanya Myrtle.
"Myrtle, apakah ada seseorang yang sering datang ke sini akhir-akhir ini?" tanya Sisy to the point.
Myrtle mengangguk.
"Apa yang dilakukan orang itu di sini?" tanya Sisy lagi.
Myrtle mengernyitkan dahinya. "Untuk apa aku memberitahumu?"
"Orang itu adalah Draco Malfoy dan dia kekasihku. Aku harus tau apa yang terjadi padanya," jelas Sisy.
"Jadi kamu orang yang selalu dia gumamkan di sela-sela tangisannya?" tanya Myrtle terkejut.
Dahi Sisy mengkerut. "Apa yang dia gumamkan?"
"Dia selalu berkata aku tidak bisa membunuhnya karena aku mencintainya. Ya sesuatu seperti itu," jawab Myrtle.
"Draco ingin membunuhku?!" tanya Sisy terkejut.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Sisy pun langsung bersembunyi di salah satu kamar mandi.
"Sial! Kenapa ini menjadi semakin sulit untukku!" teriaknya frustasi.
Tangisan mulai terdengar.
"Aku tidak bisa membunuhnya. Dia adalah gadis yang aku cintai," gumamnya.
Mendengar hal itu, Sisy memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Begitu pintu kamar mandinya terbuka, Draco langsung menoleh ke arahnya. "Apa yang kau lakukan di sini? "
"Apa perkataanmu benar?" tanya Sisy menatap mata Draco.
"Pergilah, nona Garcia," usir Draco.
"Jawab dulu pertanyaanku, Draco. Apakah kamu benar-benar disuruh membunuhku?" ucap Sisy mengulanginya.
Draco mengangguk. "Dia memintaku untuk membunuhmu."
"Jadi ini alasanmu mengabaikan aku setelah liburan sekolah?" tanya Sisy.
Mata Sisy mulai berkaca-kaca. Dengan suara yang mulai serak karena menahan tangis, dia pun berkata, "Aku merindukanmu, Draco."
"Kita bukanlah sepasang kekasih lagi," jawabnya dingin.
"Kau berubah," balas Sisy.
Draco hanya diam.
"Ada apa denganmu? Katakanlah padaku. Bukankah kamu sudah berjanji akan menceritakan apapun padaku?" ujar Sisy.
"Ini bukanlah sesuatu yang bisa diceritakan," jawabnya.
Sisy mulai mendekati kekasihnya tapi laki-laki itu melangkah mundur secara perlahan.
"A-apa yang ingin kamu lakukan?" tanyanya.
Sisy menarik lengannya Draco dan mengangkat lengan kemejanya. "Morsmordre."
Tanda kegelapan muncul di lengan laki-laki itu.
"Aku tau kamu adalah seorang death eater, Draco," ungkap Sisy.
Laki-laki itu sangat terkejut mendengarnya.
"Aku sudah tau dari lama," sambungnya.
"Bagaimana kamu bisa tau?" tanya Draco.
Sisy tak menjawabnya dan langsung memeluk Draco. "Don't be afraid. I'm here."
Tak terasa 6 bulan pun telah berlalu. Angkatan Sisy akhirnya lulus juga tahun ini. Sekarang para murid sedang berkumpul di aula.
"Saya mengucapkan selamat pada kalian semua. Saya benar-benar merasa bangga dengan perkembangan kalian selama di Hogwarts. Tepuk tangan untuk kita semua," ucap profesor Dumbledore.
Para murid bertepuk tangan dengan meriah.
"Untuk merayakan kelulusan kalian, kami mengadakan pesta dansa nanti malam. Kalian bebas datang dengan siapapun," timpal profesor McGonagall.
Semuanya bersorak senang. Setelah pengumuman selesai, para murid kembali ke asrama masing-masing untuk mempersiapkan pakaian pesta dansa nanti.
Harry, Hermione, dan Ron sedang ribut karena beradu pendapat.
"Ini terlalu norak, Ron," ucap Hermione.
"Seleramu saja yang norak. Ini bagus kok," sanggah Ron.
"Tidak. Pakaian ini sangat aneh," sambung Hermione.
Ron memandang ke arah Harry dan bertanya, "Bagaimana menurutmu, Harry?"
Harry mengangkat kedua bahunya. "Entahlah. Bagaimana kalau kita tanyakan pada Sisy? Dia cukup ahli dalam memilih pakaian laki-laki."
Seketika mereka bertiga menoleh ke arah Sisy. Yang ditatap pun hanya menunjukkan raut wajah datar. "Aku tidak tau."
Gadis itu benar-benar ingin pergi dari sana. Dia masih merasa tak nyaman berbicara dengan teman-temannya. Mungkin kalian akan berpikir kalau Sisy terlalu berlebihan karena merasa seperti itu tapi baginya teman-temannya benar-benar membuatnya kecewa saat itu. Mereka memaksakan kehendak masing-masing terhadap Sisy, karena itulah dia merasa tidak nyaman berbicara para mereka untuk saat ini.
"Kamu masih mempermasalahkan hal itu, Sisy?" tanya Ron.
"Aku tidak mau membicarakan hal itu," jawab Sisy.
"Ayolah, itu sudah terjadi sangat lama. Bocah Slytherin itu juga sudah melupakanmu," remeh Ron.
Sisy menatap tajam ke arah Ron. "Berhenti membicarakan itu atau aku akan pergi sekarang."
Ron pun menghentikan ucapannya tentang Draco.
"Apa yang akan kamu pakai untuk pesta dansa nanti, Sisy?" tanya Hermione mengalihkan pembicaraan.
"Aku belum memikirkannya," jawab Sisy singkat.
"Bolehkah aku membantumu memilih gaunnya?" tanya Hermione meminta izin.
"Terserah," jawab Sisy.
Hermione tersenyum senang. Walaupun Sisy belum tersenyum lagi padanya sejak saat itu tapi setidaknya dia tak menolak bantuannya.
"Aku keluar dulu," pamit Sisy.
"Kamu mau kemana, Sisy?" tanya Harry.
"Aku hanya mau mencari angin sebentar," jawab Sisy.
Harry mengangguk. Dia tak menahan Sisy lebih lama lagi di sini karena Harry tau kalau temannya itu masih merasa tak nyaman dengan mereka.