Different

Different
Putus



Sejak saat itu Sisy terus berusaha berbicara pada Draco tapi laki-laki itu selalu menghiraukannya.


Hermione dan Ron sampai bingung dibuatnya. Mereka bertanya-tanya dengan apa yang sedang dilakukan temannya itu.


"Ada apa dengan Sisy akhir-akhir ini? Kenapa dia selalu berusaha keras berbicara dengan Malfoy?" tanya Ron heran.


"Aku rasa Sisy menyukai Malfoy," celetuk Hermione.


Brak! Ron memukul meja dengan sangat keras sampai semua murid menoleh ke arahnya.


"Ron! Kamu membuat semua orang jadi memperhatikan kita!" tegur Hermione.


"Itu tidak mungkin, Hermione. Sisy tak mungkin menyukai bocah Slytherin itu," sanggah Ron.


"Tetapi tak ada alasan lain kalau bukan itu. Coba kamu pikir, untuk apa Sisy terus berusaha berbicara dengan Malfoy kalau bukan dia menyukainya," ucap Hermione.


"Siapa tau Sisy sedang menagih hutang pada Malfoy," jawab Ron asal.


"Jangan sembarangan. Malfoy itu sangat kaya jadi tidak mungkin dia berhutang pada Sisy," balas Hermione.


"Aku harus menanyakannya langsung pada Sisy." Ron pun pergi mencari temannya itu. Harry dan Hermione mengikuti dari belakang.


Akhirnya mereka menemukan Sisy yang ternyata sedang berbicara dengan Pansy di taman. Ron pun segera menghampirinya dan menarik tangannya. "Kita harus bicara Sisy!"


"Ron? Ada apa?" tanya Sisy terkejut.


"Ikut aku, Sisy!" perintah Ron.


Sisy menahannya. "Tunggu dulu. Aku masih berbicara dengan Pansy."


"Selain Malfoy, sekarang kamu juga memanggil bocah Slytherin lainnya dengan nama depan. Wah wah aku rasa kamu semakin berbaur dengan anak Slytherin, Daisy," sarkas Ron.


Sisy mengangkat sebelah alisnya. "Apa salahnya? Aku hanya berusaha berteman dengan semuanya."


"Kamu tidak ingat, Sisy? Gadis ini pernah mencoba mempermalukanmu di depan semua orang," tutur Ron.


"Hentikan Ron!" ucap Harry yang baru saja tiba.


"Itu sudah lama dan Pansy sudah menyesal atas perbuatannya," jelas Sisy.


"Oh kalau kamu belum tau, dia juga yang menyebarkan nama-nama panggilan aneh untukmu selama beberapa bulan dulu," adu Ron.


"Cukup Ron! Apapun masalahku dengan Pansy itu sudah masa lalu. Aku tidak mau membahasnya lagi," putus Sisy.


Sisy menatap ke arah Pansy. "Pansy, kamu pergilah dulu. Aku harus mengatasi anak ini."


Pansy mengangguk dan kemudian dia pergi.


Ron terus meneriakkan nama Pansy seolah dia masih ingin mencari ribut dengan gadis itu.


Sisy memandang kesal ke arah Ron. "Hentikan! Sebenarnya apa yang kamu lakukan?! Bukankah kamu ingin berbicara denganku?"


"Jelaskan padaku apa hubunganmu dengan bocah Slytherin itu!" perintah Ron.


"Siapa? Pansy? Bukankah sudah ku—"


"Malfoy," potong Ron.


"Aku hanya berteman dengannya," jawab Sisy.


"Tidak mungkin. Teman macam apa sampai kamu terus mengejarnya setiap hari," ucap Ron tak percaya.


Sisy merasa sudah waktunya untuk teman-temannya itu tau tentang hubungannya dengan Draco. Dia pun meminta teman-temannya untuk mengikutinya. "Ikut aku."


"Kemana?" tanya Ron.


"Ikut saja kalau kamu mau tau jawabannya," jawab Sisy.


Mereka bertiga pun mengikuti Sisy dan sampailah mereka di lorong yang sepi.


Ron meneliti sekitarnya dan bertanya, "Untuk apa kamu membawa kami ke tempat sepi ini? Kamu tidak berniat membunuh kami, kan?"


Mata Ron terbuka lebar saat mendengar jawaban Sisy. "Kamu bercanda?!"


"Jadi apa hubunganmu dengan Malfoy?" tanya Hermione.


"We're dating," jawab Sisy.


"Are you crazy?! You're dating that Slytherin boy?!" tanya Ron tak percaya.


Sisy mengangguk.


"Putuskan hubungan itu sekarang!" perintah Ron.


Kini giliran Sisy yang membuka matanya lebar-lebar. "Apa?!"


"Aku bilang putuskan hubunganmu dengan bocah Slytherin itu sekarang, Sisy," ucap Ron mengulanginya.


"Tidak," tolak Sisy.


"Kamu membantahku, Daisy Garcia?!" tantang Ron.


"Kamu mengaturku, Ron Weasley?!" tantang Sisy juga.


"Hentikan! Kenapa kalian malah bertengkar?" kata Harry memisahkan mereka berdua.


"Dia tidak mencintaimu, Sisy," ucap Ron.


Sisy menatap tajam ke arah Ron. "Kata siapa?! Jangan sok tau, Ron!"


"Kalau dia mencintaimu, tidak mungkin dia berkencan dengan gadis lain," jawab Ron.


"Mereka hanya jalan-jalan bukan kencan," sanggah Sisy.


"Sama saja. Mereka jalan-jalan berdua, itu artinya mereka sedang kencan," tegas Ron.


"Kamu mengartikannya sesuka hati, Ron," ujar Sisy.


"Sisy, aku juga tidak setuju dengan hubunganmu itu," sambar Hermione.


Sisy menoleh ke arah Hermione. "Kamu juga?!"


Hermione mengangguk. "Yang dibilang Ron benar. Malfoy tidak mencintaimu, Sisy."


"Kalian tak bisa berkata seperti itu hanya karena Draco jalan-jalan bersama gadis lain," ujar Sisy.


"Sisy, kali ini aku setuju dengan Hermione dan Ron. Bagaimana pun tidak seharusnya Malfoy bepergian dengan seorang gadis di saat dirinya sudah memiliki kekasih," jelas Harry.


"Aku tidak mau putus dengannya. Sampai kapanpun," putus Sisy.


"Dia tidak mencintaimu. Kamu hanya akan terus menderita kalau tetap melanjutkan hubungan ini," ucap Hermione.


Di waktu yang salah ini, Draco malah lewat di dekat mereka. Ron yang melihatnya langsung menghampiri laki-laki itu dan mencekram kerah kemejanya. "Putuskan Sisy!"


"Ron! Kamu apa-apaan sih?!" Sisy berusaha memisahkan Ron dan Draco.


"Kamu membuat temanku sering menangis, Malfoy!" bentak Ron.


"Hentikan Ron! Lepaskan tanganmu dari Draco!" perintah Sisy.


Draco melirik ke arah Sisy sebentar sampai akhirnya dia berkata, "Baiklah, aku akan memutuskan hubunganku dengan nona Garcia."


Sisy menatap tak percaya ke arahnya. "Draco?!"


"We broke up, lady." Setelah itu Draco melepaskan cengkraman Ron dan pergi.


Sisy menatap tajam ke arah Ron dan berteriak, "Puas kamu, Ron Weasley?!"


"Ini demi kebaikanmu, Sisy," jawab Ron.


"Aku yang tau apa yang terbaik untuk diriku sendiri! Kalian semua selalu saja memaksakan kehendak masing-masing. Aku punya hak untuk melakukan apapun yang aku inginkan. Kalian memang teman baikku tapi tidak semuanya harus kalian yang mengaturnya!" Sisy meninggalkan mereka dengan perasaan marah dan kecewa.