Different

Different
Libur telah usai



Sisy pun keluar dari kamar Shopia dan pergi ke kamarnya. Di kamar, Sisy mengambil secarik kertas dan sebuah pena. Dia mulai menulis surat yang akan dikirim ke profesor Dumbledore.


Setelah selesai, Sisy kembali ke kamar Shopia. "Aku sudah siap. Ayo kita pergi sekarang, tuan Scamander."


"Anda yakin? Kita tidak bisa kembali dengan cepat," tanya Newt memastikan.


"Iya, saya yakin dan akan menerima apapun konsekuensinya," jawab Sisy dengan tegas.


"Baiklah," balas Newt.


Sebelum pergi, Sisy mendekati Shopia dan menggenggam tangannya. "Aku akan mencari obatnya, Shopia. Bertahanlah."


Shopia menahan tangannya. "I-itu berbahaya, Sisy."


"Tidak. Tuan Scamander bersamaku. Sudah lebih baik kamu istirahat saja." Sisy mencium kening Shopia. "Jaga Shopia, Charles!"


Charles mengangguk. "Hati-hati."


Sisy memeluk Charles.


"Tolong jaga adik saya, tuan Scamander," pinta Charles pada Newt.


"Pasti tuan Garcia. Saya akan menjaganya," jawab Newt.


Sisy dan Newt memulai perjalanannya mencari murtlap.


"Bagaimana dengan kelas tambahan anda?" tanya Newt.


"Saya akan melanjutkannya lagi nanti. Sekarang Shopia lebih penting dari apapun," jawab Sisy.


"Oh iya, bagaimana anda bisa menemukan saya secepat itu?" tanya Newt lagi saat mengingat kejadian tadi.


"Entahlah, saya hanya terus memikirkan anda dan secara tiba-tiba saya melihat anda," jawab Sisy.


"Apakah ini karena pengaruh sihir?" gumam Newt.


"Saya juga tidak tau tapi baguslah kalau saya bisa menemukan anda dengan cepat tadi," balas Sisy.


Sisy dan Newt terus berjalan mencari keberadaan hewan itu.


2 bulan pun berlalu. Waktu liburan telah selesai. Tentu saja bagi mereka saat ini adalah saat yang menyebalkan karena mereka harus kembali ke sekolah dan bisa pulang 6 bulan setelahnya.


"Kenapa cepat sekali sih?! Baru kemarin aku pulang ke rumah untuk tidur seharian tapi sekarang sudah waktunya kembali lagi ke sekolah," keluh Ron.


"Jangan terus mengeluh, Ron! Kamu masih beruntung bisa pulang ke rumah," ucap bibi Molly.


"Apa maksud ibu? Tentu saja semua murid bisa pulang ke rumah saat liburan sekolah," sanggah Ron.


"Kamu melupakan Sisy?" tanya bibi Molly.


Ah iya Ron lupa kalau Sisy tidak pulang ke rumah saat liburan dan orang tuanya hanya tau kalau gadis itu tidak bisa pulang karena nilai-nilainya kurang akibat Sisy sempat sakit.


"Ya itu sih salah Sisy kenapa bisa ketinggalan pelajaran dan berakhir harus mengejar nilai-nilainya," tukasnya.


"Sisy pastinya tidak mau ketinggalan pelajaran, Ron," tambah bibi Molly.


"Iya iya. Ini semua salah sakit yang datang menghampiri Sisy, puas?" ucap Ron malas.


"Ron!" kesal bibi Molly.


Ginny mengelus punggung ibunya itu. "Sudahlah ibu. Ron memang menyebalkan jadi jangan dengarkan dia."


Bibi Molly memijat pelipisnya. "Jangan ikuti sifat buruk kakakmu ini, Ginny."


"Tentu. Ginny akan mengikuti Sisy daripada Ron," ucap Ginny.


"Hei, aku ini kakakmu!" kata Ron tidak terima.


"Tetapi aku lebih suka Sisy," balas Ginny.


"Semuanya saja suka dengannya. Huh menyebalkan!" kesal Ron.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Buka pintunya, Ron!" perintah bibi Molly.


"Aku malas," balas Ron.


"Biar Ginny saja yang membuka pintunya, ibu," tutur Ginny.


"Baiklah. Ibu minta tolong untuk membuka pintunya ya sayang," kata bibi Molly sambil mengelus rambut Ginny.


Ginny berlari ke arah pintu dan membuka pintunya. Ternyata seseorang yang mengetuk pintu rumahnya adalah Harry. Ginny sangat terkejut melihat kedatangan Harry yang tiba-tiba ini.


"Hai Ginny," sapa Harry.


Ginny langsung lari ke kamarnya tanpa membalas sapaan Harry.


"Ada apa dengannya?" tanya Harry bingung.


"Sepertinya dia malu bertemu denganmu saat penampilannya seperti itu," jawab George.


"Ginny selalu membicarakanmu selama liburan, Harry," timpal Ron.


"Sepertinya adik kecil kita itu sangat menyukai Harry hahaha," sambung Fred.


Harry hanya terkekeh.


"Siapa yang datang? Astaga Harry." Bibi Molly langsung memeluk Harry.


"Halo bibi Molly," sapa Harry sambil membalas pelukan bibi Molly.


"Kenapa tidak masuk? Ayo masuk," ajak bibi Molly.


Harry masuk ke rumah keluarga Weasley.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Ron.


"Aku ingin berangkat bersamamu," jawab Harry.


Ron bergegas ke kamarnya dan mengambil barang-barangnya. Setelah semuanya rapi, bibi Molly mengantarkan mereka ke stasiun.


"Jangan membuat masalah selama di sana, Ron!" peringat bibi Molly.


"Aku tidak pernah membuat masalah, ibu," ucap Ron tidak terima.


"Ginny sayang, makan dan tidur yang benar selama di sana ya," pesan bibi Molly pada anak perempuannya itu.


"Iya ibu," balas Ginny.


"Harry juga, makan dan tidur yang benar selama di sana," sambung bibi Molly.


"Iya, bibi Molly," balas Harry.


"Titip salamku pada Sisy," ucap bibi Molly sebelum mereka semua masuk ke kereta.


Mereka pun masuk ke kereta dan mulai duduk.


"Aku sangat merindukan Sisy," celetuk Harry.


"Kalau aku sih tidak merindukannya," kata Ron.


Harry memukul kepala Ron.


"Aduh iya iya, aku juga merindukannya," rintih Ron.


"Lain kali katakan yang sejujurnya, Ron!" peringat Harry.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai di Hogwarts. Harry dan Ron turun dari kereta.


"Harry, Ron," panggil seseorang.


"Hermione," ucap mereka bersamaan.


Hermione menghampiri Harry dan Ron. "Akhirnya libur telah selesai."


"Kenapa kamu terlihat sangat senang?" tanya Ron bingung.


"Karena aku bisa kembali belajar lagi," jawab Hermione dengan senyum yang masih tercetak jelas di bibirnya.


"Kamu aneh, Hermione. Orang-orang tidak suka kalau liburan telah selesai, sedangkan kamu? Kamu malah menyukainya," tutur Ron.


"Kalian yang aneh!" kesal Hermione.


"Sudah sudah. Lebih baik ayo kita cepat masuk," lerai Harry.


"Iya. Aku sangat merindukan Sisy. Aku tidak sabar bertemu dengannya," balas Hermione.


Mereka bertiga pun segera masuk ke Hogwarts. Seperti biasa, setelah liburan telah selesai akan ada acara makan bersama sebagai penyambutan. Bagi para murid, ini adalah acara yang sangat menyenangkan karena mereka bisa makan enak sepuasnya.


"Hei dimana Sisy? Aku tidak melihatnya," tanya Hermione melihat ke sekitar.


"Mungkin Sisy ada di kamarnya," jawab Harry.


"Sepertinya begitu," sambung Hermione.


"Kita akan melihatnya setelah acara makannya selesai," timpal Ron.


Acara makan bersamanya pun selesai. Harry, Hermione, dan Ron segera ke asrama dan mencari Sisy tapi Sisy tidak ada di kamarnya. Mereka berusaha mencari Sisy di segala tempat tapi tidak ketemu juga.


"Dimana Sisy?" tanya Harry mulai panik.


"Aku juga tidak tau," jawab Ron.


"Kita harus menanyakannya pada profesor Dumbledore," usul Hermione.


Mereka pergi ke ruang kepala sekolah tapi profesor Dumbledore tidak ada di ruangannya.


"Apa yang kalian cari, anak-anak?" tanya profesor McGonagall yang baru saja tiba.


"Kami mencari profesor Dumbledore," jawab Harry.


"Profesor Dumbledore sedang ada urusan di luar," kata profesor McGonagall.


"Kapan profesor Dumbledore kembali?" tanya Hermione.


"Entahlah. Mungkin sekitar 2 bulan," jawab profesor McGonagall.


"2 bulan?! Lama sekali," pekik Ron.


"Itu hanya perkiraan saja. Bisa jadi profesor Dumbledore kembali lebih cepat. Memangnya kalian ada perlu apa?" tanya profesor McGonagall.


"Kami ingin menanyakan keberadaan Sisy. Sisy tidak ada dimana pun," jawab Harry.


"Apakah anda tau dimana Sisy berada profesor McGonagall?" tanya Ron.


"Saya juga tidak tau. Saya baru saja tiba di sini," jawab profesor McGonagall.


"Bagaimana dengan tuan Scamander? Apakah anda tau dimana dia berada?" tanya Hermione.


"Tuan Scamander juga ada urusan di luar jadi beberapa bulan ke depan untuk kelas pemeliharaan hewan magis akan diajari oleh Hagrid," jawab profesor McGonagall.


"Baiklah. Terima kasih, profesor McGonagall," ucap mereka bersamaan.


Harry, Hermione, dan Ron kembali ke asrama.


"Kenapa bisa kebetulan seperti ini?" gumam Harry.


"Iya. Profesor Dumbledore dan tuan Scamander tidak ada di saat yang bersamaan. Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Sisy?" sambung Hermione.


"Sisy pasti baik-baik saja," balas Ron.


"Aku harap begitu," ucap Harry.


Mereka melanjutkan aktivitas seperti biasa. Masuk kelas, belajar, mengerjakan tugas, mengobrol, dan lain-lain.