Different

Different
Shopia sakit



Tak membutuhkan waktu lama, mereka berdua sampai di The Burrow, tempat dimana Charles dan Shopia tinggal. Keluarga Weasley juga tinggal di daerah ini.


Newt mengantarkan Sisy sampai depan rumahnya. "Kalau begitu saya akan pergi. Panggil saya jika anda sudah selesai."


"Anda tidak ikut masuk?" tanya Sisy.


"Tidak. Saya ingin nona Garcia menghabiskan waktu dengan kakak anda," jawab Newt.


Sisy mengangguk. "Baiklah. Hati-hati, tuan Scamander."


Newt pun pergi.


Sisy berdiri di depan pintu dengan gugup. Jantungnya berdetak kencang, dia takut untuk mengetuk pintu rumahnya sendiri.


"Ayo ketuk pintunya Sisy!" ucapnya pada dirinya sendiri.


Sisy mulai mengangkat tangan dan perlahan mengetuk pintu itu.


Tok...tok...tok


Setelah pintunya diketuk, pintu itu pun terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik yang melihatnya dengan ekspresi terkejut. "Sisy?!"


"Hai Shopia, aku pulang," sapa Sisy.


Shopia langsung memeluknya dan Sisy pun membalas pelukannya.


"Aku merindukanmu, Shopia."


"Aku juga, Sisy."


Mereka melepaskan pelukannya.


"Ayo kita masuk, Charles sedang makan di dalam."


Mereka berdua pun masuk ke rumah. Sisy bisa melihat kakaknya yang sedang makan dengan lahap itu.


"Sayang, lihat siapa yang pulang," ucap Shopia.


"Siapa?" tanya Charles tanpa menoleh.


"Kamu benar-benar menyebalkan, Charles!" kesal Sisy.


Mendengar suara yang dikenalinya, Charles pun menoleh. "Sisy?"


Charles bangkit dari duduknya dan menghampiri Sisy. "Bukankah kamu bilang tidak akan pulang selama liburan sekolah ini?"


"Oh jadi kamu tidak senang melihat aku pulang?" tanya Sisy sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.


"Tidak, bukan seperti i—"


"Sudahlah, aku malas denganmu. Lagi pula aku pulang karena merindukan Shopia," potong Sisy.


"Maaf, Sisy," sesal Charles.


Sisy membuang wajahnya ke sembarang arah. Shopia hanya tertawa melihatnya.


"Sudah sudah. Sisy, kamu pasti lapar. Kebetulan hari ini aku masak sup jamur," ucap Shopia.


Mendengar nama makanan kesukaannya, Sisy bersorak senang. "Sup jamur?!"


"Iya. Itu makanan kesukaanmu, kan?" tanyanya.


"Iya. Aku suka sekali sup jamur apalagi buatan Shopia," jawab Sisy.


"Kalau begitu ayo kita makan," ajak Shopia.


Sisy mengangguk senang. Mereka bertiga duduk dan mulai makan di ruang makan.


"Kenapa bisa kebetulan seperti ini?" tanya Sisy.


"Aku juga tidak tau. Hanya saja rasanya aku ingin sekali memasak sup jamur hari ini," jawab Shopia.


"Sepertinya jiwa kita terhubung, Shopia hahaha," sambung Sisy.


"Bagaimana bisa seperti itu?! Kakakmu adalah aku," kesal Charles.


Sisy mengangkat kedua bahunya acuh. "Aku lebih menyayangi Shopia daripada kamu."


"Ya ya ya, terserah," ucap Charles malas.


Tiba-tiba saja Shopia memuntahkan makanannya diikuti darah. Setelah memuntahkan makanannya, nafas Shopia terlihat memburu. Sisy dan Charles segera menghampiri Shopia.


"Kamu kenapa Shopia?!" tanya Sisy khawatir.


"Sisy, cepat ambilkan ramuan di atas meja yang ada di kamar!" perintah Charles.


Dengan cepat Sisy melakukan hal yang diperintahkan oleh Charles. Dia langsung memberikan ramuan itu pada Charles dan pria segera meminumkan ramuan itu pada Shopia.


"Ayo diminum, sayang."


Shopia meminum ramuan yang diberikan oleh Charles dan sesak nafasnya mulai berkurang.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Shopia?" tanya Sisy.


"Aku juga tidak tau. Dia sudah seperti ini sejak beberapa waktu yang lalu. Aku sudah membawanya ke dokter tapi dokter tidak tau penyebabnya dan hanya memberikan ramuan kalau sesak nafasnya mulai kambuh," jawab Charles.


"Shopia tidak punya penyakit bawaan, kan?" tanya Sisy memastikan.


"Tidak," jawab Charles.


Sisy melihat sesuatu yang aneh di lengan Shopia. Dia pun langsung menarik lengan baju Shopia dan betapa terkejutnya dia saat melihat luka yang ada di lengan kakak iparnya itu.


"Ini luka gigitan murtlap," jawab Sisy.


"Apakah itu yang menyebabkan Shopia seperti sakit selama ini?" tanya Charles lagi


"Sepertinya begitu," jawab Sisy.


Tubuh Shopia semakin berkeringat dan memucat.


"Aku akan membawa Shopia ke rumah sakit," ucap Charles bersiap menggendong Shopia.


Sisy langsung menahan Charles. "Jangan Charles."


"Kenapa?" tanya Charles.


"Dokter tidak akan tau karena ini disebabkan oleh hewan magis," jawab Sisy.


"Lalu aku harus apa? Membiarkan Shopia kesakitan?"


"Guruku seorang magizoologist. Dia pasti tau obatnya." Sisy pun pergi dan mencari Newt.


Di perjalanan mencari Newt, Sisy melihat Draco di tengah-tengah keramaian. Awalnya dia ingin memanggil kekasihnya itu tapi keinginannya terhenti saat melihat kekasihnya itu tidak sendirian. Draco bersama seorang gadis yang Sisy yakini kalau gadis itu adalah Astoria.


"Apa yang mereka berdua lakukan di sini? Dan lagi kenapa Draco bisa bersama Astoria?"


Sisy ingin mengikutinya tapi dia harus segera mencari Newt. Akhirnya Sisy melanjutkan perjalanan mencari Newt.


"Tuan Scamander," panggil Sisy yang melihat Newt ada di taman kota.


"Nona Garcia? Kenapa anda ada di sini? Apakah percakapan anda dengan kakak anda telah selesai?" tanya Newt beruntun.


"Tuan Scamander, saya butuh bantuan anda," ucap Sisy tanpa menjawab pertanyaan Newt terlebih dahulu.


"Ada apa?" tanya Newt.


"Saya akan menjelaskannya di perjalanan. Sekarang anda ikut saya dulu ke rumah." Sisy menarik Newt dan membawanya ke rumahnya. Selama perjalanan, Sisy menjelaskan apa yang telah terjadi dengan Shopia.


Sesampainya di rumah, Newt langsung memeriksa keadaan Shopia.


"Bagaimana tuan Scamander?" tanya Sisy.


"Ini sudah cukup parah," jawab Newt.


"Namun masih bisa di sembuhkan, bukan?" tanya Charles.


"Iya. Tetapi banyak bahan-bahan yang saya perlukan dan saat ini saya tidak memilikinya," jawab Newt.


"Apa saja bahan-bahan yang anda perlukan? Saya akan mencarinya," kata Charles.


"Bahan-bahan ini tidak bisa ditemukan semudah itu dan ada satu bahan yang sulit untuk dicari," balas Newt.


"Apa itu?" tanya Charles.


"Anemon yang ada di punggung hewan itu," jawab Newt.


"Bukankah anda memiliki murtlap di koper itu?" tanya Sisy.


"Hewan itu sudah lama mati. Saya belum menemukannya lagi karena mencarinya sangat sulit. Hewan itu sudah sangat langka. Banyak penyihir yang mencari hewan itu untuk dijadikan eksperimen," jelas Newt.


Charles menggenggam tangan Shopia. Sisy yang melihatnya merasa kasihan dan sedih.


"Langka bukan berarti tidak ada sama sekali. Saya tetap akan mencarinya. Bisakah anda memberitahukan lokasi hewan itu?" tanya Sisy.


"Membutuhkan waktu yang lama untuk mencari keberadaan mereka sekarang," tutur Newt.


"Berapa lama?" tanya Charles.


"Saya tidak bisa menentukan waktunya karena menemukan mereka sangat sulit. Mereka hidup tidak menetap. Saat mereka merasakan bahaya, mereka akan langsung berpindah tempat," jawab Newt.


"Saya akan tetap mencarinya!" tegas Sisy.


"Kamu gila?! Bagaimana dengan sekolahmu? Liburan sekolah akan berakhir sebentar lagi. Kamu ingin tinggal kelas?" kata Charles dengan nada tinggi.


"Tidak ada cara lain. Aku tidak mungkin membiarkan Shopia terus kesakitan seperti ini," balas Sisy.


"Aku yang akan mencarinya. Kamu kembalilah ke sekolah!" putus Charles.


"Siapa yang akan menjaga Shopia selama kamu pergi?" tanya Sisy.


"Aku akan meminta tolong temanku untuk menjaganya," jawab Charles.


"Tidak. Aku tidak percaya jika Shopia dijaga oleh orang lain," sanggah Sisy.


"Jangan keras kepala, Sisy!" bentak Charles.


"Kamu yang jangan keras kepala, Charles! Aku masih bisa mengejar nilai. Apakah kamu tidak tau kalau adikmu ini sangat pintar?" ucap Sisy.


"Kalau begitu kenapa kamu bisa ada kelas tambahan saat libur seperti ini?" tanya Charles.


Jujur saja selama liburan, Charles merasa aneh kenapa adiknya ini bisa mengikuti kelas tambahan padahal dia tau kalau adiknya sangatlah pintar.


Newt segera melerai Sisy dan Charles. "Sudah cukup. Saya yang akan mencari hewan itu sendiri. Tuan Garcia jagalah nyonya Garcia dan nona Garcia kembalilah ke sekolah."


"Saya tidak mungkin membiarkan anda melakukan itu sendirian," ujar Sisy.


"Itu satu-satunya cara agar nyonya Garcia tetap ada yang jaga dan nona Garcia tidak ketinggalan pelajaran," timpal Newt.


"Saya bisa mengejar itu semua dengan mudah. Pokoknya saya akan ikut tuan Scamander untuk mencari hewan itu. Saya akan mengirim surat ke profesor Dumbledore sekarang," putus Sisy.