Different

Different
With Draco



Sisy dan Draco pun pergi ke akuarium yang berada di pusat kota. Setelah sampai mereka langsung membeli tiket dan masuk.


"Tadi benar-benar menakutkan," celetuk Sisy.


"Kenapa kamu yang takut?" tanya Draco heran.


"Kamu tidak tau saja, Charles itu sangat menyeramkan kalau marah," jawab Sisy merasa merinding.


Draco tertawa mendengar jawaban kekasihnya. "Hahaha sepertinya aku akan melihat sosok tuan Garcia yang marah saat sedang mengakuinya."


Sisy menatap Draco dengan bingung dan bertanya, "Mengakui apa?"


"Mengakui kalau aku berpacaran dengan adik perempuannya," jawab Draco.


Tiba-tiba Sisy menunjukkan raut wajah sedih. "Maaf Draco."


"Untuk apa kamu minta maaf?" tanya Draco bingung.


"Aku bilang pada Charles kalau kita hanya teman," jawab Sisy.


Draco mengelus kepala kekasihnya dengan sayang. "Tidak apa-apa. Aku tau kalau kamu belum siap memberitahunya."


"Aku janji akan memberitahunya saat waktunya tepat," sambung Sisy.


"Iya sayang. Sudah lebih baik kita nikmati jalan-jalan ini," tutur Draco.


Sisy mengangguk. Dia berjalan sambil menggenggam tangan Draco. Mereka pun menikmati jalan-jalannya dan sesekali bercanda.


Tak terasa hari sudah mulai gelap dan sudah waktunya mereka untuk pulang.


"Ah aku tidak mau pulang," keluh Sisy.


Draco menjawab keluhan kekasihnya itu tawa kecil. "Hahaha aku juga tapi kakakmu akan membunuhku jika aku tidak memulangkanmu tepat waktu."


"Aku masih ingin bersamamu," rengek Sisy.


Draco mengelus kepala Sisy. "Aku juga tapi kita tidak bisa berlama-lama lagi. Kita harus segera pulang."


"Bagaimana caranya agar si bodoh itu tidak menggangu kita lagi?" tanyanya.


"Hei tidak boleh berkata seperti itu. Dia adalah kakakmu," tegur Draco.


"Habisnya dia menyebalkan," gerutu Sisy.


"Menikahlah denganku," ucap Draco.


Saking terkejutnya, Sisy sampai menghentikan langkahnya. "Apa?"


"Kalau kita menikah, kakakmu tidak akan mengatur-aturmu lagi," sambung Draco.


Sisy nampak berpikir. "Benar juga."


Sekarang gantian Draco yang terkejut.


"Kita tidak bisa melakukan itu," ucap Sisy sedih.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Draco.


"Kita masih sekolah, Draco," jawab Sisy.


"Kalau begitu setelah kita lulus," balas Draco.


Sisy menggeleng. "Aku masih harus bekerja."


"Untuk apa bekerja? Aku punya banyak uang," kata Draco.


"Semua itu adalah kekayaan orang tuamu," jawab Sisy.


"Apa bedanya? Kekayaan itu juga akan diturunkan padaku," balas Draco.


Sisy menggeleng. "Aku tidak mau. Aku mau kalau uang itu adalah hasil kerja kerasmu sendiri."


"Baiklah. Aku akan kerja keras untuk mendapatkan uang setelah lulus nanti. Maukah kamu menungguku?" tanyanya


"Mau tidak ya?" Sisy berpura-pura berpikir.


"Aku serius, Sisy," rengek Draco.


Sisy pun tertawa mendengar rengekan kekasihnya. "Hahaha iya iya. Aku akan selalu menunggumu."


Draco mengecup bibir Sisy singkat dan menggenggam tangannya lagi. "Ayo kita pulang."


"Charles sudah memperingati kita untuk tidak melakukan hal lain," kata Sisy sambil menyentuh bibirnya.


"Dia tidak akan tau," balas Draco.


"Bagaimana kalau aku bilang padanya?" ancam Sisy.


"Kamu tega?" tanya Draco.


Sisy menggeleng. "Tidak hehe."


"Omong-omong kapan kamu akan berkunjung ke rumahku? Aku sudah izin pada ayah dan ibu. Mereka sangat senang ketika tau kamu akan datang ke rumah," ucap Draco.


"Bagaimana kalau lusa? Tuan dan nyonya Malfoy ada di rumah, kan?" tanya Sisy.


"Iya, mereka ada di rumah," jawab Draco.


"Apakah tuan Garcia akan mengizinkan?" tanya Draco khawatir.


"Tenang saja. Charles dan Shopia sedang pergi hari itu dan mereka pulang besoknya jadi tidak masalah kalau aku bermain denganmu seharian," jawab Sisy santai.


Draco mengangguk. "Aku akan menjemputmu lusa."


Draco pun mengantarkan Sisy pulang. Setelah itu barulah dia pulang ke manornya.


Akhirnya tibalah waktunya untuk Sisy berkunjung ke Manor Malfoy. Sesuai janji, Draco menjemputnya.


"Draco, apa yang orang tuamu suka?" tanya Sisy.


Draco berpikir sejenak. "Aku rasa mereka suka apapun. Kenapa?"


"Aku ingin membeli sesuatu untuk diberikan pada tuan dan nyonya Malfoy," jawab Sisy.


"Tidak perlu. Mereka sudah sangat senang dengan kamu datang ke rumah," balas Draco.


"Tetap saja aku ingin membawa sesuatu untuk mereka," tutur Sisy.


"Bagaimana kalau coklat? Keluarga Malfoy terkenal dengan pecinta coklat," saran Draco.


Sisy mengernyitkan dahinya. "Keluargamu suka coklat?"


Draco mengangguk.


"Aku baru tau," gumam Sisy.


"Ada banyak hal yang akan kamu ketahui setelah berkunjung ke rumahku," balas Draco.


"Kalau begitu aku akan membeli coklat untuk mereka. Bisakah kamu menunjukkan toko coklat yang keluargamu sukai?" tanya Sisy.


"Of course, darling." Draco membawa Sisy ke toko penjual coklat.


Setelah lama memilih, akhirnya mereka mendapatkan coklatnya lalu melakukan pembayaran.


Sisy dan Draco pun segera pergi ke Manor Malfoy.


Sesampainya di Manor Malfoy, Lucius dan Narcissa langsung menyambut Sisy dengan hangat.


"Selamat datang, nona Garcia," sambut Narcissa sambil memeluk Sisy.


Sisy membalas pelukan Narcissa. "Terima kasih sudah memperbolehkan saya untuk berkunjung, nyonya Malfoy."


Narcissa tersenyum. "Tentu saja, sayang."


"Omong-omong saya ada sesuatu untuk anda dan tuan Malfoy," ujar Sisy sambil memberikan coklat itu.


Mata Narcissa berbinar melihatnya. "Wah terima kasih, nona Garcia."


"Sisy memilih coklat itu cukup lama," adu Draco.


Sisy langsung menepuk lengan Draco pelan.


"Seharusnya anda tidak perlu repot-repot membawa hadiah seperti itu," ucap Lucius.


"Tidak repot. Saya senang memberikan hadiah untuk tuan dan nyonya Malfoy," jawab Sisy.


"Kalau begitu ayo masuk," ajak Narcissa.


Sisy, Draco, dan kedua orang tua itu pun masuk. Mereka duduk di sofa ruang tamu dan mengobrol.


"Berapa lama anda sudah berpacaran dengan Draco, nona Garcia?" tanya Lucius.


Matanya terbuka lebar saat mendengar pertanyaan dari Lucius. Dia sangat terkejut karena Lucius mengetahui hubungan dia dengan putranya.


"Draco sering menceritakan tentang anda pada kami. Jadi jangan heran kalau kami telah mengetahui hubungan kalian berdua," timpal Narcissa.


Sisy tersenyum canggung. "Belum terlalu lama."


Lucius dan Narcissa mengangguk paham.


"Draco pintar memilih kekasih, kan?" tanya Draco bangga.


"Iya untuk yang satu ini kamu hebat juga," jawab Lucius.


Narcissa melirik ke arah jam tangannya dan berkata, "Sebelumnya maafkan kami, nona Garcia. Kami harus pergi ke suatu acara."


"Loh? Kemarin katanya, kalian berdua tak ada acara apapun hari ini," tanya Draco.


"Sebelum kalian datang, pihak Kementerian menghubungi kami dan meminta kami untuk datang," jawab Lucius.


Narcissa menggenggam tangan Sisy. "Saya sungguh minta maaf, nona Garcia. Saya sangat menyesal karena tak bisa bersama anda lama-lama."


"Tidak apa-apa, nyonya Malfoy. Justru saya yang minta maaf karena mengganggu kalian berdua," jawab Sisy.


Narcissa menggeleng. "Tidak sama sekali. Selanjutnya kalau anda berkunjung ke sini, saya akan menyiapkan banyak hal untuk anda dan mari kita bicarakan banyak hal saat itu."


Sisy mengangguk.


"Kalau begitu kami tinggal pergi dulu ya. Kalian berdua baik-baiklah di rumah," ucap Lucius.


Mereka berdua pun pergi.