
Sesampainya di ruang perhiasan, mereka langsung berpencar untuk mencari horcrux itu.
"Ketemu!" pekik Sisy.
Semuanya mendekati Sisy dan melihat bentuk cincin itu dengan seksama.
"Jadi seperti ini bentuk cincin itu," gumam Hermione.
"Bagaimana cara menghancurkan horcrux yang ini?" tanya Harry.
"Aku juga tidak tau," jawab Sisy.
"Jadi ini alasanmu bertanya tentang cincin Marvolo Gaunt," ucap seseorang.
Mereka langsung menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Draco, Goyle, dan Blaise datang ke ruangan perhiasan dan sedang mengarahkan tongkat sihir pada mereka.
"Aku sudah tau dari awal kalau yang bersama kalian itu adalah Potter," ungkap Draco.
"Lalu kenapa kamu tidak memberitahunya?" tanya Harry.
Draco tak menjawabnya.
"Lihatlah Draco. Nona Garcia tidak benar-benar mencintaimu. Dia hanya memanfaatkanmu," ucap Goyle.
"Tidak! Aku tidak pernah memanfaatkannya," sanggah Sisy.
"Sepertinya anda sedang memegang barang milik Manor Malfoy, nona Garcia," ujar Draco sambil melihat ke arah cincin yang dipegang oleh Sisy.
Sisy terkejut saat mendengar ucapan Draco yang berubah menjadi formal, tapi ini bukan saatnya untuk lemah.
"Kembalikan barang itu!" perintah Draco.
Sisy menggelengkan kepalanya. "Tidak akan."
Draco merapalkan mantra ke arah Sisy.
Beruntung Hermione langsung melindunginya.
Akhirnya perang antara anak remaja itu pun terjadi. Mereka saling melemparkan sihir dan menyerang satu sama lain.
Goyle merapalkan mantra kutukan ke Hermione tapi tak kena.
"Beraninya kau menyerang Hermione!" Ron berlari ke arah ketiga murid Slytherin itu. "She's my girlfriend!"
Draco, Goyle, dan Blaise melarikan diri dan Ron mengejarnya.
"Kembali Ron!" teriak Sisy.
Tetapi laki-laki itu tidak mendengarkannya.
"Kita harus segera menghancurkan horcrux ini," ucap Harry.
Harry, Sisy, dan Hermione melakukan segala upaya untuk menghancurkan cincin itu. Kali ini horcrux itu hancur dengan sihir.
"Akhirnya hancur juga," kata Hermione lega.
Tepat setelah mereka berhasil menghancurkannya, Ron kembali dengan wajah ketakutan. Laki-laki itu menggenggam tangan Hermione dan pergi membawanya.
"Mereka membakar seluruh tempat ini!" teriak Ron.
Tiba-tiba datanglah roh ular yang terbuat dari api sedang menuju ke arah mereka. Sisy dan Harry langsung berlari menghindarinya.
Mereka berusaha menjatuhkan segala barang agar api itu tidak cepat mendekat.
Sialnya mereka semua berakhir di jalan buntu.
"Apa yang harus kita lakukan?! Ini jalan buntu!" ucap Ron panik.
Sisy mengacak rambutnya frustasi. "Ini merepotkan karena kita tidak bisa melakukan apparate di Manor Malfoy."
Saat sedang berpikir, mata Harry menangkap sesuatu yang berada di dekat mereka. Dia mencoba mengambil sesuatu itu dan ternyata itu adalah sapu terbang.
"Hanya ada 3 sapu terbang." Harry menunjukkan ketiga sapu terbang itu pada teman-temannya.
"Tidak masalah. Hermione akan terbang bersamaku," sahut Ron.
Sisy, Harry, Hermione, dan Ron langsung naik ke sapu terbang itu dan bergegas pergi dari sana.
Harry yang melihatnya berniat menyusul Sisy.
"Harry, kau mau kemana?" tanya Ron.
" Sisy pergi dan aku harus menyusulnya. Kalian keluarlah duluan." Harry langsung pergi tanpa mendengarkan perkataan temannya.
"Dia bercanda, kan?" tanya Ron.
"Aku tidak tau tapi kita harus menyusul mereka juga," jawab Hermione.
Ron terpaksa mengikuti perkataan gadis itu dan menyusul kedua temannya.
"Sisy, kemana kau akan pergi?" tanya Harry yang berhasil menyusul Sisy.
"Draco dan teman-temannya terjebak di dalam. Aku harus menyelamatkannya," jawab Sisy.
Mereka berdua mencari keberadaan Draco dan teman-temannya.
"Itu mereka," tunjuk Harry.
Harry dan Sisy segera menuju ke arah Draco dan teman-temannya.
"Teman-teman, aku akan membunuh kalian kalau kita mati karena mereka!" teriak Ron yang baru saja tiba.
Saat sedang berusaha, pandangan Sisy terpaku pada Blaise yang sudah hampir jatuh.
"Harry, kamu selamatkan Draco dan aku akan menyelamatkan Blaise!" perintah Sisy.
"Posisi Blaise terlalu bawah. Itu sangat beresiko," jawab Harry.
"Dia harus bersamaku karena berat badanku lebih ringan darimu," balas Sisy.
"Baiklah tapi berhati-hatilah, Sisy," peringat Harry.
Sisy mengangguk.
Harry sudah berhasil menyelamatkan Draco dan tersisa Sisy sekarang. Gadis itu berusaha untuk turun sebawah mungkin agar bisa menggapai Blaise.
Ini sulit karena terlalu panas di bawah. Batin Sisy.
"Blaise, kamu harus melompat!" teriak Sisy.
Mata Blaise terbuka lebar. "Melompat?! Bagaimana kalau aku jatuh?!"
"Tidak akan. Aku akan menangkapmu," jawab Sisy.
Blaise terlihat ragu dengan ucapan Sisy.
"Cepatlah, apinya semakin tinggi!" teriak Ron.
"Percaya padaku, Blaise. Aku akan menangkapmu," tutur Sisy.
Akhirnya Blaise melepaskan pegangannya dan melompat ke arah Sisy. Dengan cepat Sisy terbang ke arahnya dan segera menangkapnya. "I got you!"
"Kita keluar sekarang" ujar Hermione.
Mereka semua segera keluar dari Manor Malfoy.
Cukup sulit bagi Sisy mengendalikan sapu terbangnya, apalagi dia membawa seseorang. Belum lagi dia harus menghindari barang-barang yang berjatuhan.
"Tetap fokus, Sisy!" Harry sangat mengkhawatirkan temannya itu. Dia tau betul kalau Sisy tidak terlalu pandai dalam mengendarai sapu terbang.
"Kita tidak akan jatuh, kan?" tanya Blaise takut.
"Tidak," jawab Sisy singkat.
Akhirnya setelah perjuangan yang cukup berat tadi, mereka berhasil keluar dari Manor Malfoy.
Semuanya turun dari sapu terbangnya dan menghela nafas lega.
Harry segera menghampiri Sisy dan meneliti tubuhnya. "Kau baik-baik saja?"
Gadis itu menganggukkan kepalanya. "Aku baik-baik saja."