
Satu persatu Sisy menemukan teman-temannya. Sejauh ini belum ada yang terluka akibat sihir yang melayang bebas itu. Sampai akhirnya saat Sisy menemukan Ron dan Hermione, dia sangat terkejut melihat Hermione yang terluka. Sisy segera menghampiri mereka berdua.
"Apa yang terjadi dengan Hermione?!" tanya Sisy khawatir.
"Hermione terkena sihir itu," jawab Ron yang sedang memangku Hermione.
Harry menepuk pipi Hermione pelan guna membangunkannya tapi gadis itu tak kunjung bangun.
"Saat aku menemukannya, dia sudah dalam keadaan pingsan seperti ini," sambung Ron.
"Kalian berpencar?!" tanya Sisy.
Ron mengangguk dengan pelan. Melihat jawaban Ron, Sisy berdecak kesal dan mengacak rambutnya frustasi.
Astoria mendekat pada Draco karena takut saat melihat keadaan Hermione.
"Bukankah profesor McGonagall sudah bilang kalau kita tidak boleh berpencar?! Kenapa kalian tidak mendengarkannya?!" tanya Sisy dengan nada yang tinggi.
Ron tidak berani menjawabnya.
Harry mencoba membangunkan Hermione lagi. Dia sangat khawatir pada temannya saat ini. Sisy juga mengkhawatirkan Hermione. Dia ingin menyembuhkannya tapi banyak mata yang sedang melihatnya.
"Ron, kamu gendong Hermione. Kita masih harus mencari yang lain lagi. Diggory, Luna, dan Pansy masih belum ketemu," ucap Sisy.
Ron mengangguk dan menggendong Hermione.
Mereka mengikuti Sisy lagi. Jujur saja semuanya sangat penasaran bagaimana Sisy bisa menemukan mereka dengan cepat. Mereka ingin bertanya tapi mereka paham kalau sekarang bukanlah waktu yang tepat.
Akhirnya mereka berhasil menemukan murid terakhir yaitu Diggory, Luna, dan Pansy. Sisy bersyukur karena mereka bertiga baik-baik saja.
Sisy pun langsung memeluk Luna dan Pansy karena merasa lega. Luna dan Pansy juga membalas pelukan Sisy dengan erat.
"Apa yang terjadi dengan Hermione?" tanya Luna yang baru melihat keadaan Hermione.
"Hermione terkena sihir tak dikenal itu," jawab Sisy.
"Lebih baik kita segera keluar dari labirin ini," ujar Neville.
"Bagaimana caranya kita keluar dari sini?" tanya salah satu murid.
"Nona Garcia, bagaimana caramu menemukan mereka semua?" tanya Astoria yang mewakili rasa penasaran mereka semua.
"Iya. Aku juga sangat penasaran dari tadi," timpal yang lain.
Mereka semua juga ikut bertanya pada Sisy. Yang ditanya pun menjadi bingung karena pertanyaan dari mereka semua.
"Cukup. Bukan saatnya kalian menyampaikan rasa penasaran itu," ucap Harry.
"Benar. Lebih baik kalian pikirkan bagaimana caranya kita semua keluar dari sini," timpal Ron.
Sekarang Sisy bingung apa yang harus dia lakukan. Apakah dia harus menggunakan kemampuannya lagi untuk menemukan jalan keluarnya? Tetapi bagaimana kalau semuanya semakin curiga dengannya dan berakhir kemampuannya ini terbongkar.
"Sebenarnya dimana para profesor itu? Kenapa mereka tidak mencari kita padahal kita belum kembali selama berjam-jam?" celetuk Blaise.
"Diamlah, Blaise," ucap Draco.
Sisy benar-benar tidak tau harus melakukan apa sekarang. Harry yang menyadari kebingungan Sisy pun menggenggam tangannya dan berbisik, "Tidak apa-apa. Kita pikirkan cara lain agar kamu bisa menggunakan sihir itu tanpa ketahuan mereka."
Sisy mengangguk. Tetapi ternyata waktu untuk berpikir tidaklah banyak, keadaan Hermione semakin parah dan harus segera diobati.
Apakah ini saatnya membongkar semuanya? Batin Sisy.
Sisy mendekati Hermione dan memeriksa keadaannya. "Keadaannya semakin parah."
"Sisy, kita tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi pada Hermione," ucap Ron.
"Jangan Sisy. Aku akan memikirkan caranya," larang Harry.
"Kamu tidak lihat keadaan Hermione?! Kondisinya semakin memburuk. Dia membutuhkan pengobatan secepatnya, Harry!" bentak Ron.
Yang lain menonton dengan perasaan bingung dan takut.
"Aku akan melakukannya," ujar Sisy.
Harry terus menahan Sisy untuk tidak melakukannya. "Jangan keras kepala, Sisy!"
"Biarkan dia melakukannya, Harry," tutur Ron.
Harry dan Ron terus bertengkar sampai membuat yang lainnya ketakutan. Pasalnya mereka tidak tau harus melakukan apa dan lagi keadaan Hermione terus memburuk setiap waktunya. Luna dan Pansy juga sudah saling menggenggam tangan satu sama lain karena mereka juga takut melihat keadaan Hermione yang semakin memburuk. Draco juga diam karena dia tak tau harus melakukan apa. Bahkan dia tidak tau apa yang sedang mereka bertiga bicarakan.
Sisy melepaskan tangan Harry dan mendekati Hermione. Sebelum melakukannya, dia menarik nafasnya dan menghembuskannya. Jujur saja Sisy tidak siap ketahuan oleh mereka tapi kalau dia tidak melakukannya, Hermione bisa dalam bahaya. Saat ini dia belum mendapatkan penglihatan lagi jadi dia benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi sekarang.
Sisy mulai mengulurkan tangannya dan cahaya keluar dari tangannya. Semua yang melihatnya terkejut tapi tak bisa dipungkiri kalau mereka merasa terkesan dengan cahaya hangat itu. Tak lama kemudian cahaya itu menghilang dan perlahan Hermione membuka matanya.
"Dimana aku?" tanya Hermione dengan suara lemah.
Semuanya takjub dengan kejadian saat ini. Mereka tidak percaya kalau Sisy benar-benar menyembuhkan Hermione.
"Bagaimana bisa nona Garcia melakukan itu?"
"Apa yang sebenarnya nona Garcia lakukan pada nona Granger tadi?"
"Sebenarnya siapa nona Garcia itu?"
Dan banyak pertanyaan lainnya.
Hermione melihat ke sekitarnya dan bingung kenapa banyak orang mengelilinginya.
"Kenapa semua orang berkumpul di sini? Apakah kita sudah berhasil keluar dari labirin?" tanya Hermione.
Ron yang sedang memangku Hermione langsung memeluknya. "Syukurlah kamu sudah sadar Hermione."
Hermione yang dipeluk Ron tiba-tiba pun terkejut. Hermione menoleh ke arah Harry yang hanya diam menatapnya.
Harry diam dan Ron yang menjawabnya, "Aku menemukanmu dalam keadaan pingsan dan kondisimu terus memburuk. Beruntung Sisy dan yang lain berhasil menemukan kita."
Hermione mulai mengingatnya.
"Lalu bagaimana aku bisa sadarkan diri? Bukankah kamu bilang kalau kondisiku terus memburuk?" tanya Hermione lagi.
"Sisy yang menyembuhkanmu," jawab Harry.
Hermione baru menyadari kalau Sisy berada di sebelahnya. Dia memandang temannya itu dengan tatapan bersalah.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, Hermione," ujar Sisy sambil tersenyum.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Hermione pada Sisy.
"Aku tidak mungkin diam saja," jawab Sisy.
Penglihatan Sisy muncul lagi. Akhirnya dia mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kejadiannya sama seperti saat pertandingan sihir Triwizard. Ada seseorang yang memindahkan mereka semua ke tempat lain dan Sisy yakin pelakunya sama. Karena sudah mengetahuinya, dia langsung berbuat sesuatu.
"Ada apa?" tanya Harry yang melihat Sisy hendak melakukan sesuatu.
"Kejadian ini sama persis dengan kejadian saat pertandingan sihir Triwizard. Ada seseorang yang memindahkan kita semua ke sini," jawab Sisy.
Harry terkejut dengan jawaban Sisy. "Lagi?!"
Sisy mengangguk. "Kamu tenang saja. Aku tau apa yang harus dilakukan."
Gadis itu mulai membuka lingkaran sihir seperti waktu itu. Lagi lagi semuanya dibuat terkejut oleh Sisy.
"Kalian masuklah satu persatu ke dalam lingkaran sihir ini. Aku sudah menghubungkannya dengan tempat kita camping. Aku tau kalian pasti sangat bingung saat ini tapi tolong ikuti perkataanku," ucap Sisy pada mereka semua.
"Bagaimana bisa kita mempercayai ucapanmu? Tidak ada yang tau apakah yang dilakukan nona Garcia adalah hal yang berbahaya atau tidak," sanggah Astoria.
"Nona Greengrass, aku tau kalau kamu tidak menyukaiku tapi tolong jangan utarakan pendapatmu hingga membuat yang lainnya takut. Aku tidak mungkin membahayakan murid Hogwarts dan lagi kalian telah melihatnya sendiri saat pertandingan sihir Triwizard," balas Sisy.
Para murid mulai berbisik-bisik.
"Sekarang pilihan ada di tangan kalian. Jika ingin keluar dari tempat ini maka cepatlah masuk ke lingkaran sihir ini!" perintah Sisy.
Para murid mulai masuk ke lingkaran sihir satu persatu. Semua berjalan dengan lancar sampai tiba-tiba lingkaran sihir menghilang begitu saja, Sisy mencoba membuatnya lagi tapi tak bisa. Dia merasa sangat gelisah karena masih banyak yang belum keluar dari labirin ini. Harry, Hermione, Ron, Luna, Draco, Astoria, Pansy, Cedric, dan Neville belum sempat keluar.
"Lihat?! Nona Garcia menghilangkan lingkaran sihirnya. Dia pasti mengirimkan yang lain ke tempat berbahaya!" tuduh Astoria.
Astoria terus berkata hal-hal yang menyudutkan Sisy.
"BISAKAH ANDA TENANG, NONA GREENGRASS!" bentak Sisy dengan nada yang sangat tinggi. Saat ini kesabarannya sudah benar-benar habis. Dia sangat emosi dengan sikap Astoria dari tadi.
Astoria yang dibentak seperti itu pun menangis dan memeluk Draco tapi bukannya menenangkan Astoria, Draco malah melepaskan pelukan Astoria dan menghampiri Sisy.
"Tenanglah. Aku percaya padamu," ucap Draco sambil memeluk dan mengelus rambut Sisy.
"Iya, aku juga percaya pada nona Garcia," timpal Neville.
"Aku juga percaya pada Sisy," ujar Luna.
"Tentu saja aku mempercayai nona Garcia karena aku melihatnya sendiri saat dia menyelamatkanku di pertandingan sihir Triwizard," sahut Cedric.
Sisy menghela nafasnya. Dia benar-benar lepas kendali dan malah melampiaskannya ke orang lain. Melihat Astoria yang menangis membuatnya merasa tak enak hati. Saat dia ingin menghampiri Astoria, ada seseorang yang muncul dari balik labirin.
"Wow aku menangkap banyak orang ternyata," ucapnya.
Sisy langsung berdiri di depan mereka semua. "Peter Pettigrew?!"
"Kita bertemu lagi nona manis," sapanya pada Sisy.
"Ini pasti perbuatan kalian!" ujar Sisy.
"Kalau iya, kenapa? Anda ingin marah?" tantangnya.
Sisy memijat pelipisnya. "Kenapa kalian tidak pernah berhenti mengganggu Hogwarts?!"
"Karena kalian tidak pernah mau patuh pada pangeran kegelapan," jawab Peter Pettigrew.
"Hah? Patuh padanya? Yang benar saja. Hanya orang bodoh yang mau patuh padanya," hina Sisy. Tanpa Sisy ketahui, ada seseorang yang merasa tersinggung dengan ucapannya.
"Berani-beraninya kamu menghina tuan kami!" Peter Pettigrew melayangkan sihir pada Sisy tapi dia dapat menahannya.
Dia terlihat terkejut melihat Sisy dapat menahan serangannya tanpa tongkat sihir. "A-apa itu tadi?! Kenapa kamu bisa menahannya padahal tak memiliki tongkat sihir?"
"Dia sudah tau kalau aku tak memiliki tongkat sihir?!" ucap Sisy pelan.
"Sisy ini akan berbahaya karena dia tau kita tak memiliki tongkat sihir," bisik Harry.
Sisy mengangguk.
"Jawab! Tipuan apa yang kau lakukan?!" tanyanya lagi.
Sisy mencoba menjawabnya dengan berbohong, berharap kalau dia akan percaya pada jawabannya. "Hahaha lucu sekali, nampaknya kalian belum mencari tau lebih jauh tentang Hogwarts. Bodoh sekali."
"Kamu?!" kesal Peter Pettigrew.
"Kami mempelajari sihir tanpa tongkat sihir," sambung Sisy.
"Mana ada hal seperti itu," ucap Peter Pettigrew tak percaya.
"Tentu saja ada. Ini buktinya." Sisy melayangkan sihir serangan ke Peter Pettigrew.
"Semuanya lari!" perintah Sisy.
Mereka semua mulai lari di saat Peter Pettigrew sedang sibuk melawan sihir Sisy. Draco menggenggam tangan Sisy di sela-sela mereka berlari.