Different

Different
Sisy sakit



Keesokan harinya...


Sisy terbangun karena merasa kedinginan. Dia menarik selimutnya lebih tinggi dan menyadari kalau selimut itu bukan selimut miliknya. Kemudian Sisy bangun lalu melihat sekitarnya. "Kenapa aku ada di rumah sakit?"


"Selamat pagi, nona Garcia," sapa madam Pomfrey.


"Madam Pomfrey? Kenapa saya ada di sini?" tanya Sisy.


"Saya juga tidak tau tapi saat saya memeriksa keadaan anda, suhu tubuh anda sangat tinggi. Saya menduga ada seseorang yang mengantar anda ke sini," jawab madam Pomfrey.


Sisy mengangguk paham.


"Apa yang anda rasakan, nona Garcia?" tanyanya sambil memeriksa tubuh Sisy lagi.


"Kepala saya sangat pusing dan saya merasa kedinginan," jawabnya.


Madam Pomfrey memeriksa suhu tubuhnya. "Astaga ini lebih tinggi dari sebelumnya. Sepertinya anda tidak bisa ikut kelas dulu untuk hari ini."


Sisy pun terkejut mendengarnya. "Apa?! Tidak mungkin. Saya bisa ketinggalan pelajaran kalau tidak masuk kelas."


"Suhu tubuh anda sangat tinggi, nona Garcia. Sangat tidak memungkinkan untuk anda mengikuti kelas hari ini," ujar madam Pomfrey.


"Saya baik-baik saja, madam Pomfrey. Anda cukup berikan obat penurun panas dan juga obat sakit kepala. Saya pasti merasa lebih baik nantinya," balas Sisy.


Madam Pomfrey menggeleng. "Tidak. Pelajaran memang penting tapi kesehatan anda lebih penting, nona Garcia. Istirahatlah untuk hari ini. Saya akan memberikan surat izin ke profesor anda."


Sisy ingin membantahnya tapi madam Pomfrey mengancamnya. "Jangan keras kepala, nona Garcia. Kalau anda masih keras kepala juga, maka saya terpaksa membuat anda tidur seharian!"


"Uh iya iya." Sisy terpaksa menyerah setelah mendengar ancaman madam Pomfrey. Dia dengan patuh memakan sarapannya dan meminum obat yang diberikan oleh madam Pomfrey.


"Tidurlah, nona Garcia. Tidur bisa membuat demam anda cepat sembuh," ucap madam Pomfrey.


Sisy mengangguk. Dia pun mencoba untuk tidur.


Di sisi lain, Harry, Hermione, dan Ron sangat panik karena tidak menemukan Sisy di kamar.


"Kemana Sisy?!" tanya Ron panik.


"Aku juga tidak tau. Semalam aku sempat melihatnya keluar kamar tapi aku tidak tau dia pergi kemana," jawab Hermione.


"Kenapa kamu tidak mengikutinya, Hermione?" sambung Ron.


"Aku kira Sisy hanya ingin pergi ke toilet," cicit Hermione.


"Jangan bilang Sisy belum kembali sejak malam?" tukas Ron.


"Sepertinya begitu," timpal Harry.


"Kita harus mencarinya. Sebentar lagi kelas akan dimulai," ucap Ron.


Harry, Hermione, dan Ron pergi mencari Sisy. Cukup lama mereka mencarinya tapi gadis itu belum juga ketemu.


Bel masuk sudah berbunyi yang artinya mereka harus masuk ke kelas.


"Sebaiknya kita masuk dulu ke kelas. Siapa tau Sisy sudah ada di sana," kata Harry.


Hermione dan Ron mengangguk. "Iya. Mungkin saja Sisy akan datang setelah mendengar bel masuk."


Mereka bertiga pun memutuskan untuk masuk ke kelas. Namun sampai gurunya tiba, Sisy belum juga terlihat.


"Kemana Sisy? Guru sudah masuk tapi dia belum juga muncul," tanya Harry sambil melihat ke sekitar.


"Harusnya kita tetap mencarinya tadi," ucap Ron menyesal.


"Baiklah anak-anak, kita akan melanjutkan pelajaran yang sebelumnya," ucap profesor Trelawney.


Draco ingin mengangkat tangannya tapi Hermione lebih dulu mengangkat tangannya. "Saya akan membuatkan catatannya."


"Baiklah, nona Granger. Tolong berikan pada nona Garcia nanti supaya dia tidak ketinggalan pelajaran," ucap profesor Trelawney.


Hermione mengangguk. "Baik, profesor."


"Sekarang buka buku kalian!" perintah profesor Trelawney pada para muridnya.


Daisy sakit? Padahal tadi malam dia masih baik-baik saja. Batin Draco.


"Aku tidak tau kalau Sisy sakit," gumam Harry.


"Aku juga," timpal Hermione.


"Jangan-jangan semalam Sisy pergi ke rumah sakit sendirian?!" ucap Ron terkejut.


Mendengar itu, Hermione jadi merasa tak enak. "Aku jadi merasa bersalah."


"Itu bukan salahmu, Hermione. Sudah nanti kita jenguk Sisy setelah kelas selesai," tutur Harry.


Mereka bertiga pun memperhatikan pelajaran. Berbeda dengan Draco yang saat ini sedang memikirkan hal lain.


Akhirnya kelas telah selesai. Harry, Hermione, dan Ron segera pergi ke rumah sakit Hogwarts untuk melihat keadaan sahabatnya itu. Jarang sekali Sisy sakit sampai tidak bisa masuk kelas. Biasanya Sisy akan tetap masuk kelas walaupun suhu tubuhnya sudah sangat tinggi.


Sesampainya di rumah sakit, mereka bertiga langsung masuk.


"Sisy," panggil mereka bertiga dengan nada sedikit tinggi.


"Sssttt jangan berisik! Nona Garcia baru saja tertidur!" omel madam Pomfrey.


"Sisy sakit apa, madam Pomfrey?" tanya Hermione berbisik.


"Nona Garcia demam tinggi. Suhu tubuhnya terus naik dan belum juga turun dari pagi. Tubuhnya juga terus menggigil dan selama tidur nona Garcia selalu memanggil kedua orang tuanya," jawab madam Pomfrey panjang.


Harry, Hermione, dan Ron merasa sedih mendengarnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Kalian bertiga jangan berisik kalau ingin melihat keadaan nona Garcia!" peringat madam Pomfrey.


"Baik, madam Pomfrey," jawab mereka bertiga.


Madam Pomfrey pun pergi.


Harry, Hermione, dan Ron mendekat ke tempat tidur Sisy. Baru kali ini Harry dan Hermione melihat keadaan Sisy yang lemah seperti ini. Ron mencoba menyentuh kening Sisy dan sedetik kemudian tangannya langsung dia tarik.


"Panas sekali," rintih Ron sambil meniup tangannya yang menyentuh kening Sisy tadi.


"Kenapa Sisy bisa sakit parah seperti ini?" tanya Hermione khawatir.


"Ini kadang terjadi saat Sisy merindukan keluarganya. Semenjak orang tuanya meninggal, Sisy sering demam tinggi seperti ini. Namun demam itu sudah jarang terjadi sejak kehadiran Shopia. Baru kali ini dia demam tinggi seperti ini lagi," jelas Ron.


Ron pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Tak lama kemudian Ron kembali sambil membawa sebuah buku.


"Buku apa itu?" tanya Harry sambil melihat ke arah buku yang dibawa oleh Ron.


"Ini adalah buku harian Sisy. Dia suka menulis hal-hal menyenangkan yang selalu terjadi padanya sejak kecil. Cerita menyenangkan yang berkaitan dengan kedua orang tuanya juga ada di sini. Jadi setiap perasaannya buruk, dia akan membaca ini untuk membuatnya merasa lebih baik," jelas Ron.


Ron meletakkan buku itu di samping Sisy. "Saat Sisy bangun dan membaca buku ini, aku harap dia menjadi lebih baik dan cepat sembuh."


"Lebih baik kita keluar dan biarkan Sisy istirahat, teman-teman," ucap Harry.


Hermione dan Ron mengangguk setuju. Mereka bertiga pun pergi dan membiarkan Sisy beristirahat dengan tenang.