Different

Different
Obatnya



Saat mereka sampai di desa muggle, banyak orang-orang bergeletakan di pinggir jalan dengan gejala yang sama. Sisy dan Newt menghampiri salah satu dari mereka dan memeriksanya.


"Bagaimana?" tanya Sisy.


"Ini benar bekas gigitan murtlap," jawab Newt.


"Berarti hewan itu ada di desa ini sekarang," sambung Sisy.


Newt mengambil suatu bubuk emas dari dalam kopernya dan menyebarkannya ke sekitar.


Sisy penasaran dengan bubuk yang sedang disebarkan oleh Newt dan memutuskan untuk bertanya, "Bubuk apa yang sedang anda sebarkan itu?"


"Ini bubuk emas yang bisa memperlihatkan jejak kaki," jawab Newt.


Perlahan mulai terlihat jejak kaki dari hewan kecil itu.


"Lihat. Itu pasti jejak murtlap," ucap Newt sambil menunjuk jejak kaki itu.


"Ayo kita ikuti jejak itu," ajak Sisy.


Sisy dan Newt mengikuti jejak kaki kecil itu sampai akhirnya jejak itu berhenti di suatu rumah kosong.


"Jejaknya berhenti di sini. Sepertinya hewan itu ada di dalam rumah kosong ini," ujar Newt.


"Ayo kita masuk," ajak Sisy.


Mereka berdua mulai masuk ke rumah kosong itu.


"Di sini gelap sekali," kata Sisy sambil melihat ke sekitar.


Newt mengeluarkan tongkat sihirnya. "Lumos."


Akhirnya ada sedikit penerangan dari tongkat sihir Newt. Mereka pun mulai mencari hewan kecil itu. Tak sengaja Sisy mendengar suara dari dalam lemari yang di dekatnya. Dia mencoba mendekati lemari itu dan membukanya secara perlahan. Tiba-tiba sesuatu melompat ke arah Sisy. Dengan cepat Newt merapalkan mantra. "Stupefy."


Ternyata yang melompat ke arah Sisy adalah murtlap yang bersembunyi di dalam lemari. Saat hewan itu ingin kabur, Sisy langsung mengeluarkan tongkat sihirnya. "Petrificus Totalus."


Hewan itu pun berhenti bergerak. Sisy dan Newt langsung menghampiri hewan itu. Newt memasukkan murtlap ke dalam kopernya.


"Tadi itu hampir saja," kata Sisy sambil mengelus dadanya.


"Anda baik-baik saja, nona Garcia?" tanya Newt sambil memeriksa tubuh Sisy.


"Saya baik-baik saja. Terima kasih, tuan Scamander," jawab Sisy.


Newt mengangguk. "Sudah tugas saya untuk menjaga anda. Kalau begitu ayo kita kembali ke the burrow."


Sisy menahan lengan Newt. "Tunggu, tuan Scamander."


"Ada apa?" tanya Newt.


"Apakah anda bisa membuat penawar untuk mereka semua?" tanya Sisy ragu.


"Mereka semua?" Newt tak mengerti dengan maksud mereka semua.


"Itu.....para muggle," jawabnya pelan.


"Saya bisa membuatnya tapi butuh waktu lama untuk memberikan ramuan itu pada mereka semua," kata Newt.


"Saya akan tinggal di sini untuk memberikan penawarnya pada mereka semua tapi saya akan langsung kembali setelah selesai. Saya janji," ujar Sisy.


"Tuan Garcia akan mengkhawatirkan anda," ucap Newt.


"Saya tau tapi saya tidak bisa meninggalkan mereka semua begitu saja. Mereka juga kesakitan akibat gigitan murtlap," jawab Sisy.


Newt nampak ragu menyetujui permintaan muridnya itu.


"Saya mohon. Lagi pula sudah tugas keluarga Garcia untuk melindungi para muggle," bujuk Sisy.


Akhirnya Newt mengangguk. "Baiklah. Saya akan langsung ke sini setelah memberikan penawarnya pada nyonya Garcia."


"Terima kasih, tuan Scamander," ucap Sisy senang.


Sisy dan Newt mulai membuat penawar sebanyak yang mereka butuhkan. Butuh waktu 2 hari untuk mereka menyelesaikan semua penawarnya.


"Akhirnya selesai," ujar Sisy sambil merenggangkan tubuhnya.


"Anda yakin bisa memberikannya pada mereka?" tanya Newt ragu.


Sisy mengangguk. "Iya. Serahkan saja pada saya."


"Saya serahkan Shopia pada anda, tuan Scamander," balas Sisy.


Newt mengangguk. Pria itu pun pergi ke the burrow dengan melakukan apparate. Dia langsung menuju rumah Charles.


Sesampainya di depan rumah Charles, Newt mengetuk pintunya. Tak lama kemudian, Charles membukakan pintu.


"Saya telah selesai membuat penawarnya," ucap Newt sambil menunjukkan penawarnya.


Charles langsung mempersilakan Newt masuk. Newt dan Charles segera menuju ke kamar Shopia.


"Keadaannya semakin parah," adu Charles.


"Anda tenang saja. Penawar ini bisa menyembuhkan nyonya Garcia," balas Newt.


Charles mengangguk. "Saya serahkan pada anda."


Newt mendekati Shopia dan menyuntikkan penawarnya ke tubuh wanita itu. Dalam hitungan detik, raut wajah Shopia mulai terlihat membaik.


Charles yang melihat itu merasa lega. "Obatnya sudah bekerja. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih pada anda, tuan. Saya tidak tau bagaimana jadinya kalau anda tidak ada."


"Saya tidak melakukan apa-apa. Nona Garcia yang banyak berperan penting," tutur Newt.


Saat Newt mengucapkan nama Sisy, barulah Charles menyadari kalau adik perempuannya itu tidak ada dari tadi. "Dimana Sisy? Saya tidak melihatnya sejak anda datang tadi."


Skakmat. Newt mengucapkan hal yang harusnya tidak dia ucapkan. Dia malah membuat Charles menyadari kalau Sisy tidak ada bersamanya.


"Tuan? Dimana adik perempuan saya?" tanya Charles lagi.


"Nona Garcia baik-baik saja. Dia ada urusan sebentar jadi tidak bisa pulang bersama," jawab Newt setenang mungkin.


Shopia yang telah sadar pun memanggil suaminya. "Charles."


Charles langsung menoleh ke Shopia dan menggenggam tangannya. "Aku di sini, sayang. Bagaimana perasaanmu?"


"Dimana Sisy? Terakhir yang aku ingat, Sisy pergi untuk mencari obat. Itu tidak benar, kan?" tanya Shopia.


"Sisy sedang ada urusan jadi dia tidak pulang dulu," jawab Charles.


"Aku ingin bertemu Sisy," pinta Shopia.


"Setelah urusan nona Garcia selesai, beliau pasti langsung mengunjungi anda," balas Newt.


"Aku ingin bertemu Sisy sekarang, Charles," rengek Shopia pada suaminya.


"Iya. Setelah urusan Sisy selesai, dia pasti akan pulang dan menemuimu," jawab Charles.


"Kalau kamu tidak ingin mempertemukan aku dengan Sisy, maka aku akan mencarinya sendiri," ucap Shopia berusaha bangun dari tempat tidurnya.


Charles langsung menahan istrinya agar tidak bangun dari tempat tidurnya tapi Shopia terus memaksa untuk bangun.


"Sayang, tenanglah. Sisy akan segera ke sini saat urusannya selesai," kata Charles sambil menahan Shopia yang masih memaksa untuk bangun.


"Tidak. Aku ingin melihatnya sekarang. Perasaanku tidak enak, Charles," balas Shopia.


"Saya akan menjemput nona Garcia." Newt pun langsung pergi.


Saat sampai di desa muggle, Newt bisa melihat kalau Sisy masih sibuk memberikan penawarnya pada para muggle itu. Dia menghampiri muridnya dan mulai membantunya.


"Tuan Scamander?! Anda cepat sekali," ucap Sisy terkejut karena Newt ada di sebelahnya tiba-tiba.


"Saya langsung ke sini setelah memberikan penawarnya pada nyonya Garcia," jawab Newt.


"Jadi Shopia..."


Newt mengangguk. "Nyonya Garcia baik-baik saja. Beliau sudah sadarkan diri."


Sisy merasa sangat lega mendengarnya. "Syukurlah."


"Anda harus kembali secepatnya karena nyonya Garcia terus meronta ingin mencari anda!" perintah Newt.


"Sedikit lagi. Masih ada beberapa yang belum saya obati," jawabnya.


"Serahkan pekerjaan di sini pada saya," balas Newt.


Awalnya Sisy ragu tapi Newt kembali berkata, "Anda sudah melakukannya dengan sangat baik jadi saya hanya perlu menyelesaikannya sedikit lagi. Pulanglah dulu, saya akan menjemput anda dan setelah itu kita kembali ke Hogwarts bersama."


Akhirnya Sisy memutuskan untuk pergi dan kembali ke The Burrow.